
Keesokan harinya Tiara merasa sangat mual sekali pagi-pagi dia sudah terbangun dari tidurnya.
Daniel yang masih tertidur pulas di tidak mengetahui jika Tiara yang sudah tidak ada di samping nya.
Tiara memandangi wajah nya di cermin.
" Tiara dengan kehamilan ini kamu harus bisa lebih kuat lagi dalam menghadapi kehidupan mu, kamu akan mudah masuk dalam keluarga Daniel tapi kamu tidak akan mudah untuk bisa menjadi anggota keluarga nya."
Daniel mencoba untuk memeluk Tiara tapi ternyata Tiara yang tidak ada di samping nya.
" Kemana Tiara, kenapa di tidak ada yaa."
Daniel pun langsung terbangun dari tidurnya, dia mencari keberadaan Tiara.
Yang ternyata sedang berada di kamar mandi.
" Tiara kamu baik-baik saja kan,? Kamu muntah-muntah lagi yaa?."
Tiara hanya terdiam saja karena dia merasa sangat pusing sekali.
__ADS_1
" Hari ini aku tidak akan bekerja yaa, hari ini aku akan mengantarmu ke rumah sakit."
Daniel membawa Tiara untuk tidur kembali, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Tiara.
" Daniel, mulai hari ini dan seterusnya aku harus menjadi wanita yang kuat. Karena di balik kebahagiaan yang aku dapatkan sekarang, aku harus bisa menahan rasa sakit ketika nanti berada di dalam keluarga mu."
Mata Daniel sampai berkaca-kaca dia pun merasa memang tidak mudah untuk bisa berada di posisi Tiara.
" Kamu yang kuat yaa, aku yakin sekali kamu bisa yaa sayang. Karena aku akan selalu ada di samping mu, aku akan selalu menjaga mu."
Tiara memeluk erat Daniel dia menangis di pelukan Daniel.
" Terimakasih banyak Daniel, kamu yang masih mau mempertahankan hubungan kita yaa. Walaupun mungkin nanti kamu harus bermusuhan dengan adik dan orang tua mu, semua kamu lakukan demi aku."
" Jangan pernah membuat aku kecewa, karena kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku."
Tiara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.
" Aku tidak akan pernah membuat kamu kecewa Daniel, aku akan selalu setia bersama dengan mu."
__ADS_1
Daniel mencium kening Tiara dengan penuh perasaan.
" Yasudah yaa sekarang kamu tidur kembali yaa, ini masih jam 4 pagi. Nanti jam 8, kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan yaa."
Tiara mengikuti apa yang di katakan oleh Daniel, Tiara berjanji akan selalu setia menemani Daniel.
Daniel menarik selimut nya dia melihat Tiara yang sudah memejamkan mata nya, Daniel kembali mencium kening Tiara.
" Aku sangat mencintaimu Tiara Lestari."
Melihat Tiara yang sudah tertidur pulas kembali, Daniel pun langsung duduk di sofa dia mengambil handphone nya untuk mengirimkan pesan kepada Papa nya.
* Papa, besok pagi aku tidak bisa masuk kerja. Aku akan mengantarkan Tiara ke Dokter Specialis Kandungan, karena Tiara yang mual dan muntah*
Daniel berharap jika pesan nya ini tidak sampai di baca oleh Mama nya.
" Jika sampai pesan ini di baca oleh Mama, yasudah memang seharusnya Mama mengetahui apa yang sudah aku rahasia kan."
Daniel memilih untuk memainkan handphone dari pada dia tidur, karena jika dia tidur maka pasti akan kesiangan.
__ADS_1
" Lucas dan Bianca, mungkin kalian pikir aku akan melerakan kalian berdua menikah. Mungkin kalian berdua berpikir jika aku akan mengalah untuk kalian berdua hanya karena belum pernah mengenal kekasih hati ku, tidak akan yaa kalian berdua akan mendapatkan kejutan di saat aku memperkenalkan Tiara Lestari sebagai calon istri ku bahkan dia sedang mengandung buah hati cinta ku."
Daniel tersenyum puas dia membayangkan bagaimana ekspresi wajah Lucas dan Bianca ketika melihat Tiara Lestari.