Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *234*


__ADS_3

Di saat Lucas dan Bianca dengan berbunga-bunga.


Daniel dan Tiara pun merasa berdua sangat bahagia sekali dengan kehamilan mereka berdua.


" Daniel aku tidak pernah menyangka jika kehamilan ini akan membuat kamu bahagia, aku takut sekali jika kamu sampai meninggalkan aku."


Daniel memegang tangan Tiara.


" Untuk apa aku harus meninggalkan mu Tiara, seangkatan kamu yang sedang mengandung anak pertama ku."


Mereka berdua masuk ke dalam mobil.


" Yasudah sekarang bagaimana jika kita berdua bertemu dengan Ayah dan Ibu ku, kita bicarakan secara baik-baik sebelum membicarakan ini semua dengan keluarga mu yaa."


Daniel samping memejamkan mata nya dia harus menyiapkan diri untuk bisa bertemu dengan orang tua Tiara.


Karena ini memang kabar bahagia tapi tidak di saat yang tidak membahagiakan.


Tiara hamil di sebelum adanya pernikahan.


" Baiklah Tiara, apapun yang di katakan oleh orang mu aku akan siap menanggung nya. Mereka hanya boleh marah kepada ku, mereka tidak boleh sampai menyakiti mu."


Daniel menyalakan mesin mobil dia akan bertemu dengan orang tua nya.


Tiara memainkan handphone dan ternyata postingan nya menjadi tranding topik di media sosial.


" Wah, luar biasa sekali yaa foto ku langsung ramai di komentar dan di share. Para wartawan pun akan mencari tahu tentang kehamilan ku ini, aku tahu ini adalah sebuah aib tapi aku melakukan ini semua agar Lucas dan Bianca merasa sangat terkejut sekali, mereka pasti akan mencari tahu aku yang sudah menikah dengan siapa."


Daniel membiarkan Tiara melakukan apapun yang dia suka, Daniel tidak mau Tiara yang selalu sedih dengan kehidupan nya.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah Tiara, Daniel seketika merasa sangat gugup sekali dia pun sampai berkeringat padahal mobil nya yang ber AC.


Tiara memperhatikan wajah Daniel yang seketika langsung pucat.


" Kamu bisa kan,? tapi wajah mu sangat pucat sekali Daniel seperti kamu kuat untuk mengatakan nya."


Daniel mengatur nafas nya dan dia pun langsung membuka pintu mobil nya.


Tiara juga keluar dari mobil nya dia berlari menghampiri Daniel yang berjalan sangat cepat sekali.


Daniel menekan tombol bell dan Ibu Tari pun membuka pintu tersebut.

__ADS_1


Tiara menundukkan kepalanya dia tidak berani memandangi wajah ibunya.


" Tiara dan Daniel, ayo masuk ke dalam."


Daniel memegang tangan Tiara yang ternyata sangat dingin sekali.


" Tiara sekarang wajah mu yang pucat dan tangan mu sangat dingin sekali, kamu baik-baik saja kan? kamu tidak akan sampai pingsan kan Tiara."


Ibu Tari memperhatikan mereka berdua seperti ada yang aneh tidak seperti biasa nya.


" Aku rasanya ingin menangis Daniel, aku takut mereka menyiksa ku."


Tiara yang awal nya menyemangati Daniel dia yang merasa langsung lemas ketika melihat wajah Ayah nya.


" Kalian berdua kenapa berdiskusi di sana, ayo cepat ke sini sebentar lagi kita akan makan siang."


Tonny menghampiri Tiara dan Daniel, untuk mengikuti nya duduk menunggu masakan matang.


" Bagaimana dengan hubungan kalian berdua,? Baik-baik saja kan?."


Tiara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Ayah nya.


" Hmmmm, Pak Tonny sebenarnya kedatangan kita berdua ke sini ingin membicarakan sesuatu tentang hubungan kita berdua."


" Bu, cepat ke sini Danjen seperti nya ingin bicara serius tentang hubungan nya dengan Tiara."


Ibu Tari sampai berlari dari dapur dan mematikan kompor dia yang sedang memasak.


Melihat kedua orang tua Tiara yang sudah berkumpul Daniel pun memberanikan diri untuk bicara.


" Ini adalah kesalahan kita berdua, tapi jika Bapak dan Ibu ingin marah. Lampiaskan saja dengan saya, karena saya yang melakukan nya."


Kedua orang tua Tiara merasa semakin binggung dan Tiara mengeluarkan foto USG kehamilan nya.


Kedua orang tua Tiara merasa sangat terkejut sekali ketika melihat foto USG tersebut.


Dengan tangan yang bergetar Tonny mengambil nya.


" Saya akan bertanggung jawab, saya akan segera menikah secepatnya dengan Tiara."


Tiara pun langsung menangis dia merasa sangat bersalah sekali.

__ADS_1


" Apakah kamu benar akan menikah dengan Tiara,? jika sampai kamu tidak mau bertanggung jawab saya tidak akan pernah membiarkan kamu hidup di dunia ini. Tiara adalah anak perempuan saya satu-satunya, kamu sudah melakukan hal yang sangat tidak menyenangkan sekali."


Tiara melihat Ibu nya sampai menagis histeris Tiara memberanikan diri untuk untuk menghampiri ibunya.


" Maafkan aku Buuu, ibu pasti merasa sangat kecewa sekali dengan aku. Aku minta maaf, aku bukan anak yang baik yang tidak bisa menjaga kehormatan ku."


Tiara pun langsung di peluk erat oleh ibu nya.


" Lihat saja jika sampai kamu kabur, saya akan memberitakan ini. Saya akan mendatangi para wartawan, agar mereka tahu jika kamu bukan lelaki yang bertanggung jawab."


Daniel menundukkan kepalanya dia terima apapun yang di katakan oleh Ayah nya Tiara.


" Tiara sekarang kamu beristirahat di kamar nya, kamu harus menjaga kehamilan mu. Karena bayi yang ada di dalam kandungan mu itu tidak bersalah."


Tiara mengikuti apa yang di katakan oleh Ibunya, tapi Tiara merasa sangat sedih sekali harus melihat Daniel yang terus menerus di sudut kan oleh Ayah nya.


Tiara takut Daniel menjadi berubah, Daniel menjadi pergi meninggalkan nya karena sakit hati dengan sangat Ayah nya.


Tiara memilih untuk kembali dia merasa tidak tega melihat Daniel.


" Jika Ayah terus saja marah dengan Daniel, maka aku akan pergi bersama dengan Daniel. Aku tidak akan lagi kembali ke rumah, karena aku takut Daniel meninggal kan ku."


Tiara memegang tangan Daniel dengan sangat erat sekali.


" Tiara kamu jangan melakukan ini yaa, kamu pergi ke kamar istrirahat ikuti apa yang di katakan oleh Ibu yaa. Aku tidak akan lepas dari tanggung jawab ku, besok aku akan membicarakan pernikahan kita berdua di depan Mama dan Papa."


Tonny memilih untuk pergi dia membiarkan Tiara mengobrol dengan Daniel.


" Benarkah itu Daniel, kamu tidak berbohong kan ?."


Daniel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Tiara.


" Pergilah ke kamar, dan aku akan pulang ke rumah. Aku mempunyai Papa, walaupun Mama tidak menyetujui pernikahan kita berdua aku masih punya Papa, Papa pasti akan ada di samping ku."


Tiara pun mulai percaya dengan perkataan Daniel.


" Aku pulang dulu yaa, kamu baik-baik di rumah yaa. Secepatnya aku akan kembali, dan kita berdua akan selalu bersama."


Daniel meninggalkan Tiara dia langsung pergi dari rumah Tiara.


Daniel tidak menyangka jika akhirnya dia bisa bersama dengan Tiara walaupun dengan jalan yang salah.

__ADS_1


Daniel lebih memilih untuk pulang ke Apartemen nya, dia ingin memenangkan pikiran dan perasaan nya.


__ADS_2