
Daniel memandangi wajah cantik Tiara, dia memang tidak bisa membohongi perasaannya jika Tiara yang memang sangat cantik sekali.
Daniel menghentikan permainan nya, karena yang harus kembali ke kantor nya.
" Tidak yaa Tiara jangan sekarang, karena aku yang harus kembali ke kantor."
Daniel mengancing kembali kemeja nya dia beranjak dari tempat tidur nya.
Dan tidak lama kemudian terdengar suara bell.
" Biarkan aku yang melihat nya, kamu diam di tempat yaa lihat pakaian yang kurang bahan seperti itu."
Tiara pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan Daniel, Tiara duduk di sofa dan Daniel pun datang dengan membaca makanan dan minuman untuk mereka berdua.
Daniel menarik tangan Tiara ke meja makan, mereka berdua pun duduk berdampingan.
" Daniel, aku merasa sangat sedih sekali. Ayah dan ibu yang lebih memilih keluar dari Apartemen ini, dia memilih untuk kembali ke rumah kita yang dulu."
Daniel pun baru menyadari nya tidak ada orang tua Tiara di Apartemen nya.
__ADS_1
" Astaga Tiara, kenapa aku yang baru saja menyadari nya yaa. Aku pikir hanya kamu yang ada di Apartemen ini, aku melupakan orang tua mu."
Tiara kelihatan sangat sedih sekali dan Daniel pun memegang tangan Tiara.
" Sudahlah jangan bersedih seperti ini, mungkin saja Ibu dan Ayah tidak nyaman untuk tinggal di sini sudahkah yang penting kamu yang harus tetap perhatian dengan mereka berdua yaa."
Tiara tiba-tiba langsung menagis dan membuat Daniel panik.
" Tiara kenapa kamu menagis seperti itu."
Tiara pun mencoba untuk menceritakan semuanya kepada Daniel secara perlahan.
Daniel menghapus air mata Tiara.
" Tapi Ibu dan Ayah mereka menyuruh aku untuk pergi, Ibu dan Ayah bilang jika mereka tidak mau sampai media mengetahui jika aku yang terlahir dari keluarga sederhana."
Tiara menangis di pelukan Daniel, dan Daniel pun mulai berpikir jika orang baik itu adalah Bianca.
Karena Daniel mengingat Ayah nya Bianca yang pernah bekerja di perusahaan Sebastian.
__ADS_1
Daniel tidak berani mengatakan hal tersebut karena dia tidak mau Tiara yang pasti merasa sangat malu sekali, Bianca yang sudah mengetahui kehidupan asli nya Tiara.
" Yasudah Tiara, walaupun sikap orang tua mu seperti itu kamu tetep harus bersikap baik yaa. Jangan sampai kamu melupakan orang tua mu yaa, karena mereka tetap orang tua kamu."
Tiara menganggukkan kepalanya sambil masih menangis.
" Aku merasa menyesal karena pernah sampai mengatakan kebohongan tentang keluarga ku, sekarang aku merasa jika orang tua yang membenci ku karena mereka pasti berpikir aku yang malu terlahir dari keluarga sederhana."
Daniel melihat jam di handphone nya dia harus kembali ke kantor.
" Tiara, aku harus kembali ke kantor ya. Kamu habiskan makanan ini, ingat kamu harus jaga kesehatan mu juga."
Daniel melepaskan pelukan erat nya dan dia pun langsung pergi dari Apartemen tersebut.
Tiara terdiam dalam kesendirian nya, dia yang seperti tidak mau jauh dari orang tua nya.
" Aku akan selalu datang ke rumah, walaupun Ibu dan Ayah mengusirku. Aku tetap harus melihat kondisi mereka berdua, aku tidak mau menjadi anak yang durhaka lupa dengan orang tua."
Tiara menghabiskan makanan yang ada di hadapannya dia sudah tidak lagi menjalankan program diet, sekarang dia hanya fokus pada kesehatan nya.
__ADS_1