
Bianca pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia yang sebelumnya merasa sangat kesal dengan Lucas dan ketika melihat Ibu nya lebih percaya terhadap Lucas dia semakin benci kepada Lucas.
" Sekarang aku merasakan rasa benci ku, aku yang merasa sangat benci sekali terhadap Lucas. Dan semoga rasa benci ini bisa mengubah rasa cinta ku kepada Lucas, agar bisa menghapus total perasaan ku."
Bianca memilih untuk pergi ke cafe yang lumayan jauh dari kantor nya, agar ibu nya tidak dengan mudah menemukan nya.
" Lebih baik aku tidur di hotel saja, agar mereka berdua menikmati pekerjaan tanpa adanya aku yang hanya seperti patung saja di kantor."
Bianca pun akhirnya memilih tempat yang menurut nya nyaman dan di saat di masuk ke dalam cafe tersebut dia melihat Daniel yang sedang duduk sendirian
" Itu Kaka nya Lucas kan Kak Daniel, kenapa dia tidak bekerja yaa dan wahhh dia merokok yaa aku baru tahu."
Bianca memilih untuk tidak menghampiri Daniel dia pun memakai kacamata hitam nya dan juga masker wajah agar bisa tetap memantau Daniel.
Daniel sudah merasa sangat pusing sekali dan Tiara pun tiba-tiba menelephone nya.
Daniel yang sudah kelewat pusing dia pun menerima panggilan telephone masuk tersebut.
* Hallo Tiara*
* Hallo Daniel sayang, bagaimana apakah kamu mau bertemu dengan ku di hotel*
__ADS_1
* Untuk apa kita harus bertemu di hotel, kenapa tidak di Cafe saja*
* Agar tidak ada yang mengetahui karena kamu itu kan Kakak nya Lucas*
* Hanya untuk mengobrol saja kan dan setelah itu selesai jangan lagi menggangu waktu ku lagi*
* Baiklah aku tunggu di hotel bintang yaa, kamu pasti tahu hotel itu kan*
* Baiklah aku berangkat sekarang karena hari ini aku tidak bekerja*
* Wah sangat kebetulan sekali aku pun belum bekerja*
Daniel langsung mengakhiri panggilan telephone tersebut dan dia pun pergi dari Cafe.
Bianca pun seketika dia merasa penasaran sekali karena melihat Daniel yang sudah menerima panggilan telephone dia langsung pergi dengan wajah yang kesal.
" Jika keinginan tahu ku sangat tinggi sekali, ahhhh untuk apa aku harus mengikuti nya. Membuang-buang waktu ku saja, tapi sumpah aku sangat penasaran sekali."
Bianca pun akhirnya mengikuti Daniel, dia sebelum nya menjaga jarak dulu agar Daniel merasa tidak curiga terhadap nya.
Setelah mobil Daniel yang sudah lumayan jauh akhirnya Bianca pun mengikuti mobil Daniel.
__ADS_1
" Astaga dia mengendarai mobil nya sangat cepat sekali yaa, aku sampai gemetaran untuk mengikuti mobil nya. Sebenarnya dia mau pergi ke mana sih, dari pakaian nya seperti mau ke kantor sih."
Dengan penuh hati-hati Bianca terus saja mengikuti mobil Daniel, hingga akhirnya mobilnya berhenti di sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah sekali.
" Berhenti di sebuah hotel, apa yang sebenarnya ingin dia lakukan ya."
Bianca pun turun dari mobil nya, dia melihat Daniel yang sudah masuk ke dalam hotel tersebut.
" Kenapa perasaan ku tidak enak yaa, hmmmm dia ingin bertemu seseorang seperti nya."
Bianca yang sedang memperhatikan Daniel, tiba-tiba saja dia melihat Tiara di tempat yang sama.
" Tiara,? kenapa dia juga ada di hotel yaa. Dan apakah mereka berdua sudah saling mengenal yaa, tapi Kak Daniel dia tetap diam saja sedangkan Tiara di masuk ke dalam lift."
Bianca melihat Daniel yang mengeluarkan handphone dan ternyata Daniel yang mendapat pesan dari Tiara mereka berdua memang tidak mau sampai orang-orang memperhatikan mereka berdua.
Setelah melihat handphone, Daniel pun langsung masuk ke dalam lift juga.
" Apakah mereka berdua itu ketemuan tapi mereka seperti tidak saling mengenal, tapi kenapa tidak lama kemudian Kak Daniel pun masuk ke dalam lift juga."
Bianca pun memilih untuk secepatnya pergi dari hotel tersebut rasa penasaran nya yang seperti sudah terbayarkan.
__ADS_1
Tapi Bianca masih saja memikirkan mereka berdua yang akan bertemu atau hanya kebetulan saja.