Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #313#


__ADS_3

Tiara menunggu kedatangan Raffi, dia begitu sangat gugup sekali dia yang seperti awal kembali bekerja seperti ini.


Raffi pun akhirnya datang dia membuka pintu dan berjalan menuju ke kamar, Raffi melihat Tiara yang sedang duduk.


" Tiara Lestari."


Mendengar suara Raffi, Tiara pun langsung berdiri dan mengusap air mata nya.


" Apakah kamu sedang menangis,? Kenapa kamu harus menangis?."


Tiara mencoba untuk tersenyum manis kepada Raffi.


" Aku sudah menunggu mu, ternyata kamu yang baru pulang."


Raffi begitu sangat bahagia sekali ketika melihat penampilan Tiara yang seperti dulu kembali.


" Kamu sangat cantik sekali Tiara, penampilan mu berubah. Aku sangat menyukai mu yang sekarang, mungkin karena kamu yang mulai perawan lagi."


Tiara menganggukkan kepalanya dan Raffi pun mulai membelai rambut panjang Tiara.


" Sangat lembut dan wangi sekali, aku suka sayang."

__ADS_1


Tiara merasa Raffi yang sudah ingin melakukan nya.


" Kamu memang sangat menggoda sekali, aku ingin kamu menjadi wanita penghibur ku. Aku tidak akan meminta setiap hari, kamu masih bisa bersama dengan suami mu."


Tiara memejamkan mata nya di saat rangsangan yang mulai terasa di tubuh nya.


Mereka berdua pun langsung berbaring di tempat tidur, Tiara memilih untuk mematikan lampu kamar nya.


Sehingga dia tidak melihat wajah Raffi yang membuat sangat bersalah sekali.


Tiara dan Raffi melakukan dengan cara yang tidak aman, karena Raffi berpikir jika sampai Tiara hamil dia yang tidak perlu bertanggung jawab atas kehamilan nya.


Karena Raffi yang akan memberikan apapun yang di inginkan oleh Tiara.


Tiara yang sudah menghianati cinta Daniel, dia sampai harus melakukan hal seperti ini karena demi uang.


Raffi yang sejak dulu menginginkan Tiara dia memang selalu ingin melakukan nya dengan Tiara.


Raffi pun bahkan pernah berniat untuk bisa menikah dengan Tiara di saat Tiara yang masih dengan Lucas.


Tangisan histeris Mutiara tidak juga berhenti membuat Suster Dessy merasa sangat kewalahan menghadapi nya.

__ADS_1


" Tidak seperti biasanya Mutiara seperti ini, kenapa dengan Mutiara yaa."


Beruntung Daniel yang baru pulang bekerja dia langsung mengendong Mutiara.


" Kenapa dengan Mutiara, dan di mana Tiara ini sudah jam 9 malam. Kenapa Tiara belum juga pulang ke rumah, pekerjaan apa yang dia lakukan sekarang."


Daniel mencoba untuk menenangkan Mutiara yang terus menerus menangis sampai akhirnya Daniel membawa Mutiara ke dalam kamar nya.


" Jangan menangis sayang yaa, di sini ada Papa yaa."


Daniel terus saja mencoba untuk menenangkan perasaan Mutiara, sampai akhirnya Mutiara tidur pulas di pelukan Daniel.


Daniel membaringkan Mutiara di atas kasur nya, dia mengambil handphone untuk bisa menghubungi Tiara.


" Nomber handphone nya aktif tapi kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone ini, apa yang sedang dia lakukan."


Daniel terus saja menelephone Tiara rapi Tidak ada jawaban nya.


" Sudahlah aku sangat emosional sekali, lebih baik aku tidur saja."


Daniel memilih untuk tidur bersama dengan Mutiara, Daniel mencium kening Mutiara.

__ADS_1


" Papa sayang kamu Nak, Papa akan selalu berusaha untuk bisa membuat kamu bahagia bersama dengan Papa."


Melihat Mutiara yang sedang tidur membuat Daniel merasa sangat gemas sekali, dia yang menginginkan anak perempuan dan sekarang bisa di beri kepercayaan untuk bisa mendapatkan nya.


__ADS_2