
Tiara dan Raffi akhirnya sampai di hotel tapi rasa tertarik Raffi kepada Tiara sedikitpun berkurang dia seperti tidak lagi menginginkan Tiara untuk tidur bersama dengan Tiara karena permasalahan di mobil.
Tiara kelihatan sangat canggung ketika dia duduk di atas kasur dengan membuka tali rambut sehingga rambut panjang nya terurai.
Tiara mulai menyiapkan diri di saat Raffi yang menghampiri dirinya, Tiara menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Raffi.
" Berapa juta bayaran yang harus aku keluarkan agar kamu bisa tidur bersama dengan ku,? maka aku akan memberikan nya kepada mu."
Tiara langsung terdiam dia seperti malas menjawab pertanyaan dari Raffi.
Raffi mulai kelihatan kesal kepada Tiara jika dia tidak bisa tidur jika Tiara tidak menginginkan nya.
" Kamu tidak mau tidur bersama dengan ku malam ini,? pergilah sana aku tidak mau memaksakan."
Raffi menarik tangan Tiara dengan sangat kasar sekali.
" Lepaskan sakit kenapa kamu sangat kasar sekali kepada ku."
Raffi melepaskan genggaman erat tangan tersebut.
" Pergilah wanita bayaran, aku tidak mau tidur bersama dengan mu malam ini."
Raffi melepaskan genggaman tangan nya dan mendorong Tiara sampai terjatuh ke lantai.
" Raffi kenapa kamu kasar sekali, dan kamu juga berbicara seperti itu kepada ku."
Raffi tersenyum tipis kepada Tiara, dia membuka dompet nya dan melempar kan lembaran-lembaran uang ke arah wajah Tiara.
" Kamu sudah aku perlakuan seperti seorang Ratu, tapi kamu menolak nya. Sekarang aku perlakuan kamu serendah harga diri mu kamu tidak menerima nya, ohhh lalu kamu mau nya seperti apa Tiara."
Tiara berusaha berdiri dia ingin menatap wajah Raffi.
" Ingat yaa Tiara, kamu itu hanya wanita miskin yang berpura-pura ingin menjadi wanita kaya raya dengan pembohongan mu di depan publik."
Raffi mengambil jas nya dia pun berniat untuk pergi dari kamar hotel tersebut, Raffi tidak memperdulikan Tiara.
" Raffi tunggu jangan seperti ini, kamu mau tidur bersama dengan mu."
Tiara kelihatan sangat ketakutan sekali, dia merasa Raffi yang akan membongkar rahasia nya.
Raffi membalikkan badannya dan dia pun langsung menatap wajah Tiara.
" Jangan seperti ini aku minta maaf Raffi, aku mau tidur bersama dengan mu malam ini."
Tiara mulai membuka pakaian di hadapan Raffi, tapi Raffi hanya bisa terdiam saja melihat nya.
Pandangan mata Raffi memang fokus pada Tiara tapi tubuhnya tidak bergerak sama sekali.
Tiara mencoba untuk menggoda Raffi, dia menarik tangan Raffi agar mau masuk ke dalam kamar kembali.
Raffi pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Tiara, Raffi tersenyum tipis ketika Tiara mendorong tubuhnya ke atas kasur.
Tiara berada di atas tubuh Raffi dengan tatapan mata yang begitu sangat tajam sekali.
" Aku akan melihat mu seperti aku melihat lelaki yang aku cintai, malam ini aku melakukannya nya dengan cinta dan perasaan bukan dengan uang."
__ADS_1
Raffi merasa sangat tertarik dengan perkataan Tiara dia pun memilih untuk memejamkan mata nya.
Malam ini Raffi hanya menikmati permainan cinta yang di berikan oleh Tiara.
Tiara pun memulai dengan pemanasan'nya, dia membayangkan jika lelaki yang ada di hadapannya itu adalah Daniel bukan Raffi.
Seketika Raffi pun langsung terkejut dia sampai membuka mata nya, karena dia merasakan sesuatu yang berbeda yang di berikan oleh Tiara.
" Tiara kamu benar-benar luar biasa."
Ucap Raffi di telinga Tiara.
Tapi Tiara hanya bisa membakar dengan suara cinta yang membuat Raffi merasa merinding dengan suara tersebut.
Raffi semakin merasa cinta terhadap Tiara yang semakin membuat nya tidak bisa berkata-kata.
Tiar benar-benar bisa membuat Raffi tidak berdaya sampai akhirnya mereka berdua merasa kelelahan sekali.
Raffi memeluk erat tubuh Tiara, dia begitu sangat menikmati permainan yang di berikan oleh Tiara.
Raffi memandangi wajah cantik Tiara.
" Kenapa kamu tidak mau menerima perasaan ku ini Tiara, padahal aku sangat cinta kepada mu. Begitu sangat tulus sekali rasa cinta ku ini untuk mu Tiara, samping kapan pun aku akan menunggu mu."
Raffi memakai pakaian nya, dia menyelimuti tubuh Tiara.
Raffi mengambil handphone Tiara, dia mencari kontak handphone Lucas.
Raffi ingin mengirimkan foto Tiara yang sedang tertidur pulas di kamar hotel.
Raffi memasukkan nomor handphone Lucas dan dia kembali menyimpan handphone Tiara ke dalam tas nya.
Raffi keluar dari hotel dia meninggalkan Tiara sendirian di kamar, Raffi ingin melepaskan kelelahan nya dengan mengeluarkan rokok dan langsung membakar nya.
" Aku mendukung hubungan Lucas dan Bianca, mereka berdua memilih lebih cocok. Sedangkan Tiara dia lebih cocok bersama dengan ku, karena kita berdua sama-sama pencinta permasalahan cinta."
Raffi juga sudah memikirkan jika Tiara bersama dengan Daniel dia tidak akan pernah bahagia.
" Tiara bersama dengan Daniel, itu hanya membuat Tiara di jatuhkan. Belum lagi jika orang tua Daniel mengetahui jika Tiara adalah wanita kupu-kupu malam, sudahlah Tiara hanya akan mendapatkan perlakuan yang menyakitkan."
Raffi mencoba untuk menelephone Lucas.
" Semoga saja Lucas belum tidur karena ini akan membuka nya terkejut sekali."
Lucas baru saja sampai di depan pintu masuk rumah nya, dia melihat ada panggilan telephone masuk tapi nomber yang tidak dia kenal.
" Siapa yaa ini membuat aku penasaran."
Lucas membuka pintu rumah nya dan tatapan nya langsung tertuju pada Daniel, si penghianat cinta nya dengan Tiara.
Lucas langsung terdiam dan mencoba untuk menahan emosi nya, Lucas duduk di samping Mama nya.
Handphone yang masih bergetar di tangan nya, membuat Venna langsung melirikan mata nya kepada Lucas.
" Handphone pun bergetar seperti nya ada panggilan telephone masuk, mungkin kah itu dari mantan kekasih mu Tiara jadi kamu mengabaikan nya?."
__ADS_1
Daniel langsung merasa gelisah ketika mendengar perkataan Mama nya, Benny pun memperhatikan Daniel.
" Tidak mungkin Tiara menghubungi ku kembali, karena Tiara sudah mempunyai kekasih lain. Dan aku merasa kekasih nya itu mempunyai uang yang banyak mungkin juga seorang pengusaha, tidak seperti aku yang hanya seorang pegawai saja."
Benny merasa sangat sedih sekali ketika Lucas berbicara seperti itu.
" Sudahlah biarkan saja wanita seperti itu, kamu sudah bersama dengan Bianca sekarang. Walaupun dia sangat kaya raya tapi dia wanita yang kelihatan sangat sederhana, Mama merasa sangat sedih sekali mendengar kamu berbicara seperti itu."
Venna memegang tangan Lucas dan Daniel pun memilih untuk fokus pada makanan yang ada di hadapannya.
" Tiara bukan wanita kaya raya, dia sebenarnya terlahir dari keluarga yang sederhana. Tapi kenapa sikap nya lebih tinggi dari Bianca, aku merasa tidak menyesal pergi dari kehidupan Tiara."
Daniel memilih untuk tetap sabar dia tidak bisa marah karena itu hanya membuat keluarga nya curiga.
" Mama, seperti aku akan lebih memilih untuk tinggal di Apartemen saja. Aku ingin menyendiri di sana karena tempat nya juga yang tidak jauh dari perusahaan."
Lucas pun langsung tersenyum ketika dia mendengar perkataan Daniel.
" Apakah itu supaya kamu merasa bebas,? memang sangat lebih menyenangkan mandiri seperti itu."
Daniel mulai terbawa emosi tapi Benny mencoba untuk mencegah Daniel marah dengan tatapan matanya.
Lucas melihat Papa nya yang seperti memberikan kode kepada Daniel.
" Daniel, lebih baik kamu pergi tidur karena besok kamu akan banyak kerjaan di kantor."
Daniel dengan cepat meninggalkan tempat makan dan dia pun langsung berjalan cepat menuju ke kamar nya.
Lucas mulai memperhatikan Papa nya.
" Apakah Papa sebenarnya mengetahui kekasih Daniel itu siapa,? coba ceritakan seperti apa kekasih Daniel tersebut."
Wajah Benny kelihatan sangat panik sekali ketika dia mendapatkan pertanyaan seperti dari Lucas.
" Tidak, Papa tidak pernah mengetahui kekasih Daniel. Karena Daniel yang sangat tertutup sekali dalam percintaan nya, seperti nya dia merasa tidak yakin dengan wanita nya itu."
Lucas merasa jika Papa nya mengetahui nya tapi dia memilih untuk menutupi nya.
" Oh seperti itu yaa, yasudah nanti pun kita akan mengetahui wanita seperti apa yang di cintai oleh Daniel semoga saja bukan wanita seperti Tiara."
Venna dan Benny seketika mereka berdua langsung terkejut mendengar perkataan Lucas.
Lucas pun memilih untuk tidak menghabiskan makan malam nya, Lucas berjalan cepat menuju ke kamar nya.
" Kenapa Lucas samping mengatakan hal tersebut yaa, apa yang sebenarnya terjadi yaa."
Venna merasa kebingungan dan dia pun langsung melirikan mata nya kepada suaminya.
Benny memilih untuk diam saja, dia tidak mau sampe harus membahas perkataan Lucas yang mungkin hanya memperpanjang pembicaraan saja.
Lucas pun masuk ke dalam kamar nya, dia melihat nomber handphone yang menghubungi nya.
Karena merasa sangat penasaran sekali Lucas menelephone balik nomber tersebut.
Tapi ternyata nomber itu langsung tidak aktif dan membuat Lucas memilih untuk langsung beristirahat.
__ADS_1