
Keesokan harinya Bianca seperti biasanya dia selalu melihat sarapan pagi dan melihat Ayah nya yang sudah memegang koper.
" Ayah mau pergi ke mana,? Ayah akan pergi ke luar kota?."
Bianca sampai menunda roti nya di fokus pada Ayah nya.
" Ayah akan pergi ke Singapura selama 3 hari, kamu dan Ibu baik-baik di rumah yaa. Karena Ayah akan memberikan tugas kepada kalian berdua, kalian berdua yang akan mengantikan posisi Ayah ketika Ayah berada di Singapura."
Bianca pun seketika dia langsung terkejut karena untuk memegang satu perusahaan saja dia merasa sesak nafas.
" Baiklah Ayah aku melakukan nya dengan terpaksa."
Laura pun langsung menghampiri Bianca yang kelihatan sangat kebetulan sekali.
" Kamu fokus saja pada perusahaan mu Bianca, biarkan Ibu yang yang mendatangi perusahaan Ayah mu yang lain nya."
Bianca pun sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Yasudah Ayah pergi yaa, karena Ayah takut telat."
__ADS_1
Sebastian berpamitan dengan Anak dan istrinya, Bianca merasa sangat sedih sekali ketika Ayah nya yang harus sampai pergi ke luar negeri.
" Aku tidak mengerti apakah aku harus bahagia atau sedih, bisanya kita di tinggalkan oleh Ayah itu ke luar kota tapi sekarang sampai ke luar negeri."
Bianca menyelesaikan sarapan pagi nya dan hari dia harus memperkenalkan identitas aslinya di depan para karyawan termasuk Luas.
Bianca ternyata di temani oleh Ibu nya,.
" Kamu jangan takut yaa. Kamu tidak sendirian, ada ibu di samping mu uang hari ini."
Kehadiran Ibu nya membuat Bianca merasa sangat bersemangat sekali dia merasa tidak sendirian.
Laura mengendarai mobil nya hari ini dia ingin membantu Bianca, Laura mau harga diri Bianca di rendahkan oleh perkataan Lucas.
Di perjalanan Bianca terus saja tersenyum manis dan Laura pun memperhatikan nya.
" Suatu saat nanti Lucas akan menyadari jika kamu jauh lebih baik dari kekasihnya, dan jika hari ini Lucas merendah mu hanya karena kamu yang masih saja seperti bermimpi ingin bersama dengan Lucas. Suatu saat nanti kekasih akan lebih di rendahkan pekerjaan oleh orang tua Lucas, itu semua pasti akan terjadi nyata."
Bianca merasa Ibu nya yang begitu sangat sayang dengan nya, tapi Bianca tidak mengetahui apa yang akan terjadi di suatu saat nanti.
__ADS_1
Laura akan menyimpan rahasia pekerjaan Tiara lestari, sampai akhirnya Lucas mengetahui sendiri.
" Akhirnya kita berdua sampai juga Bianca, buka masker mu dan tidak usah memakai kacamata hitam lagi. Perlihatkan saja wajah cantik mu di depan para pegawai mu, termasuk Lucas."
Bianca kelihatan sangat gugup sekali ketika dia mau turun dari mobil.
" Bu, aku gugup sekali loh. Bagaimana ini Buu rasanya bergetar sekali loh aku Bu, hmmm."
Laura memegang tangan Bianca dia mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.
" Kamu hanya gugup dengan satu orang saja Lucas, sudah yaa Bianca jangan seperti ini ya sangat memalukan sekali."
Bianca pun mulai memberikan dirinya dia memejamkan mata nya dan dia pun langsung membuka pintu mobil nya.
Para pegawai yang berada di tempat parkir fokus dengan kecantikan Bianca mereka melupakan jika wanita yang mereka lihat itu adalah pemimpin perusahaan yang mereka kerjakan.
Laura pun keluar juga dari mobil nya, dan akhirnya mereka menyadari jika dua wanita cantik itu adalah bagian dari keluarga Sebastian Gunawan.
Laura memegang tangan Bianca dan mereka berdua pun masuk ke dalam kantor secara bersamaan.
__ADS_1