Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #287#


__ADS_3

Lucas menghampiri orang tua nya, dia ingin membicarakan tentang rencana pernikahan mereka berdua.


" Mama, acara pernikahan ku di percepat kemarin aku sudah memilih baju pengantin."


Benny dan Venna mereka tidak mau mengulang kejadian Daniel dan Tiara.


" Iya sayang Mama sudah di beritahu Ibu Laura Anna, semoga ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalian berdua yaa."


Lucas pun berharap seperti itu.


" Yasudah yaa Buu, aku harus istirahat."


Lucas pergi meninggalkan orang tua nya dia pergi ke kamar nya.


" Mam, Lucas yang akan segera menikah dan Daniel yang akan segera mempunyai anak. Kita akan segera mempunyai cucu pertama perempuan dari pernikahan Daniel dan Tiara, apakah sikap Mama akan tetap seperti itu?."


Venna melirikan mata nya kepada suaminya.


" Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menerima kehadiran Tiara. Tapi untuk cucu pertama ku, aku akan menerima nya."


Venna pun langsung pergi dia sudah tidak mau membicarakan tentang Tiara.


Sedangkan Tiara dia merasa sangat senang sekali bisa makan malam bersama dengan suaminya dan Miranda.


" Daniel, bagaimana menurut mu apakah Miranda sangat cantik kan."


Daniel merasa risih di saat Tiara harus bertanya seperti itu kepada dirinya.


" Kenapa kamu harus bertanya seperti itu kepada ku,? Harus kah aku memuji kecantikan wanita lain di hadapan istri ku sendiri."


Daniel sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Maksud aku apakah Miranda cocok dengan Lucas,? Miranda yang sangat cantik dan imut sekali dia juga seksi."


Daniel hanya bisa terdiam saja dia tidak menjawab pertanyaan dari istrinya.


Daniel dan Tiara pun akhirnya sampai di Apartemen nya, mereka berdua masuk ke dalam.


" Hmmm, sayang bucket bunga mawar merah itu kamu beli di mana yaa? itu sangat bagus sekali loh aku menyukai nya."


Tiara mengambil bucket bunga mawar tersebut dan memasukkan nya ke dalam vas bunga.


" Jika kamu menyukai bucket bunga mawar merah tersebut, apakah itu tandanya kamu juga menyukai orang yang memberikan bucket bunga tersebut."


Daniel menghampiri Tiara sambil memeluk tubuh Tiara dari belakang.


" Tentu saja, aku sangat menyukai orang nya karena dia adalah suami ku sendiri."

__ADS_1


Daniel melepaskan pelukan erat nya karena dia belum mengetahui siapa yang mengirimkan bucket bunga mawar tersebut.


" Tiara, sebentar lagi Lucas menikah kita harus datang dan aku mohon kamu jangan membuat kekacauan di sana."


Wajah Tiara kelihatan sangat malas sekali.


" Haruskah kah aku pergi ke sana,? Aku yang tidak ingin bertemu dengan Bianca. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat takut sekali wajah anak kita nanti akan mirip Bianca."


Daniel tersenyum manis ketika mendengar perkataan istrinya karena menyadari jika wajah Bianca yang sangat cantik sekali.


" Tetap saja kita berdua harus datang, karena pada saat pernikahan kita mereka berdua juga datang."


Tiara memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur, Tiara yang kelihatan sangat malas sekali untuk membicarakan tentang Bianca.


" Lebih baik sekarang kita tidur yaa, dan setelah itu kita hadapi setiap hari dengan penuh perasaan bahagia."


Tiara mematikan lampu kamar nya, dia menarik selimut dan Daniel berada di samping Tiara.


Keesokan harinya.


Kesibukan mulai terjadi di rumah Bianca, Laura menginginkan pernikahan di halaman rumah nya dia tidak mau menyewa gedung.


Laura melihat Bianca yang masih sibuk untuk bekerja.


" Bianca, bisakah kamu diam di rumah saja."


Bianca langsung terdiam mendengar perkataan Ibu nya.


Laura mengambil tas Bianca dan menyimpan nya di atas meja.


" Lalu aku ngapain di rumah Buu, jika hanya untuk melihat saja aku tidak mau Buu."


Bianca kembali mengambil tas nya.


" Aku lebih suka sibuk, dan ibu cukup doakan saja aku yaa Buu."


Bianca mencium tangan Ibu nya dan dia pun memilih untuk langsung pergi.


" Bianca tidak mau mendengar perkataan orang tua."


Bianca masuk ke dalam mobil nya, dia pun mengendarai mobil nya menuju ke kantor nya.


Bianca harus terbiasa bekerja tanpa ada nya Lucas di samping nya.


" Bianca, kamu harus selalu berpikir positif saja. Lucas tidak mungkin bersama dengan wanita lain, wanita lain itu adalah model itu."


Bianca merasa sangat lemas sekali jika dia menyebut nama model tersebut.

__ADS_1


Bianca sampai di kantor nya, dia langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke ruangan nya.


Di saat Bianca mau membuka pintu ada pita pink di depan pintu ruangan nya.


" Apa ini yaa, siapa yang menempel kan pita pink di depan pintu."


Bianca membuka pintu ruangan dan ternyata sudah ada Lucas yang duduk di kursi kerjanya.


" Apa yang sedang kamu lakukan di sini Lucas,? Apakah kamu tidak masuk kerja. Tanggung jawab mu pada perusahaan Papa mu, bukan lagi di sini."


Lucas menghampiri Bianca dia memegang kedua tangan Bianca.


" Apakah kamu tidak merindukan ku,? Kamu yang sudah tidak mau bersama dengan ku?."


Bianca melepaskan genggaman tangan Lucas.


" Bukan kah dua hari lagi kita akan menikah,? Kita akan selalu bersama."


Lucas tersenyum malu mendengar perkataan Bianca.


" Wah, jadi jika kita berdua sudah menikah apapun kita lakukan bersamaan?. Aku sangat menunggu hari indah itu, dan aku ingin sekali kita melakukan honeymoon selama satu bulan lamanya."


Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar keinginan Lucas.


" Apakah kamu tidak mempunyai keinginan untuk bekerja,? Lama sekali honeymoon sampai satu bulan Lucas."


Bianca sudah bisa membayangkan nya.


" Yaa, tidak apa-apa sayang. Bulan depan nya kamu bisa langsung hamil, dan kita berdua akan menjadi Ayah dan Ibu."


Bianca merasa hayalan Lucas yang sangat tinggi sekali.


" Sudahlah Lucas, tidak usah memikirkan anak dulu yaa. Kita menikah pun belum, lagi pula sudah ada cucu pertama perempuan yang akan segera hadir di keluarga kamu."


Lucas menghela nafas panjang nya.


" Aku sebenarnya merasa sangat sedih sekali, kehadiran cucu pertama yang tidak akan di sambut baik oleh keluarga itu sangat menyakitkan."


Bianca pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Lucas, dia yang mengetahui jika Mama nya Lucas yang belum bisa menerima kehadiran Tiara di keluarga nya.


" Walaupun Tiara jahat, tapi anak nya pasti akan sangat baik sekali. Kita tidak boleh benci dengan anak nya, dia tidak bersalah apalagi berdosa."


Bianca melihat Lucas yang langsung terdiam.


" Di saat nanti kita yang sudah menikah, kita harus bisa belajar bersikap baik dengan Daniel karena dia adalah Kakak ipar ku dan juga Kakak kandung mu. Yaa walaupun mungkin untuk kamu itu sangat susah sekali, tapi kita harus tetap berusaha bersikap baik."


Lucas tidak menyangka jika Bianca yang akhirnya bisa melupakan sikap Daniel yang tidak sopan kepada nya.

__ADS_1


" Sekarang pulang yaa, pulang ke ruangan mu. Karena kenyataan perusahaan itu bisa berdiri tegak kembali karena kamu. Jangan sampai perusahaan itu bangkrut kembali, aku tidak mau Mama kamu sedih."


Lucas mencium pipi Bianca sebelum dia pergi meninggalkan nya, Bianca pun langsung tersipu malu-malu sambil memegang pipi nya.


__ADS_2