Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 32.


__ADS_3

Beryl pulang dari sekolah dia melihat Ayah dan Ibu nya yang sedang mengobrol. Beryl pun memilih untuk duduk di samping Ayah nya, wajah Beryl kelihatan sangat sedih sekali.


" Ayah bisakah Ayah membantu perusahaan milik Ayah teman ku ini,? aku merasa sangat kasihan sekali Ayah melihat nya."


Sebastian merasa bingung perusahaan milik siapa yang di maksud Putri nya itu.


" Perusahaan milik Ayah teman mu itu siapa,? apakah perusahaan Benny Irawan?."


Beryl menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Laura semakin merasa jelas jika Beryl memang kelihatan memiliki perasaan terhadap anak nya itu.


" Untuk apa kamu ingin membantu perusahaan milik mereka,? sudah jelas-jelas Papa ingin membeli perusahaan tapi mereka tidak mau."


Beryl melihat rasa kecewa di wajah Ayah nya.


" Apa yang membuat kamu ingin membantu perusahaan milik teman mu ini."


Sebastian menatap wajah Beryl dengan sangat serius sekali.


" Karena aku menyukai salah satu dari anak lelaki nya, aku menyimpan perasaan nya sejak awal masuk sekolah SMA."


Beryl terpaksa harus jujur dengan orang tua nya, karena dia tidak tahu harus mengatakan apa alasan apalagi.


" Dan apakah ini adalah dia yang menyuruh kepada kamu,? dia memanfaatkan kesempatan ini?."


Beryl menggelengkan kepalanya berkali-kali.

__ADS_1


" Tidak, dia tidak tahu jika aku memiliki perasaan terhadap nya. Bahkan dia pun sudah mempunyai kekasih, aku tahu ini sangat bodoh sekali. Mencintai lelaki yang sudah memiliki pasangan, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku ini."


Laura memeluk erat tubuh Beryl, ternyata cinta nya yang bertepuk sebelah tangan.


" Bahkan dia tidak tahu jika aku adalah Anak Ayah, keluarga mereka begitu sangat baik dengan ku. Walaupun mereka tahu nya ada adalah seorang anak guru dari keluarga sederhana, tapi sikap orang tua masih bisa baik dengan ku."


Sebastian memilih pergi untuk memikirkan nya kembali, karena bagaimana pun juga tujuan dia bisnis adalah untuk melihat Istri dan Anak nya bahagia.


Melihat Ayah nya pergi, Beryl pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya juga.


" Aku ke kamar dulu yaa Buu, aku ingin tidur sangat capek sekali."


Laura mengambil handphone nya, dia mencari tahu tentang anak dari keluarga Benny Irawan di media sosial.


" Suami : Benny Irawan , Istri : Venna Melinda. Anak Daniel Raditya Irawan dan Lucas Aditya Irawan."


" Wow, dua-duanya sama-sama tampan yaa. Hmmm tapi ntah mengapa aku merasa lebih suka dengan Daniel di bandingkan dengan Lucas yaa, Lucas yang sudah mempunyai kekasih."


Laura memikirkan bagaimana Beryl yang mempunyai perasaan terhadap Lelaki yang sudah memiliki kekasih, tapi dia tetap ingin membantu perusahaan nya.


Laura merasa Beryl sudah yakin jika dia ingin membuktikan jika dirinya yang akhirnya akan di pilih oleh Lucas.


" Aku hanya menginginkan yang terbaik untuk Beryl, tapi aku merasa Beryl yang memanfaatkan kesempatan ini. Dengan Ayah yang membantu perusahaan milik Lucas, keluarga Lucas akan berhutang budi dengan Beryl dan bisa saja Lucas di paksa untuk bersama dengan Beryl. Ini kelihatan nya sangat menyeramkan sekali sih, tapi kembali lagi yang penting Beryl bahagia."


Laura mencoba untuk mendekati suaminya yang sedang duduk memikirkan Bianca.


" Ayah, ibu tahu ini sangat sulit sekali. Tapi kembali lagi demi kebahagiaan Beryl, lagi pula Ibu yakin uang untuk kerjasama itu lebih kecil di bandingkan dengan uang untuk bisa membeli perusahaan tersebut."

__ADS_1


Laura mencoba untuk merayu suaminya.


" Ibu sudah membaca profil lengkap tentang ke dua anak lelaki nya itu yang pertama bernama Daniel Raditya Irawan dan yang ke dua itu Lucas Aditya Irawan. Daniel dia kuliah bisnis di luar negeri loh Pap, walaupun ke dua anak lelaki nya sangat tampan dua-duanya tapi pendidikan nya pun sangat bagus."


Sebastian Gunawan pun memegang erat tangan istrinya.


" Aku tidak mau berkerja sama tapi aku hanya ingin meminjam uang saja kepada perusahaan mereka, jika mereka tidak mampu membayarnya maka perusahaan itu akan menjadi milik Beryl Bianca."


Sebastian pun langsung pergi dia berniat untuk bisa bertemu dengan Benny Irawan tapi melihat di luar hujan deras sekali membuat Sebastian seketika merasa malas sekali.


Akhirnya Sebastian memutuskan untuk bertemu dengan Beryl di kamar nya.


Sebastian mengetuk pintu kamar Beryl.


" Masuk saja Bu tidak di kunci."


Beryl menyangka jika Ibu nya tapi ternyata Ayah nya.


" Kenapa kamu harus menangis seperti ini,? baiklah Papa lebih akan meminjamkan uang dalam jangka waktu yang Papa tentukan. Papa tidak mau berkerja sama dengan perusahaan nya itu hanya membuat kerugian besar kepada Papa, jika sampai mereka tidak bisa membayar nya maka perusahaan itu kamu yang akan menjadi CEO nya."


Beryl tidak percaya dengan perkataan Papa dia seperti mimpi.


" Besok Papa akan mendatangi langsung ke rumah baru nya, karena rumah mewah yang dulu sudah di sita."


Beryl pun langsung memeluk erat Papa nya dia begitu sangat bahagia sekali mendengar nya.


" Terimakasih banyak Papa, aku sayang Papa."

__ADS_1


Melihat Beryl bahagia membuat Sebastian merasa bahagia.


__ADS_2