
Daniel merasa sangat emosional sekali ketika Bianca yang seperti mengetahui semuanya, Daniel merasa jika dan Tiara di incar oleh Bianca.
" Daniel, apakah benar Bianca tidak akan menceritakan semuanya kepada Lucas jika sampai Iyah pandai sekali dia menyimpan rahasia."
Daniel pun terdiam ketika mendengar perkataan Papa nya dia langsung masuk ke dalam mobil.
" Aku merasa sangat pusing sekali, di saat aku harus memikirkan bagaimana caranya memberitahu Mama tentang hubungan ku dengan Tiara dan sekarang perusahaan kita yang tercantum di miliki oleh Sebastian."
Benny tidak bisa melakukan apapun karena dia memang tidak punya uang sebanyak itu untuk bisa membayar hutang-hutangnya.
" Kita sudah tidak punya apa-apa lagi Daniel, sekarang kita harus ikhlas kan perusahaan itu di miliki oleh Sebastian."
Benny dan Daniel kembali ke kantor nya sedangkan Lucas yang malah bermesraan dengan Bianca.
" Bianca aku ingin membantu Papa ku, aku ingin bisa membayar hutang - hutang Papa ku kepada Papa kamu dari hasil kerja keras ku jika penjualan produk sepatu yang aku buka meledak di pasaran."
Bianca langsung melepaskan pelukan erat nya.
" Apakah kamu yakin,? Kamu sangat baik sekali ternyata."
Bianca tersenyum manis kepada Lucas.
" Aku pun mempunyai hati nurani aku tidak sejahat itu yaa."
Bianca pun langsung menarik tangan Lucas untuk bisa bertemu dengan Ayah nya.
__ADS_1
" Kita bicarakan dengan Ayah, dia pasti akan memberikan keringanan untuk kamu."
Bianca dan Lucas kembali masuk ke dalam ruangan dan Sebastian merasa sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan mereka berdua.
" Ada apa kalian berdua kembali datang ke sini."
Bianca melirikan mata nya kepada Lucas.
" Begini Om Sebastian, sekarang aku merasa penghasilan ku sudah lumayan. Aku ingin sekali bisa melunasi hutang Papa saya, jika produk sepatu yang saya buat meledak di pasaran saya akan membayar untuk hutang Papa saya tanpa sepengetahuan Papa."
Sebastian begitu sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Lucas.
" Saya dengan bantuan Bianca, akan ingin membuat perusahaan Papa saya kembali normal dan setelah itu kita berdua kembali ke perusahaan Bianca karena saya sudah merasa sangat nyaman bekerja di sana."
" Saya merasa sangat bangga sekali mempunyai calon menantu seperti kamu, sangat senang sekali."
Lucas hanya bisa mendukung kepalanya saja ketika Sebastian menuju nya.
" Kamu tidak usah membayar nya secara langsung, kamu bisa mencicil nya dari gajih bulanan mu saja."
Lucas langsung mengangkat kepalanya.
" Om tidak membatasi waktu pembayaran nya,? "
Sebastian menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Saya ingin perusahaan itu menjadi milik mu Lucas kamu yang menjadi pemimpin nya, karena kemampuan kamu lebih tinggi dari Daniel."
Bianca merasa sangat senang sekali mendengar nya.
" Terimakasih banyak Ayah."
Bianca memeluk erat Ayah nya.
" Yasudah lebih baik sekarang kalian berdua pergi untuk melakukan pemotretan yaa, Ayah berharap kalian berdua bisa sukses dengan usaha kerja keras kalian berdua."
Bianca dan Lucas pun keluar dari ruangan Sebastian, Bianca yang kelihatan sangat senang sekali.
" Aku akan mengirim pesan kepada Mama untuk menyimpan makan malam yang spesial karena akan ada calon menantu yang datang."
Bianca langsung tersipu malu-malu mendengar nya.
" Apakah aku adalah calon menantu idaman yang mungkin saja akan selalu bertengkar dengan Kakak ipar perempuan? Haha aku merasa hidup ku akan sangat berwarna jika aku dan Tiara di persatuan dalam satu meja makan."
Lucas merangkul mesra Bianca.
" Hapus rasa cemburuan mu itu yaa, aku tidak akan pernah tergoda dengan Tiara. Sekarang aku hanya fokus pada wanita yang ada di hadapan ku ini, hanya Beryl Bianca."
Bianca melihat Lucas yang begitu sangat serius sekali mengatakan nya membuat Bianca merasa sangat percaya kepada Lucas.
Bianca dan Lucas kembali ke kantor nya, mereka yang sebenarnya sangat sibuk sekali tapi masih saja bisa bermesraan setiap waktu sibuk mereka.
__ADS_1