
Lucas sampai di kantor nya wajah nya begitu sangat kusut sekali sehingga membuat nya memilih untuk langsung masuk ke dalam ruangan nya.
Bianca yang baru saja masuk ke ruangan dia memilih untuk fokus pada pekerjaan, dia yang sudah tidak memperdulikan Lucas.
Tapi Bianca melihat Lucas yang seperti sedang membuang sesuatu ke dalam tempat sampah di depan ruangan nya, Lucas melemparkan sesuatu dengan sangat emosional sekali.
" Apa yang di buang oleh Lucas yaa, padahal di dalam ruangan nya pun ada tempat sampah."
Bianca yang merasa sangat penasaran dia pun keluar dari ruangan nya, dan melihat tidak ada orang yang memperhatikan nya dia pun langsung mengambil kotak berwarna pink.
" Seperti ini adalah kotak cincin deh, kenapa Lucas sampai harus membuang cincin ini yaa."
Bianca masuk kembali ke ruangan nya dia menutup rapat pintu ruangan dan membuka kotak pink tersebut.
Bianca merasa sangat terkejut sekali sebuah cincin berlian yang sangat indah sekali.
" Wah cincin nya sangat indah sekali yaa, aku pun baru melihat sudah sangat suka. Seperti nya Tiara menolak cincin berlian ini, mungkin dia ingin cincin berlian yang lebih mahal."
Bianca begitu sangat menyukai nya, cincin berlian berwarna putih tersebut.
" Aku coba pakai ahhh, seperti cocok di jari manis ku."
Bianca memakai nya dan langsung melepaskan nya kembali.
__ADS_1
" Lebih baik aku simpan cincin berlian di laci kerja ku ini, mungkin suatu waktu Lucas mencari nya kembali aku akan memberikan nya karena sangat sayang sekali cincin berlian di buang ke tempat sampah."
Bianca berpura-pura kembali untuk berkerja tapi dia seketika saja ingin bertemu dengan Ayah nya.
" Kenapa aku mendadak ingin bertemu dengan Ayah yaa, rasa ini tiba-tiba saja muncul."
Bianca pun mengambil handphone nya dia mengirimkan pesan kepada Ayah nya.
* Ayah aku mendadak ingin bertemu dengan Ayah, aku sekarang pergi ke kantor Ayah yaa*
Sebastian yang memang sangat membutuhkan Bianca, karena Asisten pribadi yang tidak masuk karena Sakit dia pun merasa sangat tertolong sekali ketika membaca pesan masuk dari Bianca.
* Iya sayang, datanglah ke kantor Papa sekarang juga yaa Papa menunggu mu*
* Baiklah Papa aku akan datang sekarang juga yaa*
" Bianca, kamu mau pergi ke mana,? bukan kah hari ini kamu sangat sibuk sekali."
Bianca tersenyum tipis kepada ibunya.
" Jika perusahaan ini sepenuhnya di tanggung jawab kan kepada ku, aku pasti akan bertanggung jawab atas semuanya. Tapi jika ibu yang masih masuk ke dalam perusahaan ini dan mengatur semuanya nya, silahkan saja untuk yang bertanggung jawab terhadap semuanya."
Bianca langsung keluar dari ruangan dan dia melihat Lucas.
__ADS_1
" Ikuti apa yang di perintahkan oleh Ibu Laura yaa, mungil mulai besok aku lebih memilih untuk berada di perusahaan Ayah ku."
Setelah mengatakan semua kepada Lucas, Lucas menjadi mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Bianca.
Kenapa sikap Bianca yang tiba-tiba saja langsung berubah menjadi seperti ini.
" Bianca sepatu nya dia merasa sangat kecewa sekali dengan Ibu Laura, karena ibu Laura yang mengatur semuanya. Semoga saja Ibu Laura mau menyadari nya, dan meninggalkan perusahaan untuk bisa di pegang oleh Bianca sepenuhnya."
Lucas kembali masuk ke dalam ruangan dia mencuci wajah sampai beberapa kali supaya membuat nya sedikit lebih segar.
Lucas pun mencoba untuk fokus pada pekerjaan tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya sekarang.
Lucas sengaja membuang cincin berlian tersebut sehingga membuat lupa dengan apa yang sudah dia lakukan hari ini.
Lucas merasa sangat kecewa sekali dengan Tiara, dia juga melihat tidak ada pesan yang masuk dari Tiara untuk permintaan maaf nya atau alasan kenapa dia tidak bisa datang ke Restoran.
Perkataan Bianca tidak membuat Laura menjadi berpikir untuk keluar dari perusahaan nya itu, dia malah memanfaatkan kesempatan Bianca tidak ada di kantor untuk menghampiri Lucas agar mau meneruskan gambar nya.
Laura benar-benar menginginkan produk sepatu olahraga itu segera di buatkan oleh para karyawan produksi nya.
Karena Laura begitu sangat yakin sekali produk tersebut akan sangat laris di pasaran, Laura benar-benar tidak memikirkan perasaan Bianca.
Di pikirkan nya bagaimana caranya agar perusahaan ini segera maju dan menjadi sukses dengan sangat cepat agar Bianca bisa lebih cepat menikmati keuntungan yang fantastis dari hasil perusahaan nya ini.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah keluar dari perusahaan ini, sebelum perusahaan ini mengalami kesuksesan yang luar biasa."
Laura begitu sangat yakin sekali dengan kemampuan nya dan kerja sama nya dengan Lucas bisa membuat perusahaan ini cepat maju dan sukses.