
Tiara dan keluarga nya pun akhirnya sampai di rumah nya, Tiara harus tega meninggalkan Ayah demi pekerjaan karena dia juga harus banyak mengobrol dengan Meneger nya.
"Ayah, maafkan aku yang harus kembali untuk bekerja. Malam ini ada jadwal aku untuk pemotretan, jadi aku harus pergi sekarang."
Karena tidak mau melihat kedua orang tuanya sedih Tiara pun langsung berpamitan dan pergi.
"Maafkan Ayah yaa Tiara, semoga kamu menjadi model yang sukses."
Ibu Tiara menghampiri Tiara yang sedang bersiap-siap untuk pergi.
"Tiara apakah kamu tidak bisa menolak nya,? ibu sangat menghawatirkan sekali kondisi mu Nak. Kamu yang kurang istirahat, kamu juga yang selalu menunda untuk makan."
Tiara pun mencium tangan Ibu nya.
"Doakan aku selalu sehat, karena doa ibu itu selalu di ijabah."
Tiara pun pergi karena dia yang sudah di jemput oleh Meneger nya.
"Tiara bagaimana dengan kondisi Ayah mu,? apakah dia sudah membaik."
Tiara menghela nafas panjang nya.
"Ayah sudah pulang kondisi sudah mulai membaik, dan aku tidak menyangka jika uang habis untuk biaya administrasi. Dan ternyata sangat mahal sekali membuat aku harus menerima kembali pekerjaan ini, pekerjaan yang sebenarnya aku tidak menyukai nya."
Tiara menangis di depan Meneger nya.
"Sudah sekarang lebih baik kamu fokus saja mencari uang, karena sekarang keluarga kamu yang sedang membutuhkan nya."
Tiara pun mulai melupakan Lucas.
"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Lucas,? apakah sudah berakhir? dia hanya ganteng tapi tidak menghasilkan uang untuk apa Tiara. Sudahlah putuskan saja dia, setelah kamu menjadi model majalah dewasa. Para om-om kaya raya akan mencari kamu, dan memberikan banyak uang untuk kamu."
Tiara merasa sangat takut sekali ketika mendengar perkataan Meneger nya.
Mereka berdua pun akhirnya sampai dan baju untuk Tiara sudah di siapkan.
"Kenapa makin ke sini kok semakin ke sana yaa baju nya, ini dan mengerikan sekali baju nya."
Tiara merasa sangat risih sekali melihat baju nya.
__ADS_1
"Bayaran nya pun sangat fantastis sekali Tiara, ingat tanggungan kehidupan mu sangat berat sekali dan kamu juga adalah tanggung jawab keluarga."
Mengingat perkataan seperti itu membuat Tiara menjadi lemah dan mengikuti apa yang terjadi di hadapan nya..
Pemotretan pun akan di mulai Tiara mulai menggunakan baju tersebut yang terdiri dari 3 baju, Tiara mencoba untuk tetap tenang walaupun hatinya tidak menginginkan nya.
Tiara berpose sesuai dengan arahan dia pun mulai merasa terbiasa dan akhirnya dia selesai melakukan nya.
"Akhirnya selesai juga yaa."
Tiara sampai berkeringat dan Mengger nya, meminta Tiara mengecek saldo rekening di handphone nya.
Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika melihat nominal nya.
"Banyak sekali lebih banyak dari yang sebelumnya, aku sangat senang sekali."
Tiara kelihatan sangat bahagia sekali dan Meneger hanya bisa mengatakan sesuatu kepada Tiara.
"Mulai sekarang fokus saja berkerja jangan memikirkan yang lain-lain nya, kita masih hidup dan sangat butuh makan jadi tidak ada alasan untuk menolak jika kamu butuh uang."
Tiara pun hanya bisa menggangukan kepalanya dia pun memilih untuk tidur di Apartemen Meneger nya, karena seperti nya besok juga Tiara akan melakukan pemotretan kembali.
*Hallo Tiara*
*Ya Lucas ada apa*
*Aku ingin sekali bertemu besok pulang sekolah*
*Aku tidak bisa mengikuti keinginan mu untuk bertemu seperti yang kamu inginkan, aku bisa bertemu di saat aku sudah tidak ada lagi jadwal pemotretan*
*Kamu sangat sibuk sekali ya sekarang*
*Ya, aku sekarang sedang sibuk mencari uang untuk masa depan ku nanti*
Tiara pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya dan wajah kelihatan sangat kesal sekali.
"Sudah akhir saja hubungan kalian berdua, untuk apa kamu berpacaran dengan brondong tidak ada uang nya lama menunggu nya. Lebih baik kamu dengan om-om kaya raya saja, kamu minta mobil pun pasti akan di berikan."
Tiara merasa tidak percaya dengan perkataan Meneger nya karena tidak mungkin seorang lelaki bisa membelikan mobil jika wanita tidak memberikan segalanya untuk nya.
__ADS_1
"Aku capek ingin tidur bangunkan jika sudah sampai, jangan tinggalkan aku sendirian di dalam mobil."
Tiara pun memejamkan mata nya dia tertidur pulas di dalam mobil.
"Tiara oh Tiara kamu sangat cantik dan menggoda. Aku yakin sekali sebentar lagi akan banyak lelaki yang menghampiri mu setelah melihat foto pemotretan malam."
Mengger Tiara seperti menginginkan Tiara dengan lelaki yang bisa memberikan apapun yang di inginkan oleh Tiara.
Meneger Tiara diam-diam dia foto Tiara yang sedang tertidur pulas.
***
Keesokan harinya nya Beryl begitu sangat semangat sekali pergi ke sekolah nya karena bertemu dengan Lucas.
Beryl mulai memberanikan diri untuk mengirim pesan perhatian untuk Lucas.
*Selamat pagi Lucas jangan lupa sarapan yaa, supaya kuat untuk berpikir susah nya rumus matematika*
Lucas yang sedang sarapan dia tersenyum membaca pesan dari Beryl Bianca, karena sudah lama dia tidak mendapatkan pesan perhatian dari Tiara.
Lucas pun memilih mengirimkan pesan kepada Tiara dari pada membalas pesan dari Beryl.
*Selamat pagi Tiara, jangan lupa sarapan dan semangat bekerja nya yaa*
Lucas berharap mendapatkan balasan pesan dari Tiara tapi ternyata Tiara yang hanya membaca tanpa membalas nya.
Tiara merasa itu tidak penting karena ada kemungkinan besar mereka berdua hari ini akan bertemu.
"Kenapa kamu hanya membaca saja pesan dari Lucas, kasihan dia mungkin sedang menunggu balasan pesan dari kekasih nya."
Tiara hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan sahabat nya.
"Dengan aku membaca nya saja dia pasti sudah senang, lagi pula tidak usah di ingatkan aku pasti sarapan pagi."
Tiara benar-benar mengabaikan pesan dari Lucas padahal Lucas yang sedang menunggu balasan dari Tiara.
"Tiara begitu sangat sibuk sekali yaa, sampai untuk mengetik pesan saja dia tidak bisa."
Lucas pun memilih untuk tidak menghabiskan sarapan pagi nya dia ingin secepatnya pergi ke sekolah.
__ADS_1