Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #275#


__ADS_3

Tiara keluar dari Apartemen nya, dia ingin membeli sesuatu karena dia tidak mau menunggu Daniel.


" Sekarang lebih baik aku pergi ke mana-mana sendiri, aku jangan mengandalkan Daniel aku harus hidup mandiri."


Tiara menutup pintu Apartemen nya dan di saat dia membalikkan badannya tiba-tiba Raffi berada di hadapannya.


Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah Raffi.


" Tiara, aku bicara dengan mu."


Raffi memegang tangan Tiara tapi Tiara tidak mau.


" Jangan sentuh aku Raffi, jika kamu menyentuh ku maka aku akan berteriak kencang."


Raffi melepaskan genggaman tangan nya.


" Tiara, aku sangat mencintaimu dan aku ingin memiliki mu."


Tiara menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar perkataan Raffi.


" Kamu tidak lihat perut ku yang sekarang sedang hamil ini, kamu mengucapkan perasaan cinta terhadap wanita yang sedang hamil."


Tiara semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Raffi.


" Rasa cinta ini semakin besar di saat aku melihatmu yang sedang hamil seperti ini, aura kecantikan mu semakin terpancar Tiara."


Tiara merasa sangat resah sekali dengan sikap Raffi yang tidak biasa.


" Raffi inginkan aku pergi dari, jangan halangi jalan ku. Aku mohon Raffi, ijinkan aku bahagia bersama dengan Daniel."


Mata Tiara sampai berkaca-kaca ketika bicara seperti itu di hadapan Raffi.

__ADS_1


" Ijinkan aku memelukmu."


Tiara mendorong tubuh Raffi dengan sangat kuat sekali sehingga Raffi sampai terjatuh ke lantai dan Tiara akhirnya bisa pergi.


Tiara melupakan dirinya yang sedang hamil, dia terus saja berlari hingga akhirnya Tiara sadar jika dia harus bisa mengendalikan diri nya.


" Kandungan ku, Semoga baik-baik saja."


Tiara memilih untuk duduk dia sampai di hampiri oleh satpam.


" Ibu, baik-baik saja kan?."


Satpam tersebut sambil membawa kan botol minum untuk Tiara.


" Nafas saya sedikit sesak Pak, tadi saya bertemu dengan orang yang membuat saya ketakutan."


Satpam tersebut memberikan minum kepada Tiara.


Tiara mengambil botol minuman tersebut.


" Terimakasih banyak yaa pak."


Satpam tersebut langsung pergi meninggalkan Tiara.


Tiara merasa sangat membaik setelah minum.


" Lebih baik aku tinggal di rumah orang tua ku, dari pada aku harus bertemu dengan Raffi seperti ini."


Tiara tidak berani membicarakan tentang ini kepada Daniel, karena Tiara hawatir Raffi yang langsung memberikan bukti kepada Daniel.


" Aku hanya bicara apa ya dengan Daniel, agar aku tidak tinggal di Apartemen lagi."

__ADS_1


Handphone Tiara berdering dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Daniel.


Tiara merasa sangat ragu sekali untuk menjawab panggilan telephone tersebut.


" Bagaimana yaa, aku jawab atau tidak yaa."


Tiara terus saja memegang handphone nya dan akhirnya Tiara pun menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Daniel*


* Tiara, kamu baik-baik saja kan? Kenapa suara mu terdengar sangat lemas sekali*


* Aku baik-baik saja Daniel, aku sekarang ingin pergi membeli buah-buahan. Karena stok buah habis di kulkas kita, aku ingin membelinya sekarang*


* Tiara, kamu lebih baik istrirahat saja biarkan aku yang membelinya*


* Tidak Daniel, justru aku merasa tidak nyaman untuk tinggal di Apartemen*


* Kenapa Tiara,? Apakah lelaki yang sangat mengidolakan mu itu yang membuat kamu merasa tidak nyaman? dia menggangu mu yaa*


* Tidak Daniel, aku yang sedang hamil ingin dekat dengan orang tua ku saja*


* Tapi Tiara, aku tidak bisa tinggal bersama dengan orang tua kamu*


* Kenapa kamu tidak menjual Apartemen saja, dan kita membeli rumah yang sederhana*


* Apartemen ini milik Papa, aku tidak bisa sembarang menjual nya tapi nanti aku bicarakan lagi dengan Papa yaa*


* Baiklah Daniel, yasudah yaa aku mau pergi ke rumah ibu saja tidak jadi membeli buah-buahan*


* Hati-hati Tiara*

__ADS_1


Tiara mengakhiri panggilan telephone nya dia menuggu taksi untuk pergi ke rumah orang tuanya.


__ADS_2