
Raffi memilih pergi ketika Tiara selesai menephone Daniel, Tiara memandangi wajah cantik anak pertama perempuan nya.
" Putri Mutiara, Mommy akan memberikan nama itu untuk mu yaa sayang. Jadi anak yang baik yaa Nak, dan semoga saja kita berdua selalu bahagia."
Tiara mencium kening anak perempuan pertama nya, perasaan Tiara begitu sangat senang sekali.
Di saat Tiara sedang merasakan indahnya menjadi seorang ibu, Daniel dia kelihatan sangat panik sekali.
" Daniel, kamu kenapa? ada apa dengan Tiara?."
Benny kelihatan sangat menghawatirkan kondisi Tiara yang sedang hamil besar.
" Tiara sudah melahirkan, aku tidak ada di samping nya."
Venna seketika dia langsung terkejut ketika mendengar Tiara yang sudah melahirkan.
" Daniel, ayo cepat sekarang kita pergi ke Rumah Sakit bersama dengan Papa."
Benny tidak berani mengajak istrinya, karena istri nya yang belum bisa menerima kehadiran Tiara.
Daniel dan Benny pun langsung pergi, Venna duduk sendirian.
" Haruskah aku juga pergi ke sana, karena bagaimana pun juga anak Daniel adalah cucu pertama ku."
Venna terdiam dahulu seperti sedang memikirkan nya.
Daniel dan Benny pun langsung masuk ke dalam mobil nya, Daniel memilih pergi ke Rumah Sakit yang dekat dengan Apartemen.
" Aku tidak sempat menanyakan tentang Rumah Sakit nya, tapi semoga saja aku tidak salah memilih Rumah Sakit."
Daniel sampai merasa gemetar sekali pada saat dia mengendarai mobil nya.
" Daniel kamu harus tenang Daniel, ingat kita sedang menjalankan mobil. Papa akan membantu kamu untuk bicara dengan Tiara, dia pasti akan menerima kenyataan nya seperti apa."
Benny mencoba untuk menenangkan perasaan Daniel dan tanpa sepengetahuan mereka berdua, Venna mengikuti mobil mereka dari belakang.
Daniel dan Benny sampai di Rumah Sakit dekat dengan Apartemen nya, mereka berdua langsung masuk dan berharap Tiara memang melahirkan di Rumah Sakit ini.
Raffi yang belum pulang dia langsung menghampiri Daniel, Raffi memberitahu kamar Tiara kepada Daniel.
Daniel memperhatikan wajah Raffi yang seperti sudah sangat akrab sekali dengan Tiara.
__ADS_1
" Siapa lelaki itu yaa, aku akan mencari tahu tentang dia."
Setelah di beritahu Daniel dan Benny pun langsung mencari kamar Tiara, dan akhirnya mereka berdua menemukan nya.
Daniel langsung masuk sedangkan Benny menunggu di luar, Benny berharap rumah tangga mereka berdua baik-baik saja.
Tiara melihat wajah Daniel, seketika rasa cinta yang begitu besar nya hilang.
" Tiara, aku ingin meminta maaf kepada mu."
Daniel memegang tangan Tiara tapi Tiara hanya diam saja tidak bicara.
" Tiara, aku tidak bermaksud untuk melupakan kamu. Aku ingin bisa berdamai dengan Mama, aku ingin Mama bisa menerima kehadiran mu."
Suster memberikan Putri Mutiara kembali kepada Tiara, dan Daniel pun langsung menghampiri Suster tersebut.
" Anak ku cantik sekali yaa."
Suster merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Daniel, Suster yang menyangka jika Raffi adalah Ayah dari Putri Mutiara.
" Dia adalah suami ku Suster, sedangkan yang tadi mendampingi proses persalinan ku adalah sahabat baik ku."
Daniel langsung mengingat lelaki yang memberitahu nya kamar Tiara, Daniel berpikir seperti nya lelaki tersebut yang di maksud oleh Tiara.
" Aku sudah memberi nama Putri Mutiara, dan rasa kamu tidak usah mengubah nama yang sudah aku berikan."
Daniel tidak pernah melihat Tiara se marah ini kepada nya, Daniel merasa Tiara memang sangat sakit hati dengan nya.
" Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa kembali baik dengan ku,? Aku akan lakukan hal itu. Aku ingin kita berdua bisa hidup bahagia bersama dengan Putri permata kita ini, Ako mohon maafkan aku."
Tiara pun langsung berpikir apa yang ingin dia katakan kepada Daniel.
" Aku tidak mau berhubungan baik dengan Mama mu, aku juga tidak mau Putri Mutiara di sentuh oleh Mama mu. Ingat ya Daniel, Mama mu begitu sangat benci sekali dengan ku rasa sakit hati sangat mendalam."
Daniel pun hanya bisa terdiam saja dia akhirnya di berikan kesempatan untuk mengendong anak perempuan nya yang sangat cantik seperti Tiara.
Rasa cinta Tiara seketika pudar begitu saja, dia merasa biasa saja ketika melihat Daniel.
" Di luar ada Papa, bolehkah aku memberitahu Papa keluar jika ini adalah cucu pertama nya."
Tiara menganggukkan kepalanya dan Daniel pun langsung keluar dari ruangan Tiara.
__ADS_1
Daniel begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Mama nya yang juga datang untuk melihat Putri Mutiara.
" Mama, ada di sini."
Daniel berharap Tiara tidak mendengar suara nya, dia pun langsung memberikan Putri Mutiara kepada Mama nya.
Venna seketika meneteskan air mata nya ketika dia mengendong cucu pertama nya.
" Cantik sekali kamu, aku berharap sikap mu tidak seperti ibu mu."
Venna mengambilkan kembali Putri Mutiara kepada Daniel.
" Aku bawa kembali Putri Mutiara ke dalam yaa, soalnya Tiara masih marah kepada ku."
Daniel kembali membawa Putri Mutiara ke dalam, dia melihat Tiara terdiam sambil melamun.
" Tiara, apakah kamu butuh baby sister untuk Putri?."
Tiara menganggukkan kepalanya.
" Aku butuh baby sister dan aku juga butuh mobil yang baru, aku capek selalu kemana-mana menggunakan taksi."
Tiara sudah banyak berani meminta kepada Daniel.
" Baiklah Tiara aku akan berusaha untuk bisa melakukan apa yang kamu inginkan, maafkan aku yang belum memberikan kebahagiaan untuk mu selama kita berumah tangga."
Tiara hanya terdiam saja dia tidak seperti biasanya, Daniel melihat Tiara yang berubah dia pun berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan Tiara.
Daniel membaringkan Putri Mutiara karena sudah tertidur pulas, dia kembali mendekati Tiara.
" Apakah kamu akan seperti ini selalu,? Aku paham kesalahan ku ini sangat membuat kamu kecewa tapi aku mohon kembali seperti dulu lagi yaa jangan seperti ini."
Daniel mencium kening Tiara dengan penuh perasaan.
" Terimakasih banyak, kamu sudah berjuang untuk bisa melahirkan Putri Mutiara ke dunia ini. Aku sangat berterimakasih kepada kamu, yang sudah mempertaruhkan hidup dan mati mu untuk bisa menjadi seorang ibu yang sempurna."
Tiara pun langsung meneteskan air mata nya di hadapan Daniel.
" Aku sangat mencintaimu Daniel, tapi sekarang aku merasa sangat kecewa sekali dengan mu. Kamu tidak ada di samping ku di saat aku sedang melahirkan anak pertama mu ini, aku sangat sedih dan marah kepada mu."
Daniel langsung memeluk erat tubuh Tiara, sehingga Tiara bisa meluapkan perasaan hati nya dengan sebuah tangisan.
__ADS_1
Daniel mengelus rambut panjang Tiara dengan terus mengucapkan kata maaf kepada Tiara.
Tiara merasa sangat puas sekali setelah menangis di pelukan Daniel, dan Daniel pun melepaskan pelukan erat nya.