Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #254#


__ADS_3

Di saat Daniel dan Tiara bersiap-siap untuk pergi ke Apartemen, Lucas dia melamun di ketika jam pulang tiba.


Lucas yang berniat untuk pergi ke rumah Nenek dan Kakek menjemput Mama nya.


" Lucas kenapa kamu terdiam seperti itu, bukan kah kamu bilang kamu ingin menjemput Mama mu untuk kembali ke rumah."


Lucas yang masih merasa binggung bagaimana cara mengajak Mama pulang sedang posisi dia pun juga tersakiti.


" Aku takut Mama nya tidak mau pulang, karena Mama yang masih belum bisa menerima kenyataan ini."


Bianca mengelus pundak Lucas.


" Aku yang memang tidak suka dengan mereka berdua, tapi bagaimana jika aku juga ikut bersama dengan kamu untuk membicarakan semuanya kepada Mama kamu."


Bianca ingin menemani Lucas dia tidak mau Lucas yang merasa kesepian dan sehingga membuat nya berat untuk pergi.


" Kamu yakin Bianca akan pergi bersama dengan ku, aku tidak mau kamu melakukan ini semua hanya karena merasa kasihan."


Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan menarik tangan Lucas.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil untuk menuju ke rumah orang tua Mama nya Lucas.


Bianca terus saja memperhatikan wajah Lucas, dia merasa kekasih nya yang masih menyimpan perasaan sakit hati nya.


" Kamu bisa sabar kan Lucas, tidak emosional di hadapan Mama kamu."


Lucas hanya menganggukkan kepalanya dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Bianca mulai merasa sangat ketakutan sekali, dia sampai memejamkan mata nya. Sampai akhirnya mereka berdua sampai di rumah Nenek dan Kakek Lucas, Bianca sampai menghelakan nafas panjang.


" Yaa Tuhan, akhirnya sampai dengan selamat. Terimakasih banyak Yaa Tuhan, aku sangat ketakutan sekali."


Bianca dan Lucas pun turun dari mobil nya, Bianca melihat rumah mewah yang ada di hadapannya.


" Wah, bagus sekali rumah nya loh."


Lucas pun langsung tersenyum ketika Bianca sampai terkejut melihat rumah Nenek dan Kakek nya.


" Mama terlahir dari keluarga yang berkecukupan sedangkan Papa sederhana, Kakek sampai memberikan perusakan itu kepada Papa karena dia tidak mau Mama hidup susah ketika menikah dengan Papa."


Bianca pun akhirnya mengerti dan dia pun langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


Bianca tiba-tiba memegang tangan Lucas.


" Aku takut ketemu Nenek dan Kakek kamu, bagaimana jika mereka berdua tidak menyukai ku. Karena perusahaan Kakek kamu itu di ambil alih oleh Ayah aku, hmmmm takut mereka berdua jadi benci aku."


Bianca seperti yang mau melanjutkan langkah kaki nya, dia ingin langsung pergi saja.


" Kenapa kamu harus takut Bianca, aku yang akan menjelaskan semuanya. Justru Ayah kamu yang menolong perusahaan Papa, memberikan pinjaman uang dan membiarkan aku bisa menyicil nya sehingga bisa menjadi milik keluarga ku kembali."

__ADS_1


Ketika di yakinkan oleh Lucas, akhirnya Bianca pun menjadi berani dan mau masuk ke dalam rumah tersebut.


Lucas menekan tombol bell yang ada di pinggir pintu dan secara mengejutkan ternyata Mama nya yang membukakan pintu tersebut.


Lucas dan Bianca pun merasa sangat terkejut sekali Venna pun langsung memeluk Lucas sambil menangis.


Bianca hanya bisa terdiam saja dan dia merasa keberadaan nya hanya yang sebenarnya tidak di inginkan.


" Lucas, kamu yang sabar yaa Nak. Mama tidak pernah menyangka jika Daniel bisa tega seperti itu kepada kamu, Daniel juga menghianati Mama."


Lucas melepaskan pelukannya dan dia mencoba untuk tetap tersenyum di hadapan Mama nya.


" Aku meminta maaf kepada Mama, karena aku yang tidak pernah mendengar perkataan Mama. Sampai akhirnya sekarang, aku bisa bersama dengan wanita yang tepat yaitu Beryl Bianca."


Venna merasa sangat malu sekali ketika melihat Beryl Bianca.


" Sebenarnya aku dan orang tua ku sudah mengetahui semuanya, tapi kita mencoba untuk diam saja."


Venna menangis melihat kebaikan Bianca terhadap keluarga Tiara yang jelas-jelas seperti orang yang tidak tahu berterima kasih.


" Kamu sangat baik sekali sayang, Mama merasa sangat bangga sekali mendapatkan calon menantu seperti kamu."


Venna membawa Bianca dan Lucas masuk ke dalam rumah nya untuk bertemu dengan keluarga nya.


Venna mengandeng tangan Bianca untuk di kenalkan.


" Papa dan Mama, ini adalah Beryl Bianca dia adalah anak dari pengusaha sukses Sebastian Gunawan. Ayah nya yang membantu untuk meminjam uang kepada Benny Irawan, tapi ternyata Benny yang tidak bisa membuat perusahaan menjadi lebih baik."


" Cantik sekali yaa, sekarang lebih baik kita tidak membahas tentang pernikahan Daniel dengan wanita murahan itu. Sekarang kita bahas tentang perusahan yang kalian berdua jalani yaa, Nenek dan Kakek ingin mengetahui nya."


Mereka duduk di ruangan keluarga, Bianca kelihatan sangat gugup sekali dia sampai melirikan mata nya kepada Lucas.


Sedangkan Venna pergi untuk membuatkan minuman untuk mereka.


" Aku di percaya oleh Bianca untuk menjadi Asisten pribadi di perusahan nya, dan sekarang kita berdua di percaya untuk membantu Papa untuk memajukan kembali perusahaan Papa."


Bianca hanya tersenyum saja dia mempercayai Lucas saja yang berbicara di hadapan Kakek dan Nenek nya.


" Aku merasa sangat beruntung sekali bisa di percaya oleh Pak Sebastian Gunawan untuk memimpin perusahaan Papa, sedangkan sebelumnya Papa yang seperti tidak percaya dengan kemampuan aku."


Lucas kelihatan sangat sedih sekali.


" Sudah Lucas, biarkan Papa dan Kakak mu itu. Sekarang buktinya kamu yang menyelamatkan perusahaan keluarga mu, sudah kalian berdua lebih baik fokus pada pekerjaan kalian tidak usah memikirkan mereka berdua. Kakek sangat yakin sekali jika kalian berdua itu pasti bisa, tidak usah banyak melihat mereka berdua yaa."


Bianca merasa sangat senang sekali ketika dia mendapatkan respon positif dari keluarga Lucas.


Venna datang dengan membawa makanan dan minuman untuk mereka semuanya.


" Sudah yaa kita makan saja yaa, kalian berdua pasti sangat lapar sekali kan baru pulang bekerja."

__ADS_1


Lucas memegang tangan Bianca dan mereka berdua pun pergi ke meja makan, Lucas selalu ingin membuat nyaman Bianca dia tidak mau membuat Bianca merasa sedih.


Venna melihat perhatian luar biasa yang di berikan oleh Lucas kepada Bianca di saat dia yang merasakan kekecewaan atas perlakuan Kakak nya.


" Ayo Bianca, Makan yang banyak yaa sayang."


Bianca menganggukkan kepalaku dia menikmati makan bersama dengan keluarga Lucas.


" Kapan rencana pernikahan kalian berdua akan di laksanakan,? Secepatnya? atau menunggu kabar ini berhenti karena pasti masih akan selalu membahas nya."


Lucas menundukkan kepalanya dia tidak mau memaksa Bianca untuk bisa secepatnya bersama dengan nya, tapi hati Bianca yang selalu merasa cemburu ketika melihat Tiara.


" Aku ingin secepatnya kita berdua menikah, aku tidak peduli terhadap kabar pernikahan Daniel dan Tiara. Aku lebih fokus pada hubungan ku dengan Lucas saja, karena jika tidak segera menikah aku hawatir Tiara menggoda Lucas kembali."


Bianca tersenyum manis kepada Lucas, dan Venna pun akhirnya baru mengetahui pekerjaan Tiara yang sebenarnya.


" Aku merasa sangat curiga sekali Tiara itu seperti wanita malam, dari cara berpakaian dan pekerjaan nya yang sampai harus memakai pakaian yang sangat seksi sekali."


Bianca ingin sekali mengatakan yang sebenarnya jika pekerjaan Tiara hanya topeng saja agar orang-orang mengetahui dia yang mempunyai pekerjaan tapi kenyataannya Tiara itu bekerja sebagai kupu-kupu malam.


" Haruskah aku berbicara jujur tentang Tiara, tapi sayang nya aku tidak mempunyai bukti yang kuat."


Lucas merasa jika Bianca yang mempunyai kartu tentang Tiara, tapi dia yang tidak mau memberitahu kan nya.


" Sudahlah Bianca, Mama merasa sangat muak sekali yaa. Nanti pun semuanya akan terbongkar dan Mama tidak akan pernah bisa menerima kehadiran Tiara kecuali anak nya itu pun mungkin saja Mama bisa tapi ntahlah Mama yang terlalu benci kepada Tiara."


Bianca tidak bisa memaksa untuk membuat Tiara menerima kehadiran anak Tiara, dan bahkan Bianca yang awalnya ingin mengajak Mama Venna untuk kembali pulang ke rumah.


" Mama tidak perlu memaksa untuk harus menerima kenyataan bahwa Tiara yang sedang mengandung anak pertama Daniel, tapi aku mohon Mama kembali ke rumah. Kasihan Papa yang sendirian di rumah, aku tidak mau hubungan Mama dan Papa sampai berantakan seperti ini."


Venna pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Lucas.


" Karena sekarang aku memilih untuk menginap di hotel, karena di rumah hanya ada Papa saja. Aku tidak mau berdua saja dengan Papa pasti akan selalu bertengkar karena kenyataannya, Papa yang melindungi kisah cinta terlarang itu."


Venna merasa sangat sangat kasihan sekali melihat Lucas yang seperti tidak ada yang membela nya.


" Yasudah sekarang kita makan yang banyak ya, dan besok Mama akan kembali ke rumah bersama dengan kamu yaa Lucas."


Bianca tidak bisa membayangkan bagaimana jika Daniel dan Tiara datang ke rumah, mereka yang memilih untuk tinggal bersama dengan orang tua Lucas.


Seketika saja pikiran Bianca langsung negatif terhadap Lucas.


Selesai makan bersama Lucas dan Bianca pun langsung berpamitan pergi.


" Lucas kamu juga menginap di hotel yaa, pulang kembali ke sini yaa berkumpul bersama dengan Nenek dan Kakek serta Mama mu."


Lucas tidak bisa menolak keinginan Nenek dia pun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Baiklah Nek, tapi sekarang aku mau mengantarkan Bianca pulang."

__ADS_1


Bianca berpamitan dan bersalaman dengan keluarga Lucas dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil.


Bianca membuka kaca jendela mobil nya, dan dia pun langsung melambaikan tangan nya.


__ADS_2