
Bianca melihat kinerja Lucas selama bekerja di perusahaan nya, dia melihat Lucas yang memang mempunyai kemampuan yang luar biasa.
" Jika Lucas menjadi asisten pribadi ku, seperti nya perusahaan kecil ini akan maju. Tapi bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu semua sedang kan Lucas yang belum mau menerima aku jika sampai dia mengetahui aku adalah pemimpin perusahaan nya."
Laura melihat lampu kamar Bianca yang masih menyala dan itu tandanya Bianca belum tidur, Laura pun mengetuk pintu kamar Bianca dan langsung masuk ke dalam nya.
" Bianca, kenapa belum tidur ini sudah jam 01:00. Cepat lah tidur kamu butuh waktu istirahat yang cukup karena besok kamu harus pergi ke kantor, jangan sampai kamu terlambat Bianca."
Bianca mulai merasa apa yang di rasakan oleh Ayah nya.
" Menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah Bu, aku butuh teman dan aku melihat kemampuan Lucas yang luar biasa tapi aku tidak mungkin melakukan itu semua. Lucas pasti menolak dan mungkin dia memilih untuk pergi meninggalkan perusahaan ini, Lucas sangat membenci perusahaan milik Ayah."
Laura memegang tangan Bianca.
" Bianca, kamu tahu kenapa Ayah mu lebih memilih kamu untuk tidak kuliah dulu. Dan Ayah dengan berani memberikan kamu kesempatan untuk menjadi pemimpin perusahaan, itu karena Ayah mu tahu dengan kemampuan kamu Bianca."
Bianca terdiam sejenak mendengar perkataan Ibunya.
__ADS_1
" Sekarang ibu ingin kamu fokus saja dengan pekerjaan mu, jika memang kamu butuh Lucas untuk menjadi partner kerja kamu bicarakan langsung sekarang tidak usah kamu harus menyembunyikan identitas mu lagi karena itu sangat capek sekali, hilang kan perasaan mu yang berlebih-lebihan di depan Lucas. Maka Lucas akan merasa nyaman ada bersama dengan mu, karena kamu hanya sebatas mengagumi Lucas bukan memiliki rasa ingin memiliki terhadap Lucas."
Laura pun langsung pergi dari kamar Bianca dan menutup rapat pintu kamar nya.
" Apakah itu benar yaa, aku yang hanya mengagumi Lucas aku tidak pernah bisa memiliki Lucas itu tandanya besok aku mulai memperkenalkan indentitas ku yang sebenarnya."
Bianca menyimpan berkas-berkas penting di pun langsung menarik selimut dan mematikan lampu kamar nya.
Melihat lampu kamar Bianca yang sudah mati, Laura menuggu kedatangan suaminya.
" Sudah jam segini tapi kenapa belum juga ada kabar dari Ayah, handphone pun tumben sekali tidak aktif."
Laura pun langsung beranjak dari tempat tidur nya.
" Ayah kenapa baru pulang jam segini aku sangat menghawatirkan mu."
Sebastian memeluk Laura dengan sangat erat sekali.
__ADS_1
" Ayah sangat sibuk sekali hari ini dan ternyata kerja sama dengan perusahaan luar negeri berhasil, besok pagi Papa harus berangkat ke Singapura."
Laura pun begitu sangat bahagia sekali ketika kesuksesan suaminya sekarang sampai ke luar negeri.
" Ini semua karena prestasi Bianca, dia memang anak yang luar biasa sekali. Papa akan menginap di sana sekitar 1-3 hari, Ibu baik-baik menjaga Bianca yaa."
Sebastian menyiapkan hadiah untuk Bianca.
" Tadi Bianca mengeluh dia butuh partner kerja, dan Bianca melihat hanya Lucas yang mempunyai kemampuan rata-rata. Bianca memilih Lucas bukan karena sebuah perasaan tapi dia memang melihat dari realita nya, sekarang Bianca merasa sangat binggung sekali bagaimana mengatakan kepada Lucas."
Laura melihat suaminya yang sampai terdiam.
" Tadi saja Bianca baru tidur dia benar-benar memikirkan nya, dan dia kelihatan sangat memikirkan pekerjaan nya ini."
Sebastian pun keluar dari kamar dia melihat Bianca yang sudah tertidur pulas.
" Kamu harus menjadi wanita yang kuat, karena kamu akan mendapatkan kesuksesan yang luar biasa itu semua akan kamu dapatkan sendiri."
__ADS_1
Sebastian menutup kembali pintu kamar Bianca dan akan mencoba untuk menjelaskan nya nanti pagi saja.