
Venna mengirimkan pesan kepada Daniel karena dia sangat percaya sekali jika Daniel bisa memperhatikan Lucas.
*Daniel Mama pergi sejenak ke rumah Omah dan Opah mu di Bandung, Mama ingin menenangkan pikiran Mama. Jadilah Kakak yang baik yaa, perhatian adik mu yang sekarang sedang ujian akhir sekolah*
Membaca pesan dari Mama nya, Daniel benar-benar sadar jika dirinya adalah anak pertama yang harus kuat dia tidak boleh lemah karena dia mempunyai tanggung jawab untuk bisa mengurus dan melindungi Adik nya.
*Baiklah Mam, Mama baik-baik di sana. Di sini Daniel dan Papa mencoba untuk bisa mengembalikan perusahaan seperti dulu kembali "
Venna menangis membaca pesan dari Daniel.
"Apakah kamu sedang mengirimkan pesan kepada Mama mu,? apa yang sedang kalian berdua bicarakan."
Daniel tidak kuat untuk membacakan dia lebih memilih untuk memberikan handphone tersebut kepada Papa nya.
Seketika Benny Irawan pun terdiam ketika istrinya memilih untuk pergi dari rumah dari pada ada di samping nya untuk memberikan rasa semangat.
Daniel melihat wajah kekecewaan Papa nya terhadap Mama nya.
"Yasudah mungkin ini memang yang terbaik jika nanti kita sampai tinggal di tempat yang sederhana untuk bertiga maka Papa tidak begitu merasa hawatir karena kamu dan Lucas yang pasti bisa menerima kenyataan."
Hari ini pun Benny di sibukkan dengan pengurangan karyawan kembali, uang tabungan nya sudah habis dan dia pun sampai menjual mobil milik Daniel untuk memenuhi kebutuhan keseharian nya.
"Papa tidak usah merasa sendirian karena Daniel dan Lucas akan selalu bersama dengan Papa, Daniel tidak akan pernah meninggalkan Papa."
Daniel mengetahui jika sekarang Papa nya yang sedang di titik terendah, di tinggalkan oleh Mama nya dan sekarang hanya anak-anak nya saja setia bersama dengan nya.
"Terimakasih banyak Daniel, kamu memang yang lebih peka terhadap Papa. Beruntung sekali kamu tidak terlahir menjadi lelaki yang manja yang hanya bisa membuang-buang saja."
Daniel pun hanya tersenyum tipis kepada Papa nya.
****
Suasana di sekolah setelah selesai ujian akhir sekolah di hari pertama.
__ADS_1
"Beryl terimakasih banyak yaa, soal-soal ujian yang keluar itu soal yang kamu ajarkan waktu pulang sekolah belajar bersama. Ahhhh merasa sedikit yakin mendapatkan nilai yang lebih baik."
Amira begitu sangat senang sekali.
"Bianca aku juga mau berterima kasih kepada kamu. Walaupun hanya satu hari kamu menjadi guru privat di rumah ku, tapi ternyata bisa membuat aku mengerjakan soal-soal ujian."
Beryl merasa seperti mimpi ketika Lucas kembali bicara dengan nya.
"Hmmmm, sama-sama Lucas."
Lucas pun langsung pergi begitu saja dia ingin segera sampai di rumah nya.
"Amira apakah kamu sudah menonton pemberitaan di televisi atau di media sosial tentang perusahaan milik keluarga Lucas yang sedang di ambang kebangkrutan."
Amira menggelengkan kepalanya dia tidak tahu.
"Aku merasa sangat sedih sekali ketika Ayah ku yang berencana untuk membeli perusahaan nya, tapi tetap dengan isi karyawan yang sama. Dan Ayah menginginkan aku untuk menjadi pemimpin perusahaan tersebut, Ayah bilang aku tidak perlu memikirkan tentang kuliah dia begitu sangat yakin sekali jika aku bisa belajar dengan cepat."
Mendengar perkataan Beryl, Amira tidak bisa membayangkan banyak nya uang keluar Beryl Bianca.
Amira pun menepuk-nepuk pundak Beryl.
"Kamu yang sabar yaa Beryl tapi pernah kamu berpikir jika dengan cara itu kamu bisa mendapatkan Lucas tanpa harus melawan kekasih nya."
Beryl merasa tidak mengerti dengan perkataan Amira.
"Aku tidak mengerti dengan maksud perkataan mu Amira."
Amira pun sampai menghelakan nafas panjang nya.
"Memang sih terlihat sedikit menyeramkan, tapi jika keluarga Lucas mengetahui kamu adalah anak dari pengusaha yang membantu perusahaan nya. Maka mereka akan merasa berhutang Budi terhadap kamu dan keluarga mu, dan di situ kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa bersama dengan Lucas walaupun kesan nya sedikit memaksa."
Beryl pun mulai memikirkan perkataan Amira.
__ADS_1
"Nanti aku pikirkan lagi di rumah, sekarang aku ingin pulang capek dan sangat kelaparan sekali."
Beryl pun masuk ke dalam mobil jemputan nya dia pun sampai ketiduran di jalan karena merasa sangat capek sekali.
***
Tiara lestari sedang berada di sebuah Restoran, dia yang akan kembali pemotretan majalah dewasa.
Tiara membaca pemberitaan tentang perusahaan milik Benny Irawan yang terancam mengalami kebangkrutan.
"Astaga, bukan kah ini adalah perusahaan milik Papa nya Lucas. Kenapa perusahaan bisa bangkrut seperti ini sih, pantas saja Lucas yang seperti sesak nafas ketika aku ajak makan di Restoran mewah."
Tiara tidak menyangka di saat pendapatan yang mulai berubah drastis, di saat itu pula kekasih nya terancam menjadi miskin.
"Ini kan yang di sebut jika roda kehidupan itu berputar, sekarang roda ku di atas keluarga Lucas."
Tiara pun langsung menyimpan handphone nya tapi ternyata tanpa sepengetahuan Tiara Venna pun masuk ke dalam Restoran tersebut.
"Lebih baik aku isi perut ku ini, sudah beberapa hari aku yang tidak mau makan. Aku yakin merasa begitu sangat kenyang sekali dengan beban kehidupan ku."
Ketika Venna mau memesan makanan dia melihat Tiara yang sedang makan di Restoran yang sama dengan penampilan baju yang sangat terbuka.
"Kenapa aku harus melihat wanita itu, dia wanita yang hanya memungkinkan uang Lucas saja. Aku merasa selama berpacaran dengan Lucas dia seperti memanfaatkan uang Lucas."
Venna terus saja memandangi Tiara, dia yang kelihatan sangat royal sekali hidup nya.
"Dan seperti nya setelah mengetahui kondisi keluarga kita sekarang sedang seperti ini dia pasti langsung mengakhiri hubungan nya dengan Lucas, dan itulah sebenarnya yang aku tunggu-tunggu."
Venna pun menikmati makanan yang ada di hadapannya dia melihat Tiara yang sedang menerima panggilan telephone, Tiara kelihatan sangat serius sekali dan akhirnya Tiara pun memilih untuk pergi meninggalkan Restoran.
"Sebenarnya aku ini masih lapar, tapi kenapa mereka harus mengadakan pemotretan secara dadakan seperti ini."
Tiara pun berdiri dari kursi nya dan dia melihat Venna yang juga sedang makan di Restoran yang sama.
__ADS_1
Mereka berdua pun saling bertatapan.