
Daniel dan Benny Irawan pun datang secara bersamaan mereka melihat Sebastian yang sudah menunggu mereka berdua di depan pintu masuk.
Daniel merasa tidak suka ketika melihat Sebastian yang seperti sudah menguasai perusahaan nya saja.
" Lihat dia aku merasa sangat benci sekali melihat nya, aku tidak suka."
Daniel sampai mengepalkan tangannya tapi Benny mencoba untuk menenangkan perasaan Daniel.
" Sudah yaa jangan seperti itu, kita lihat apa yang akan dia lakukan."
Daniel dan Benny pun berjalan menuju ke pintu untuk masuk.
Daniel mengabaikan Sebastian dia begitu sangat tidak sopan sekali.
" Ingat yaa Papa mu sebelum nya sudah tanda tangan perjanjian, dan kamu bersikap sangat tidak sopan sekali yaa Daniel."
Daniel menghentikan langkah kaki nya tapi dia kembali berjalan menuju ke ruangan nya.
Benny yang mengetahui isi perjanjian nya dia langsung menghampiri Sebastian.
" Saya minta maaf atas apa yang di lakukan oleh Daniel, mungkin Daniel yang banyak beban pikiran setelah pernikahan nya bersama dengan Tiara."
Benny sampai menundukan kepalanya di hadapan Sebastian.
" Kenapa Daniel harus merasa beban pikiran,? Bukan kah dia merasa bahagia bisa menikah dengan Tiara."
Sebastian memilih untuk pergi dari kantor tersebut, dia merasa Bianca yang sudah aman karena ada Lucas di samping nya.
Sebastian masuk ke mobil nya, sedangkan Benny berjalan menuju ke ruangan nya.
Benny melihat Daniel yang tiba-tiba saja terdiam pandangan nya fokus pada Bianca dan Lucas yang ada di dalam ruangan Papa nya.
" Lihat mereka berdua, berani sekali mereka berdua masuk ke dalam ruangan Papa."
__ADS_1
Benny hanya bisa terdiam saja melihat nya, karena mungkin memang Bianca yang akan menjadi pemimpin perusahaan ini karena Benny yang belum sanggup membayar hutang nya.
Benny memegang tangan Daniel, yang kelihatan sangat emosional sekali ingin menghampiri mereka berdua.
" Daniel, sudah sekarang kita berdua harus sabar yaa. Biarkan saja mereka berdua membuktikan apakah bisa membuat perusahaan ini maju atau malah akan mengalami kerugian yang besar. Semuanya akan di tanggung oleh Sebastian, sudah kita masuk ke ruangan sebelah nya."
Bianca melihat kedatangan Daniel dan Papa nya, Bianca melihat tatapan mata Daniel yang penuh dengan kebencian.
" Lihatlah pengantin baru itu, dia kelihatan sangat benci sekali melihat kita berdua."
Lucas berjalan dan menutup rapat pintu ruangan nya.
" Lucas kenapa di tutup pintu nya, kamu tidak akan melakukan sesuatu kan kepada ku?."
Bianca kelihatan sangat ketakutan sekali, dan Lucas menunjukkan sesuatu kepada Bianca.
" Lihat ada camera cctv, jika tidak mau ada camera cctv kita pergi ke kamar mandi saja."
" Tidak Lucas, kamu jangan seperti itu yaa. Jangan membuat aku takut yaa, aku tidak mau kita sampai seperti Kakak mu."
Lucas tersenyum manis ketika mendengar perkataan Bianca.
" Aku tidak akan melakukan itu semua Bianca sayang, aku tidak mau membuka pita pink sebelum waktunya."
Lucas kembali fokus pada pekerjaan dan dia memeriksa pekerjaan Daniel, Lucas melihat banyak sekali kesalahan yang di buat oleh Daniel.
" Apakah ini semua hanya di buat sengaja, atau memang pekerjaan tidak pernah benar."
Lucas memberikan hasil pekerjaan Daniel kepada Bianca, dia pun dengan detail memeriksa nya.
" Bagaimana sih, dia yang merendahkan pendidikan ku tapi ternyata dia yang berpendidikan tinggi pekerjaan nya seperti ini."
Bianca langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia berjalan menuju ke ruangan Daniel.
__ADS_1
" Bianca, dia berani sekali yaa."
Lucas mengikuti Bianca dari belakang.
Bianca mengetuk pintu ruangan Daniel.
Benny pun langsung membukakan pintu tersebut.
Bianca masuk dengan tatapan mata yang begitu sangat serius sekali.
" Maaf sebelumnya Pak Daniel, bisakah anda mengecek kembali pekerjaan nya."
Bianca memberikan berkas tersebut kepada Daniel tapi Daniel tidak membuka nya, dia merasa pekerjanya benar.
" Perlu saya jelaskan bagaimana cara mengerjakan nya,?"
Bianca mengambil spidol dia menulis di white board.
Bianca menjelaskan semuanya secara detail dan membuat Daniel tidak menyangka jika Bianca yang begitu sangat hebat sekali.
Lucas hanya bisa tersenyum manis melihat Bianca yang sudah seperti seorang guru.
" Pendidikan ku memang sangat rendah sekali, aku tidak kuliah sampai ke luar negeri. Tapi aku orang nya pekerja keras, yang selalu belajar dari kesalahan ku."
Bianca mengambil berkas tersebut dari tangan Daniel.
" Jika kamu tidak mau membenarkan nya, biarkan aku saja yaa. Yang penting sekarang kamu sadar diri dengan kesalahan mu yaa, kurangi sikap sombong nya."
Lucas membukakan pintu untuk Bianca keluar dari ruangan tersebut.
" Kamu memang yang terbaik sayang, kamu memang yang terbaik untuk aku jadikan seorang istri idaman."
Daniel seketika langsung terdiam dan Benny tidak bisa bicara apa-apa kenyataan Bianca memang lebih baik.
__ADS_1