
Lucas yang sangat sibuk di kantor dia sampai tidak fokus pada pekerjaan nya, setelah selesai menggambar Lucas menyerah gambar tersebut kepada Laura yang berada di ruangan Bianca.
Lucas mengetuk pintu ruangan tersebut dan dia pun langsung masuk dengan membawa hasil pekerjaan nya.
" Saya sudah selesai menggambarnya Bu Laura."
Laura pun langsung mengambil dan dia sangat menyukai hasil dari gambar tersebut.
" Ayo Lucas sekarang kita pergi ke produksi, kamu naik mobil saya saja."
Lucas lupa handphone nya yang dia simpan di atas meja kerja nya, dia juga merasa sangat bahagia sekali akhirnya hasil dari pekerjaan nya bisa dia kembangkan.
Lucas dan Laura pergi hanya berdua saja dan membuat para karyawan merasa sangat curiga sekali.
" Kenapa Nona Bianca yaa, kenapa menjadi Bu Laura yang menjadi pemimpin perusahaan ini. Bukan kah Pak Sebastian menginginkan Bianca yang menjadi pemimpin perusahaan ini, aku merasa tidak suka dengan Bu Laura yang berdekatan dengan Lucas."
Para karyawan mulai membuat gosip untuk Laura dan juga Lucas.
" Lucas itu kan seumuran Nona Bianca, dia datang ke sini karena bantuan Nona Bianca secara diam-diam kan di pekerjaan di awal dulu tapi dengan kehadiran Bu Laura sangat luar biasa sekali Lucas menjadi asisten pribadi nya."
Para pegawai pun mulai berbicara negatif terhadap Laura dengan Lucas.
Laura masuk ke dalam mobil nya dan Lucas berada di depan, Lucas memegang hasil dari pekerjaan nya sendiri.
__ADS_1
" Sudah aku duga kamu memang sangat berbakat sekali dalam menggambar dan sekarang kita akan langsung meminta untuk bisa cepat membuatkan sepatu olahraga tersebut sehingga bisa mempercepat proses maju nya perusahaan kita berdua."
Lucas seketika langsung terdiam ketika Laura yang berkata perusahaan kita berdua, lalu bagaimana dengan Bianca dia yang sebenarnya adalah pemimpin perusahaan ini.
Lucas merasa tidak nyaman sekali ketika dia harus selalu bersama dengan Laura, Lucas lebih nyaman bersama dengan Bianca yang seumuran nya walaupun dia tahu jika Laura yang pasti menganggap nya sebagai anak.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di tempat produksi sepatu, Laura langsung memberikan gambar tersebut.
" Aku ingin kalian membuat kan sepatu olah ini yaa, aku ingin proses nya di percepat saja yaa."
Laura tersenyum manis kepada Lucas tapi Lucas langsung menundukkan kepalanya dan lebih memilih untuk pergi untuk melihat proses produksi.
" Kenapa dengan Lucas yaa, dia yang merasa seperti tidak nyaman dengan ku."
Handphone Tiara berdering ternyata panggilan telephone masuk dari suaminya.
* Bianca, bukan kah di bilang mau pergi ke kantor kamu*
* Bianca tidak ada di kantor kamu bagaimana sih Laura tidak memperhatikan anak kamu*
* Ayah, maafkan ibu karena sekarang ibu sedang berada di tempat produksi bersama dengan Lucas kita berencana akan mengeluarkan produk sepatu olahraga terbaru dan ini sangat keren sekali model nya. Ibu yakin perusahaan ini akan cepat maju , jika memproduksi sepatu yang keren dan berkualitas*
* Kamu bahagia sekali yaa,? padahal perusahaan itu adalah milik Bianca tapi kenapa kamu yang menguasai nya Laura pantas saja Bianca sampai tidak mau pulang ke rumah*
__ADS_1
* Maksudnya bukan begitu Ayah*
* Laura, kamu mengetahui kan jika Bianca itu mempunyai perasaan terhadap Lucas dia yang ingin lebih lama bersama dengan Lucas bukan malah kamu yang dekat dengan Lucas*
Sebastian yang merasa sangat kesal dengan istrinya dia memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
" Aku harus mencari keberadaan Bianca, aku sangat menghawatirkan nya."
Sebastian keluar dari ruangan nya untuk mencari keberadaan Bianca dia seketika merasa sangat marah sekali dengan istri nya.
" Kenapa semuanya menjadi seperti ini, aku melakukan ini semua karena aku berniat untuk bisa membantu Bianca tapi kenapa Ayah dan Bianca seperti menjadi marah kepada ku."
Laura yang tidak menyadari apa yang dia lakukan itu sama seperti tidak menghargai perjuangan Bianca karena dia yang ikut campur dalam perusahaan itu.
Sedangkan Sebastian memberikan kepercayaan kepada Bianca untuk bisa menjadikan perusahaan tersebut maju dengan hasil kerja keras nya.
Laura pun memilih untuk menghampiri Lucas, tapi kehadiran Laura membuat Lucas merasa sangat risih sekali.
" Bu Laura, saya kembali ke kantor pakai taksi online saja yaa."
Lucas langsung menghindar Laura dan membuat Laura langsung terdiam dia merasa binggung sekali dengan sikap Lucas kepada nya.
" Ada apa lagi dengan Lucas, kenapa dia sampai bersikap seperti itu kepada ku."
__ADS_1
Laura pun memilih untuk fokus pada pekerjaan pegawai nya yang menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan sepatu tersebut.
Laura yang menginginkan bahan yang berkualitas tinggi, dia ingin barang yang mahal dengan bahan yang berkualitas tinggi.