
Selesai sarapan pagi Bianca bergegas pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, dia tidak mau melihat hasil pemotretan Lucas dan model cantik dan seksi itu.
Lucas di larang Laura untuk mengejar Bianca.
" Biarkan saja Bianca memang seperti itu, sudah lanjutkan saja sarapan pagi mu."
Bianca berharap Lucas mengejarnya tapi kenyataannya tidak.
" Lucas, kenapa dia tidak mengejar ku yaa. Ini sangat keterlaluan sekali, Lucas yang seperti nya memang lebih senang bersama dengan model cantik dan seksi."
Bianca menjalankan mobilnya dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
Bianca seperti akan meluapkan semua emosi nya di dalam kantor.
Di saat Bianca yang sedang di perjalanan menuju ke kantor nya, Laura dan Lucas mereka berdua bersiap untuk pergi.
" Ayo Lucas, semakin cepat semakin baik."
Laura berpamitan dengan suaminya dan mereka berdua pun langsung pergi.
Melihat Lucas dan Laura yang sudah pergi.
Sebastian memilih untuk menemani Bianca di kantor nya.
" Aku menghawatirkan Bianca, semoga Bianca baik-baik saja."
Sebastian pun berjalan menuju ke mobil nya dia berniat untuk pergi ke kantor Benny Irawan.
Bianca sampai dengan cepat di kantor nya, pandangan mata yang sangat tajam sekali dia berjalan cepat menuju ke ruangan nya.
Daniel yang kebetulan sudah datang dia melihat Bianca yang tidak seperti biasanya.
" Kenapa dengan nya, seperti nya sedang terjadi sesuatu di kehidupan nya."
Bianca memutuskan untuk tidak langsung masuk ke dalam ruangan nya, dia berjalan melihat para pegawai nya.
" Lihat saja jika sampai aku melihat ada yang telat datang ke kantor, habislah dia sebagai pelampiasan ku hari ini."
Daniel menghampiri Bianca yang berdiri di depan pintu ruangan para karyawan nya.
" Apa yang sedang kamu lakukan di sini,? Tidak seperti biasanya."
Bianca membalikkan badannya ketika mendengar suara Daniel.
__ADS_1
" Aku ingin menerapkan kedisiplinan, jika ada yang selalu telat masuk kerja dia harus mendapatkan teguran."
Daniel tersenyum manis ketika mendengar perkataan Bianca.
" Haruskah kamu melakukan hal seperti itu,? hanya membuang-buang waktu mu saja."
Bianca tidak mempedulikan perkataan Daniel dia tetap saja diam di depan pintu sambil melihat jam yang ada di tangan nya.
Bell di mulai untuk bekerja pun berbunyi, Bianca langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Saya berharap besar kalian selalu seperti ini yaa, masuk kerja tetap waktu tidak terlambat."
Para karyawan melihat sikap Bianca yang tidak seperti biasanya, mereka pun kompak menganggukkan kepalanya di hadapan Bianca.
Bianca masuk ke dalam ruangan nya dan ternyata ada Ayah nya yang sedang duduk.
" Apa yang sedang ayah lakukan di sini,?
Bianca tidak menyangka jika Ayah sampai memilih untuk menemaninya bekerja.
" Ayah peduli, Ayah tidak mau kamu sampai marah-marah sendiri apalagi sampai melampiaskan kekesalannya kepada para karyawan. Ayah tidak mau yaa Bianca itu terjadi, Ayah mengenal kamu Bianca."
Bianca merasa sangat malu sekali ketika Ayah nya bicara seperti itu kepada dirinya.
" Ya, aku merasa cemburu melihat Lucas bersama dengan model cantik dan seksi. Karena masa lalu Lucas bersama dengan model yang seperti itu, aku tidak mau pernikahan ku sampai batal hanya karena penghianat seperti ini."
" Percayalah Lucas tidak akan seperti itu yaa, Lucas akan setia dengan mu. Karena dia mengetahui jika kamu yang jauh lebih baik dari Tiara, sudah lah jangan berpikiran berlebih-lebihan yaa ingat sebenar lagi kamu akan menikah. Jangan sampai rasa cemburu kamu menjadi batalnya pernikahan kalian berdua, jangan pernah memanfaatkan kesabaran Lucas."
Bianca terdiam mendengar perkataan Ayah nya, di saat dia yang sekarang sedang cemburu kepada Lucas tapi Bianca juga merasa sangat penasaran sekali dengan hasil pemotretan tersebut.
Bianca duduk di kursi nya dan mencoba untuk fokus pada pekerjaan, Sebastian melihat hasil pekerjaan Bianca.
Sebastian mengambil hasil pekerjaan Bianca ke luar ruangan, dia ingin menunjukkan kepada Benny dan Daniel.
Sebastian mengetuk pintu dan dia langsung masuk, kedatangan Sebastian membuat Benny dan Daniel merasa sangat terkejut.
" Saya hanya ingin memberitahu hasil pekerjaan Bianca seminggu menjadi pemimpin di sini, di bantu juga oleh Lucas."
Sebastian menunjukkan kemajuan yang sedikit lebih baik.
" Membaik yaa, Bianca hanya sementara berada di perusahaan ini. Dan semoga kalian berdua bisa bekerja lebih baik lagi yaa, lebih baik dari sebelumnya."
Daniel memikirkan bagaimana jika perusahaan kembali tumbang di saat kepergian Bianca.
__ADS_1
" Bianca boleh pergi dari perusahaan ini, tapi Lucas tetap berada di sini."
Daniel mulai menyadari kemampuan Lucas.
" Tidak, Lucas akan selalu bersama dengan ku."
Bianca mendengarkan dari balik pintu.
" Aku dan Lucas mempunyai perusahaan yang masih berkembang tapi kita berdua mencoba untuk membuat perusahaan itu maju."
Bianca masih merasa sakit hati dengan perkataan Daniel yang merendahkan pendidikan nya.
" Aku dan Lucas tidak berpendidikan tinggi, jadi silahkan kamu saja yang menjadi pemimpin perusahaan ini. Karena kembali lagi jika kamu itu adalah anak pertama, anak yang lebih banyak warisan nya."
Bianca mengambil berkas pekerjaan dari tangan Daniel, dan Daniel merasa jika Bianca yang semakin keterlaluan.
Melihat Bianca pergi, Daniel pun mengikuti Bianca.
" Sudahlah Daniel, kamu tidak boleh emosional dengan Bianca. Ingat dia itu adalah calon adik ipar mu yang bisa menjadikan kita kembali bangkit, kamu harus bisa sabar menghadapi nya."
Daniel merasa jika dia dan Tiara tidak akan pernah bisa akur dengan Bianca.
" Aku merasa dia sangat keterlaluan sekali, percuma saja Lucas menikah dengan nya. Lucas pasti tidak akan memiliki apapun, karena Bianca lebih suka berkuasa seperti itu."
Benny mencoba untuk menenangkan Daniel.
" Kamu harus sabar Daniel, semoga secepatnya Bianca pergi dari perusahaan dan Papa akan menyerahkan perusahaan ini sepenuhnya kepada kamu."
Daniel merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Papa nya.
" Papa akan memberikan perusahaan untuk ku,? atas nama ku sepenuhnya? Tidak di bagi dua dengan Lucas?."
Daniel kelihatan sangat bahagia sekali.
" Tidak, Papa akan memberikan untuk mu saja. Karena Lucas dia pasti akan di berikan perusahaan oleh mertua nya Sebastian, kehidupan Lucas dan Bianca serta anak nya nanti pasti sudah terjamin jadi Papa tidak akan merasa hawatir."
Daniel langsung memeluk erat tubuh Papa nya.
" Terimakasih banyak Papa, sangat baik sekali dan aku berjanji aku membuat perusahaan ini menjadi perusahaan yang maju."
Tanpa sepengetahuan mereka berdua Sebastian mendengar perkataan mereka.
Sebastian hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali.
__ADS_1
" Andai kan mereka berdua tau jika yang membayar hutang perusahaan adalah Lucas, jika Daniel ingin memiliki perusahaan ini dia harus membayar uang pengganti nya."
Sebastian merasa sangat kasihan sekali dengan Lucas yang di manfaatkan oleh Kakak dan Papa nya.