Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (151)


__ADS_3

Lucas merasa sekarang keluarga nya yang memaksa kan dirinya untuk bisa melakukan hal yang tidak dia harapkan.


" Di saat hubungan ku sedang tidak baik-baik saja dengan Tiara, mereka seakan menginginkan ku untuk bisa bersama dengan Bianca."


Lucas sampai memegang kepala nya dia tidak mengerti kenapa mereka yang begitu jahat kepada nya.


" Sekarang aku yang di paksa untuk bisa bersama dengan Bianca, hanya untuk melunasi hutang keluarga ku. Ini sangat membuat ku sakit, mereka seperti tidak memperdulikan perasaan ku."


Di saat jam makan siang Lucas memilih untuk tidak keluar dari ruangan nya, rasa laparnya menghilang begitu saja sekarang yang dia pikirkan adalah keegoisan keluarga nya.


" Sekarang bukan hanya Mama saja tapi Papa dan Kak Daniel pun mulai memaksa ku, jika aku bersama dengan Bianca aku hanya berpura-pura saja karena sedikit pun aku tidak mempunyai perasaan terhadap Bianca."


Bianca yang baru saja keluar dari ruangan nya, dia melihat Lucas yang masih ada di dalam ruangan nya.


" Apa yang sekarang sedang dia pikirkan, apakah tentang Tiara atau pinjaman orang tua nya. Aku tidak mau ikut campur dalam urusan ini, karena ini memang bukan urusan ku."


Bianca memilih untuk pergi makan di luar, dia memilih Restoran di sebrang kantor nya karena Bianca yang tidak mau terlalu jauh.

__ADS_1


Bianca masuk ke dalam mobil nya, dia pun mulai menjalankan mobil tersebut.


Di saat Bianca yang sedang menikmati makan siang dengan tenang, suasana di perusahaan Benny Irawan sedang gugup menunggu kedatangan Sebastian Gunawan.


Benny dan Daniel pun sudah menunggu di ruangan tertentu yang sudah di siapkan untuk kedatangan Sebastian Gunawan.


Sebastian Gunawan pun akhirnya sampai di depan perusahaan besar tersebut.


" Sebentar lagi perusahaan ini akan menjadi milik Bianca, keluarga yang sudah menolak perasaan Bianca akan berkerja di bawah kepimpinan Bianca."


Samping akhirnya Sebastian pun sampai di depan ruangan tersebut dia mengetuk pintu dan Daniel yang membukakan nya.


Sebastian pun masuk tapi dia tidak mendapatkan senyuman dari Benny ataupun Daniel.


Mereka berwajah serius ketika melihat dirinya.


" Kenapa wajah kalian berdua sangat serius sekali yaa, maksud ku datang ke sini memang untuk menanyakan bagaimana dengan pembayaran uang tersebut tapi aku yang meminjam nya loh. Kenapa wajah kalian seperti itu yaa kepada ku, membuat aku jadi takut."

__ADS_1


Bahkan Sebastian tidak melihat ada minuman di meja untuk dirinya yang sebenarnya sangat haus sekali.


" Begini Pak Sebastian, bagaimana jika kita membicarakan tentang hubungan Bianca dan Lucas. Kita mengetahui jika Bianca yang sangat baik sekali bisa membantu perusahaan ini, dan seharusnya Lucas bisa membalas kebaikan Bianca kepada perusahaan ini."


Daniel memberanikan diri untuk bisa berbicara seperti itu di depan Sebastian.


" Ini tidak akan ada hubungan nya dengan uang yang kami pinjam, kami pasti akan membayar nya tapi tolong berikan kami waktu untuk bisa melunasi nya."


Sebastian merasa apa yang di katakan oleh Daniel itu tidak sangat tidak menyambung sekali dia membicarakan Lucas dan Bianca hanya untuk ingin bisa mendapatkan keringanan untuk pembayaran hutang nya.


" Lucas itu tidak mempunyai perasaan terhadap Bianca, dia tidak mencintai Bianca. Jadi saya tidak mau memaksakan hubungan mereka berdua hanya kalian berdua yang ingin mendapatkan kembali perusahaan ini dengan gratis dan di bayar oleh Lucas."


Daniel tidak menyangka jika Sebastian bisa berbicara seperti itu kepada dia dan Papa nya.


" Jangan menjadi orang dan kakak yang jahat, yang ingin memanfaatkan Lucas. Kalian ingat yaa jika perusahaan ini sudah milik Bianca, Lucas yang akan menjadi tulang punggung di keluarga kalian."


Dengan penuh emosional Sebastian pun keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2