Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *174*


__ADS_3

Keesokan harinya Lucas begitu sangat bersemangat sekali karena dia yang akan bertemu dengan Bianca.


" Hari ini waktu nya untuk aku bersama dengan Bianca, kita habiskan hari-hari kebersamaan kita berdua."


Lucas keluar dari kamar nya dan ternyata bersamaan dengan Daniel, Lucas tidak menyapa Daniel dia langsung turun karena ingin cepat-cepat sarapan pagi.


" Melihat wajah nya dia seperti sedang senang sekali, seperti nya hubungan dengan Bianca semakin dekat."


Daniel merasa sangat senang sekali jika Lucas bisa segera bersama dengan Bianca, membuat hubungan nya dengan Tiara semakin aman.


Lucas melihat Daniel yang duduk di samping nya, dia terus saja memperhatikan Daniel yang semalam mendadak pergi begitu saja.


Suasana sarapan pagi yang sangat sepi sekali, tidak ada mau memulai obrolan.


" Mam, aku pergi sekarang yaa. Hari ini aku harus pergi ke produksi, aku akan meluncurkan produk sepatu olahraga terbaru."


Lucas bersalaman dengan kedua orang tuanya.


" Hati-hati yaa Nak, jangan ngebut-ngebut yaa bawa mobil nya."


Lucas menganggukkan kepalanya dan dia lagi pergi begitu saja tanpa menyapa Daniel sama sekali.


Melihat Lucas yang sudah pergi, Daniel pun mengikuti Lucas.

__ADS_1


" Aku juga pergi duluan yaa."


Daniel berpamitan sambil bersalaman dengan kedua orang tuanya.


" Hati-hati ya Daniel, jangan banyak pikiran fokus pada kendaraan."


Daniel menganggukkan kepalanya ketika mendengar perkataan Mama nya.


Venna merasa jika Daniel sedang mempunyai masalah.


" Apakah Danie sedang menunggu masalah,? kenapa dia membuat Mama sangat hawatir sekali yaa dengan sikap nya yang gampang berubah seperti ini."


Benny mencoba untuk menenangkan pikiran Venna.


" Daniel sudah dewasa, dia pasti bisa menghadapi permasalahan apapun. Daniel adalah anak yang kuat, dia tidak mungkin sampai tidak bisa menyelesaikan permasalah nya."


" Aku merasa sangat bosan sekali, aku ingin pergi ke salon saja."


Venna membersihkan meja makan nya, setelah selesai dia mengambil tas nya dan langsung pergi dari rumah.


" Tiga lelaki tanggung ku, terimakasih banyak telah bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga ini."


Venna masuk ke dalam mobil dia menyalakan mesin mobil nya, untuk menuju ke salon kecantikan langganan nya.

__ADS_1


Di saat perjalanan menuju ke salon kecantikan, Venna lagi memikirkan ke dua anak lelaki nya.


" Untuk Daniel semoga mendapat wanita yang terbaik, wanita dewasa yang bisa mengerti keluarga yang bisa juga menjadi seorang kakak ipar yang terbaik. Sedangkan Lucas, dia sudah meninggal kan wanita yang salah. Semoga saja Lucas bisa mendapatkan wanita pengganti nya yang lebih baik lagi."


Venna berharap jika ke dua lelaki nya bisa mencari wanita yang seperti dia inginkan.


Venna pun akhirnya sampai di salon kecantikan tersebut, ternyata Laura pun ada di tempat yang sama.


Venna langsung menghampiri Laura dia ingin mengucapkan terimakasih kepada kebaikan keluarga Laura.


" Ibu Laura, tidak menyangka sekali Kita bisa bertemu di sini."


Laura dan Venna mereka berdua bersalaman dan duduk bersama.


" Ibu Laura, saya ingin berterimakasih kepada Ibu Laura dan Banyak Sebastian Gunawan yang begitu sangat baik sekali dengan keluarga saya."


Laura tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Venna.


" Terimakasih banyak sudah mau memberikan perpanjangan waktu untuk pembayaran uang perusahaan, dan terimakasih banyak sudah mau menerima kehadiran Lucas di perusahaan milik Bianca."


Laura memegang tangan Venna.


" Bukan kah sifat manusia itu harus saling membantu satu sama lain,? untuk Lucas dia memang sangat bagus sekali dia bekerja dengan baik. Saya menyukai cara kerja Lucas, semoga Lucas bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan Beryl Bianca."

__ADS_1


Laura pun langsung berdiri dia berpamitan pergi kepada Venna, karena Laura yang ternyata sudah mengambil alih salon kecantikan tersebut.


Laura yang mempunyai salon kecantikan tersebut.


__ADS_2