
Bianca merasakan rasa nyaman nya ketika dia mandiri.
" Kenapa aku merasa lebih nyaman tinggal di sini sendiri yaa, dari pada tinggal di rumah."
Bianca merasa sangat malas sekali untuk pergi ke kantor nya, dia mencoba untuk bersikap seperti biasanya saja.
Bianca tidak sarapan pagi dia memilih untuk langsung pergi ke kantor saja, ketika Bianca keluar dari Apartemen dia melihat orang tua Tiara.
Tapi karena Bianca tidak mengenali nya dia hanya tersenyum manis kepada mereka.
Orang tua Tiara pun memperhatikan Bianca.
" Dia sampai cantik sekali yaa, seperti nya dia baru di sini."
Ibu nya Tiara mengagumi kecantikan Bianca.
Bianca pun masuk ke dalam mobil nya, ketika dia mau menjalankan mobilnya dia melihat Tiara yang turun dari taksi dan masuk ke dalam gedung Apartemen.
__ADS_1
" Tiara, sebelum nya aku melihat dia di hotel dan sekarang aku melihat dia di Apartemen. Apa yang sebenarnya terjadi dengan dia nya, apakah dia memang tidak menentu tinggal nya yaa."
Bianca pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke kantor dia mengabaikan Tiara karena menurut nya sangat tidak penting sekali.
Di perjalanan menuju ke kantor nya, Tiara benar-benar menyiapkan dirinya.
" Jika ibu yang lebih percaya terhadap Lucas, aku hanya bisa diam saja sekarang dan mungkin aku yang lebih baik untuk kuliah saja agar aku bisa jauh lebih pintar lagi."
Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya Bianca pun sampai di kantor nya, dia memperhatikan Lucas yang belum datang.
" Jam 7:15, aku sudah berada di kantor."
" Ahhhh, aku merasa sangat malas sekali."
Bianca memainkan handphone nya dia melihat Lucas yang memang foto kebersamaan bersama dengan Tiara.
" Hmmmm, maksud apa ini yaa membuat kecemburuan hah. Sudahlah aku tidak peduli lagi sekarang, aku merasa sangat kesal sekali karena mencintai seseorang yang tidak pernah bisa cinta dengan ku."
__ADS_1
Bianca memilih untuk menyimpan handphone nya kembali, dia duduk di sofa sambil membaca-baca buku tentang bisnis.
Laura melihat Bianca yang ternyata sudah datang dia pun langsung masuk ke ruangan Bianca.
Bianca menyimpan buku nya ketika dia melihat Ibu nya yang duduk di samping nya.
" Maafkan ibu, ibu ingin kamu kembali ke rumah jangan seperti ini. Ibu tidak mau jauh dengan Kamu, kembali ke rumah."
Bianca tersenyum manis kepada Ibunya.
" Aku merasa lebih baik aku kuliah saja, dari. pada di paksa untuk menjaga seorang pemimpin tapi tidak di hargai seperti ini. Aku tahu sekarang Lucas sedang bekerja keras untuk bisa membelikan cincin berlian untuk Tiara, Lucas yang akan bertunangan dengan Tiara."
Bianca memilih untuk keluar dari ruangan nya, dia memilih untuk pergi ke kantin saja karena dirinya yang belum sarapan pagi.
Laura membiarkan Bianca pergi begitu saja, karena dia merasa Bianca yang tidak bisa untuk di paksa bahkan di tahan.
" Bianca dia lebih memilih untuk kuliah dari pada bekerja, apakah ini adalah bentuk dari rasa sakit hati nya kepada ku sampai sia harus memilih hal tersebut."
__ADS_1
Laura seperti tidak bisa berkata-kata lagi, jika Bianca ingin keluar dari perusahaan ini maka dia yang akan mengantikan posisi Bianca.