Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *216*


__ADS_3

Tiara merasa sangat tenang sekali ketika Daniel yang sudah percaya kepada nya, Tiara tidak akan merasa takut lagi jika Raffi sampai mendatangi Daniel.


Tiara menatap wajah Daniel yang tersenyum manis kepada nya.


" Daniel, aku ingin hamil anak mu. Walaupun jika nanti kamu meninggalkan ku aku bisa bersama dengan anak hasil cinta kita berdua, aku sangat ingin menginginkan nya."


Daniel melepaskan pelukan erat nya.


" Tiara, kita harus menikah dulu baru kita mempunyai anak walaupun hubungan kita berdua yang sangat keterlaluan sekali tapi aku tidak mau kamu sampai harus hamil di luar nikah."


Daniel memegang tangan Tiara dan dia mencium tangan Tiara.


" Tapi Daniel, kamu tahu kan Mama kamu yang tidak suka dengan aku ? tapi coba kamu pikirkan jika kondisi ku sedang hamil dia pasti akan menerima kehadiran ku di keluarga kamu. Karena walaupun Mama kamu membenci aku, tapi dia tidak bisa benci dengan anak kita."


Daniel merasa keinginan Tiara sangat memberatkan untuk dirinya.


" Tiara sudah yaa sayang, sekarang lebih baik kita istirahat yaa kamu yang pasti sangat capek dan juga pusing karena banyak menangis."


Daniel mengajak Tiara untuk tidur dan Tiara pun terpaksa mengikuti apa yang di katakan oleh Daniel.

__ADS_1


Daniel menyelimuti tubuh Tiara, tapi Daniel tidak ikut tidur dia masih ingin duduk bersantai di sofa.


Tiara membiarkan Daniel pergi meninggalkan nya, sedangkan dirinya mulai memejamkan mata nya agar bisa beristirahat.


" Selamat tidur Daniel, aku tidur duluan yaa sayang."


Daniel tidak menjawab perkataan Tiara karena dia sedang memegang handphone.


Daniel melihat perusahaan Beryl Bianca memproduksi sepatu olahraga terbaru.


" Apakah ini benar jika Lucas yang merancang nya, dia sangat hebat sekali yaa."


" Aku merasa salut dengan Lucas dan Bianca, mereka berdua seperti nya memang menjadi pasangan bisnis dan juga pasangan hidup."


Melihat foto Lucas membuat Daniel merasa sangat bersalah sekali dengan adik nya itu.


Daniel pun langsung memikirkan bagaimana jika Lucas sampai mengetahui semuanya, apakah dia akan tetap menganggap dirinya sebagai Kakaknya atau sebagai seorang penghianat.


Daniel melihat Tiara yang sedang tertidur pulas dia pun seperti ingin menangis.

__ADS_1


" Aku sangat mencintai Tiara, aku tidak mau kehilangan Tiara. Tapi aku harus mengorbankan Mama dan Lucas, mereka berdua pasti yang paling membenci aku dan mungkin tidak akan lagi mengenal aku."


Daniel menghampiri Tiara, dia mengelus rambut panjang Tiara.


" Jangan pernah menghianati ku yaa, karena terlalu banyak yang aku korbankan demi untuk bisa bersama dengan mu Tiara."


Daniel mencium kening Tiara, dia pun langsung mematikan lampu kamar dan tidur sambil memeluk erat tubuh Tiara.


Tiara mendengar suara perkataan Daniel, dia hanya berpura-pura tidur saja.


Tiara masih saja mengingat perkataan Raffi.


" Aku bisa membuat Daniel percaya dengan perkataan ku, tapi Lucas aku tidak mungkin bisa membuat Lucas percaya dengan perkataan ku dan Lucas pasti akan lebih percaya pada Raffi."


Ucap Tiara di dalam hati nya, dia melihat Daniel yang sudah tertidur pulas.


" Ternyata dia yang capek bukan aku, tidur yang nyenyak yaa."


Tiara mencium kening Daniel dia beranjak dari tempat tidur nya, Tiara mencoba untuk membuat teh hijau panas untuk nya.

__ADS_1


Tiara merenung kehilangan akan seperti apa di saat banyak nya kebohongan yang dia sembunyikan dari Daniel.


__ADS_2