Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #314#


__ADS_3

Tiara melihat jam di handphone nya, dia yang harus segera pergi.


" Aku tidak bisa menginap, Mutiara pasti akan mencari ku jika dia mau tertidur."


Tiara pun langsung beranjak dari tempat tidur nya, dan membuat Raffi sampai terbangun.


" Tiara, ini sudah jam 10 malam apakah kamu serius akan pulang? Mungkin sudah tidak ada taksi."


Tiara pun langsung terdiam ketika dia yang sudah memakai pakaian nya dengan Raffi.


" Raffi, aku mohon antarkan aku pulang. Aku merasa sangat bersalah sekali dengan Daniel, jika aku tidak pulang maka Daniel akan curiga terhadap ku."


Raffi pun mengambil baju nya, dia bersiap-siap untuk pergi mengantar Tiara.


" Terimakasih banyak Raffi."


Mereka berdua pun langsung pergi dari kamar hotel tersebut, Tiara terus saja mengingat Mutiara.


" Aku hawatir Mutiara yang terus menerus menangis karena dia tidak bisa tidur jika tidak di peluk oleh aku, aku lupa jam tidur Mutiara itu jam 8 malam."


Tiara juga melihat banyak nya panggilan telephone yang tidak terjawab dari Daniel.


" Seperti nya Mutiara sudah tidur, dia tidak mungkin terus saja menagis sampai malam seperti ini."


Raffi merasa sangat kasihan melihat Tiara.


" Besok aku akan mengirimkan mobil yang kamu inginkan, aku akan langsung mengantarkan nya ke Apartemen Verra. Agar suami tidak curiga, bilang saja kamu mencicilnya dari uang pekerjaan mu."


Raffi tidak main-main dia langsung membelikan mobil kepada Tiara.

__ADS_1


" Terimakasih banyak Raffi, kaku sangat baik sekali walaupun aku yang harus membayar mobil tersebut dengan harga diriku sendiri."


Raffi menghapus air mata Tiara.


" Kamu jangan menangis seperti ini yaa, rahasia kita berdua tidak akan pernah terungkap oleh Daniel."


Raffi memberhentikan mobilnya di depan gedung Apartemen Tiara.


" Aku pergi dulu yaa, terimakasih sudah mau mengantarkan ku."


Tiara turun dari mobil nya dia berjalan menuju ke kamar Apartemen nya, Tiara yang sudah memikirkan apa yang akan di lakukan Daniel kepada nya.


Tiara membuka pintu Apartemen nya, dan dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya. Lampu kamar yang sebelumnya mati tiba-tiba langsung menyala.


" Sudah jam berapa ini Tiara,? kamu baru pulang ke rumah? Haruskah berkerja sampai larut malam seperti ini? Sedangkan anak mu menangis histeris mencari keberadaan Ibu nya."


Tiara hanya terdiam saja sambil menundukkan kepalanya karena dia memang merasa bersalah.


" Maafkan aku Daniel, aku mendapatkan pekerjaan yang harus menyita waktu seperti ini. Aku tidak akan mengulangi nya lagi, kamu pulang bekerja aku yang sudah ada di rumah."


Tiara pun memilih untuk pergi ke kamar mandi dia harus membersihkan tubuh nya.


" Sebenarnya pekerjaan apa yang kamu lakukan Tiara, kenapa pikiran ku selalu negatif terhadap mu."


Daniel memilih untuk tidak tidur di kamar, dia melihat untuk tidur di sofa.


Daniel mengambil buku dia memilih untuk membaca buku karena pasti tidak akan pernah bisa tidur kembali.


Tiara keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono putih dan rambut yang basah.

__ADS_1


" Kamu keramas malam-malam,? aku merasa aneh melihat nya."


Tiara semakin merasa takut dia pun mengabaikan perkataan Daniel, dia mengambil baju dan mengering rambut panjang nya.


Daniel terus saja memperhatikan Tiara, dia yang merasa Tiara tidak seperti biasanya.


" Aku tidur duluan yaa, aku sangat lelah sekali."


Setelah mengeringkan rambut Tiara pun langsung tidur sedangkan Daniel memilih untuk keluar dari kamar nya.


Tapi di saat Daniel hendak membuka pintu kamar tiba-tiba saja foto pernikahan mereka berdua yang terjatuh sampai pecah.


Tiara pun langsung terkejut dan menyalakan lampu kamar nya.


Daniel menghampiri untuk mencoba membersihkan nya, tapi di saat Daniel mencoba untuk memisahkan foto dengan pecahan kaca.


Foto mereka berdua menjadi dua.


" Kenapa foto nya menjadi sobek yaa, dan aku memegang foto sendiri sedangkan foto mu yang tertumpuk oleh pecahan kaca yang banyak."


Daniel pun merasa apakah ini sebuah firasat negatif yang akan datang kepada nya.


" Seperti nya foto pernikahan itu sobek karena pecahan kaca yang sangat tajam, aku akan membantu mu untuk membereskan nya."


Tiara turun dari tempat tidur nya dia mencoba untuk membantu suaminya, sampai akhirnya kamar mereka menjadi bersih.


Setelah selesai membersihkan, Daniel keluar dari kamar nya dia melanjutkan keinginan nya untuk membuat kopi.


Daniel menutup pintu kamar nya, dan Tiara pun memikirkan perkataan Daniel.

__ADS_1


" Apa yang akan terjadi dengan rumah tangga ku, aku tidak ingin berpisah dengan Daniel. Aku harus bisa bersikap seperti biasanya, setelah aku mendapatkan mobil dan rumah aku akan meninggalkan Raffi untuk selamanya."


Tiara yang ingin membuktikan kepada Mama nya Daniel, jika dia mampu mempunyai rumah dan mobil dari hasil kerja keras nya sendiri.


__ADS_2