
Bianca merasa jika dirinya memang tidak bisa menolak dengan apa yang di katakan oleh Lucas, dia memang tidak bisa membohongi perasaannya jika dirinya tidak mudah untuk melupakan cinta pertama nya.
" Aku memang sangat cinta sekali dengan Lucas, aku tidak bisa membohongi perasaanku ini tapi aku tidak mau jika hanya di jadikan pelampiasan saja."
Bianca yakin jika cinta Lucas terhadap Tiara sangat besar sekali, dia juga tidak bisa membayangkan jika pada saat dirinya bersama dengan Lucas dan Tiara hadir kembali dengan penyesalan nya Lucas pasti akan menerima kehadiran Tiara di kehidupan nya.
" Lucas seperti ini karena dia yang sakit hati, rasa sakit hati nya akan bertambah jika Lucas mengetahui jika lelaki yang bersamaan dengan Tiara itu adalah Kakak kandung nya sendiri."
Bianca yang lebih memilih untuk pergi ke toilet dia mencuci wajah nya berkali-kali.
" Dan setelah itu datanglah Tiara dengan tangisan nya membuat Lucas kembali menerima kehadiran Tiara."
Bianca tidak bisa membayangkan posisi nya saat itu seperti apa mungkin dia akan despresi seperti nya.
" Bianca walaupun kamu yang sebenarnya sangat cinta kepada Lucas, sudah cukup jangan di pikirkan lagi untuk bisa menjadi kenyataan. Sekarang lebih baik kamu fokus saja pada pekerjaan mu, jadi wanita yang sukses dan setelah yakin saja akan ada lelaki yang menghampiri mu."
Bianca pun sampai menghelakan nafas panjang nya dia sampai berpikir jika sampai dia di jodohkan pun Bianca akan menerima nya.
Bianca pun kembali ke ruangan nya, dia menutup rapat pintu ruangan nya dan dia melihat ada kertas putih di atas meja kerja nya.
Bianca mengambil kertas putih tersebut dan ternyata lukisan dirinya yang di buat oleh Lucas, Bianca hanya bisa tersenyum saja dia tidak mau menunjukkan ekspresi berlebih-lebihan.
Bianca menyimpan kertas putih tersebut di dalam laci meja kerjanya, Lucas terus saja memperhatikan Bianca.
" Bersyukurlah jika Bianca tidak sampai membuang nya, dia masih menghargai hasil karya ku."
Lucas kembali duduk dan dia juga mengingat Bianca yang memakai cincin berlian yang di buang.
" Jika Bianca masih memakai cincin berlian itu tandanya dia masih mempunyai perasaan terhadap ku, perasaan yang dulu pernah ada sekarang seperti nya Bianca yang belum bisa menerima kehadiran ku di kehidupan nya karena aku yang baru putus dari Tiara."
Lucas sekarang mulai mengerti jika berada di posisi Bianca.
" Bianca yang belum bisa percaya dengan ku, dia pasti memikirkan jika bagaimana suatu saat Tiara kembali kepada ku."
Lucas sudah terlanjur sakit hati dengan Tiara, dia tidak akan pernah menerima kehadiran Tiara di kehidupan nya karena Tiara yang sudah tidur dengan lelaki lain.
__ADS_1
Jam kerja pun berakhir, Bianca keluar dari ruangan nya dia masuk ke dalam ruangan Lucas.
" Ayo cepat kita pulang."
Lucas seketika lupa jika Bianca yang tidak membawa mobil dia berjanji untuk menjadi supir pribadi Bianca.
" Aku lupa, kita berdua satu mobil yaa."
Bianca merasa sangat kesal sekali dengan Lucas dan dia pun langsung berjalan cepat menuju ke luar kantor.
" Astaga kenapa dia marah lagi memang apa yang salah dengan perkataan ku yaa, Bianca oh Bianca."
Bianca sudah berdiri di samping mobil Lucas para pegawai pun memperhatikan Bianca sambil tersenyum manis.
" Ahhhhhh, mereka pasti berpikir negatif terhadap aku dan Lucas."
Lucas pun langsung berlari menghampiri Bianca dia membuka kan pintu mobil nya.
Bianca pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut, dia kelihatan sangat terburu-buru sekali.
Lucas melirikan mata nya kepada Bianca.
" Memang kenapa jika Tiara tidak ada di sana,? apa yang bisa kamu lakukan jika Tiara ada di sana?."
Bianca merasa tidak harus ada yang di sembunyikan oleh nya di hadapan Lucas.
" Aku ingin mempermalukan nya, karena jujur saja aku masih merasa kesal dan sakit hati dengan perkataan nya kepada ku waktu itu."
Lucas mengerti jika dia berada di posisi Bianca.
Bianca memperhatikan Lucas yang tiba-tiba saja terdiam.
" Apakah kamu akan marah,? ketika aku yang berkata akan mempermalukan Tiara? kamu akan membela Tiara kan."
Lucas merasa sangat binggung sekali kenapa Bianca yang sampai tiba-tiba emosional sekali dengan nya.
__ADS_1
" Bianca aku tidak akan marah, kenapa kamu sampai bisa bicara seperti itu. Aku dari tadi pun hanya diam saja, aku tidak mengeluarkan kata-kata."
Bianca melirik sinis kepada Lucas.
" Bianca, Tiara itu adalah mantan kekasih ku yang sudah menghianati ku. Dia sudah tidur bersama dengan lelaki lain, aku tidak mungkin bisa menerima kehadiran nya kembali. Sekarang aku lebih memilih bersama dengan wanita yang mencintaiku, bukan wanita yang menghianati ku."
Lucas mencoba kembali untuk meyakinkan Bianca.
" Lucas bagaimana jika seandainya Tiara lebih-lebih dari yang kamu bayangkan,? jika dia itu adalah wanita simpanan atau bayaran apa yang akan kamu lakukan kepada nya."
Lucas begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar pernyataan Bianca yang sampai memberikan pertanyaan seperti itu.
Lucas melihat Bianca yang kelihatan sangat serius sekali ketika mempertanyakan hal tersebut kepada nya.
Tapi ketika Lucas akan menjawab mereka sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Bianca.
Bianca membuka pintu mobil nya, dia pun langsung menutup kembali.
Bianca melambaikan tangan nya dia tidak memperbolehkan Lucas untuk bisa masuk ke dalam rumah nya.
Lucas pun langsung membuka jendela mobil nya.
" Pergi yaa jangan masuk ke rumah segala yaa, cepat sana pergi."
Bianca berteriak kencang seakan mengusir Lucas agar segera pergi dari dengan gerbang rumah nya.
Karena tidak mau sampai ada yang mendengar nya, Lucas pun langsung pergi dan Bianca masuk ke rumah nya.
" Apakah Lucas akan memikirkan pertanyaan ku tadi yaa tentang Tiara adalah wanita simpanan dan bayaran, aku tidak tahu bagaimana cara membuat nya. Tapi semoga saja Lucas bisa mencari informasi sendiri, dan setelah itu dia juga akan terkejut ketika mengetahui jika Tiara yang di cintai adalah kekasih Kakak kandung nya sendiri."
Bianca berjalan menuju ke rumah nya sambil memegang kepalanya.
" Lucas semoga kamu kuat untuk menghadapi semuanya, aku di sini hanya bisa membuat mu peka terhadap perkataan negatif ku terhadap Tiara padahal sebenarnya itu adalah sebuah kenyataan."
Bianca melihat Ibu nya yang sedang menonton televisi dia melihat Bianca yang berjalan menuju ke kamar nya.
__ADS_1
Laura merasa sangat senang sekali ketika Bianca yang sudah mau kembali ke rumah nya.