Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (86)


__ADS_3

Tiara yang berada di dalam kamar nya dia mendapatkan panggilan telephone masuk dari Raffi.


" Raffi, ada apa yaa dia menghubungi aku seperti ini."


Tiara yang baru saja mengaktifkan handphone dia pun memilih untuk menyimpan koleksi handphone nya.


Tiara mengabaikan panggilan telephone dari Raffi, dia tidak mau berhubungan lagi dengan Raffi.


Tiara melihat wajah nya di cermin dia seperti melihat ada perubahan fisik di tubuh nya.


" Seperti aku harus diet, karena aku harus menjaga penampilan ku. Tapi setelah pemberitaan seperti, aku takut sekali sudah tidak ada yang menginginkan ku lagi dan aku total tidak mempublikasikan penghasilan lalu bagaimana dengan nasib keluarga ku yaa."


Seketika Tiara pun terdiam dan melamun kan kehidupan nya akan menjadi seperti apa kedepannya.


Tiara menyenderkan tubuhnya ke tembok sedangkan handuk nya yang terus-menerus berdering.


" Kenapa dengan Raffi, dia benar-benar membuat ku sangat kesal sekali."


Tiara pun dengan sangat terpaksa dia menjawab panggilan telephone dari Raffi dia ingin mengetahui Raffi akan berbicara apa kepada nya.

__ADS_1


* Hallo Raffi*


* Tiara akhirnya kamu mau menjawab panggilan telephone dari ku juga, bagaimana dengan kondisi sekarang apakah kamu baik-baik saja*


* Aku sangat baik-baik saja, aku sedang menikmati masa-masa indah ku untuk libur dan tidak bekerja*


Raffi merasa Tiara yang tidak mempunyai beban kehidupan setelah dia melakukan suatu kesalahan yang membuat nya terkenal di media sosial.


* Seperti kamu sudah meminta maaf kepada Beryl Bianca, sehingga kamu merasa santai seperti ini*


* Meminta maaf, untuk apa aku harus meminta maaf kepada nya. Aku tidak akan pernah mau meminta maaf kepada wanita itu, dia seperti seseorang Ratu saja*


Tiara seketika langsung terdiam dia tidak menjawab perkataan dari Raffi.


* Yang lebih menakutkan lagi bagaimana jika orang tua mu mengetahui nya, percuma pengobatan sampai di Singapura jika di berikan berita seperti ini*


Tiara pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.


" Dia selalu saja menakuti jika perkataan nya, aku sangat benci sekali Raffi. Aku tidak akan pernah mau menerima panggilan KPK dari Raffi lagi dia begitu sangat menyebalkan sekali."

__ADS_1


Tiara pun menyimpan handphone dan dua mendengar seperti ada yang masuk ke dalam Apartemen.


Tiara pun akhirnya keluar dari kamar nya dan ternyata itu adalah Meneger nya, Tiara pun langsung menghampiri Meneger nya.


" Mbak Verra sudah dari mana,? kenapa wajah nya seperti yang sedang kesal sekali."


Verra pun langsung menghampiri Tiara.


" Minta secepatnya kepada Beryl Bianca, jika tidak kamu akan mendapatkan banyak masalah."


Tiara tidak mengerti kenapa dia harus sampai meminta maaf kepada Beryl Bianca.


" Tidak aku tidak mau turun harga diri ku jika harus meminta maaf kepada Beryl Bianca."


Tiara tetap pada pendiriannya dia tidak mau mengikuti apa yang di katakan oleh Meneger nya.


" Tiara apa kamu tidak bercermin, harga diri Beryl Bianca memang di atas kamu. Dia bukan wanita sembarang, dan jika di sebuah seperti seorang Ratu pun itu memang pantas untuk nya. Tiara kamu hanya terlahir dari kamar sederhana, yang sedang berjuang untuk menghidupi keluarga mu juga."


Verra pun memilih untuk langsung pergi ke dalam kamar nya, dia memang sudah sangat kesal sekali dengan Tiara.

__ADS_1


__ADS_2