
Tiara menangis dan menghampiri Daniel yang ada di dalam Restoran, Daniel seketika langsung panik ketika melihat Tiara yang menangis di hadapan nya.
" Tiara kamu kenapa,? kenapa sampai menangis seperti ini."
Daniel langsung memeluk erat tubuh mungil Tiara.
Tapi Tiara masih belum bisa menceritakan semuanya dia menangis di pelukan Daniel.
Daniel mengelus rambut panjang Tiara, dia juga mencium kening Tiara.
Setelah merasa puas melampiaskan dengan tangisan barulah Tiara bisa bercerita dengan Daniel.
" Tadi aku bertemu dengan Lucas dan Bianca, terus Bianca bilang jika Ayah ku berkerja di perusahaan nya sebagai office boy dan Tiara bilang seharusnya aku merasa beruntung."
Daniel merasa satu persatu akan terungkap dan ada saat Lucas dan Bianca pun mengetahui jika Tiara adalah kekasih ku.
" Bianca dan Lucas agar segera menikah secepatnya, jika dengan perkataan Bianca saja kamu menangis lalu bagaimana ketika mereka mengetahui jika kamu adalah kekasih ku."
Daniel menghapus tangisan Tiara dengan tangan nya.
" Tiara, di saat kamu bisa menyakiti hati seseorang dengan ucapan mu, kamu juga harus bisa menerima kenyataan ketika seseorang berbicara jahat kepada mu."
Tiara menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali.
" Sekarang Bianca mengetahui semuanya, dan kamu tidak bisa berkata sembarangan lagi dengan Bianca. Secara tidak langsung juga Lucas mengetahui kebohongan mu Tiara."
Tiara merasa tidak bisa banyak berkata lagi.
" Sekarang lebih baik kamu persiapkan diri kamu yaa, sebentar lagi aku akan memperkenalkan kamu sebagai kekasih ku di hadapan orang tua ku."
Daniel mengelus rambut panjang Tiara.
" Sekarang makan yang banyak yaa sayang, kamu pasti sangat lapar sekali."
Tiara menikmati apa yang di katakan oleh Daniel, walaupun rasa malu Tiara masih belum bisa hilang.
Tiara berencana untuk pulang ke rumah orang tua nya setelah makan siang bersama dengan Daniel.
Di saat Tiara yang menangis tersedu-sedu oleh Bianca.
Di perjalanan menuju ke kantor nya Lucas tidak menyangka jika Bianca sampai mengatakan hal tersebut kepada Tiara.
Lucas juga melihat Bianca yang kelihatan kesal.
Semenjak Bianca masuk ke dalam mobil, Lucas tidak berani bertanya dengan Bianca dia hanya terdiam dan merasa takut.
Bianca merasakan Lucas yang terus menerus memperhatikan nya, Bianca pun bicara dengan Lucas.
" Perkataan ku keterlaluan yaa dengan Tiara, aku seperti seorang yang sombong yaa."
Bianca mulai mau bicara dengan Lucas.
" Aku merasa kamu yang memang sudah sangat benci sekali dengan Tiara, dengan perkataan nya. Sudahlah lupakan saja biarkan saja dia menangis, karena Tiara memang hanya bisa sombong saja."
Bianca tersenyum dia merasa Lucas yang membela nya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak yaa Lucas, kamu sudah membela aku dari pada Tiara."
Lucas tersenyum manis akhirnya dia tidak salah bicara di hadapan Bianca, Lucas selalu merasa ketakutan jika mereka berdua sudah membahas tentang Tiara.
" Iya sayang ku, aku akan selalu membela mu karena kamu adalah calon istri ku. Aku tidak mau tunangan yaa, aku ingin langsung menikah saja yaa kalau menikah aku bisa mendapatkan mu seutuhnya. Kalau tunangan aku hawatir akan ada lelaki kaya raya yang jatuh cinta dengan mu, aku tidak mau."
Bianca melihat wajah Lucas yang sangat serius sekali mengatakan pernikahan kepada nya.
Bianca merasa tidak yakin jika Lucas yang masih muda dan juga emosional.
" Bagaimana mungkin kita berdua bisa menikah muda sedangkan aku dan kamu, kita yang sama-sama emosional kita berdua yang tidak bisa dewasa."
Bianca dan Lucas sampai di depan kantor mereka.
" Jangan seperti itu yaa, kita harus berpikir positif sayang. Mungkin sekarang kita berdua yang belum bisa dewasa tapi nanti setelah kita berdua menikah, siapa tahu rasa dewasa itu akan segera timbul dari diri kita sendiri."
Lucas membukakan pintu mobil nya dan mereka berdua pun keluar dari mobil.
Lucas merangkul Bianca sambil berjalan membuat para pegawai yang ada di kantor hanya fokus pada mereka berdua.
Bianca merasa tidak nyaman sekali, dia mencoba untuk meneruskan tangan Lucas.
" Jika sampai kamu menurunkan tangan mu, maka aku akan mencium bibir mungil itu di hadapan banyak pegawai."
Bianca pun langsung memandangi wajah Lucas, dia Akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Lucas.
Karena Bianca mengetahui jika Lucas yang sangat nekat sekali orang nya, Bianca membiarkan Lucas merangkul mesra dirinya sampai masuk ke dalam ruangan Bianca.
Bianca pun Langsung marah kepada Lucas.
" Lucas kenapa sih kamu selalu saja seperti itu,? kamu sampai harus mengancam ku. Aku risih sangat risih sekali Lucas, aku tidak mau banyak orang yang sampai memperhatikan kita berdua seperti itu."
" Bianca cantik, aku melakukan ini semua karena aku tidak mau yaa. Mereka sampai menyangka jika aku itu tidak perhatian dengan kamu sayang, aku nggak mau mereka berkata jika aku yakin suka dengan kamu tapi aku cuek sekali."
Lucas memandangi wajah cantik Bianca.
" Sekarang kita harus fokus pada hubungan kita berdua yaa, nanti jika kita berdua sudah menikah aku ingin kita berdua satu ruangan. Sehingga tidak akan ada lelaki yang sampai mencoba untuk menggoda kamu."
Bianca sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Belum saja menikah kamu sudah sangat overprotektif sekali Lucas, dan selalu berpikiran negatif terhadap lelaki yang masuk ke dalam ruangan ku."
Lucas tersenyum ketika mendengar perkataan Bianca.
" Lalu kenapa jika aku overprotektif dan juga cemburuan,? Bukan kah itu membuat kamu senang? Itu tandanya aku yang sangat sayang sekali dengan kamu."
Bianca merasa capek mendengarkan perkataan Lucas dia pun memilih untuk duduk di tempat kerja nya.
" Sekarang lebih baik kamu kembali ke ruangan kamu yaa, kamu fokus saja dengan pekerjaan kamu. Karena saat bekerja bukan saat nya untuk berpacaran yaa, silahkan Bapak Lucas harap meninggalkan ruangan saya sekarang juga yaa."
Bianca sampai mengusir Lucas dari ruangan nya, dan Lucas pun langsung pergi.
Bianca tersenyum manis ketika melihat Lucas yang pergi dari ruangan nya.
" Akhirnya dia pergi juga yaa, sekarang aku bisa fokus pada pekerjaan ku."
__ADS_1
Bianca mulai fokus kembali pada pekerjaan tapi dia tersenyum ketika mengingat jika produk sepatu yang di buat oleh Lucas sudah selesai maka dia dan Lucas yang akan menjadi model nya.
" Aku masih tidak bisa membayangkan nya, aku dan Lucas menjadi model nya."
Bianca tersenyum tersipu malu-malu tapi dia merasa jika Lucas sudah seperti yang dia inginkan.
" Lucas dia cemburu dan overprotektif terhadap ku, itu adalah sebuah pertanda jika dia memang cinta kepada ku."
Bianca menyalakan cctv pada ruangan Lucas, tanpa sepengetahuan Lucas Bianca sudah sangat overprotektif terhadap nya.
" Lucas tidak tahu jika sebenarnya aku yang sudah memiliki sikap overprotektif seperti ini, aku sengaja menyimpan camera cctv di saat Lucas yang baru bekerja. Aku tidak mau Lucas yang sampai di dekati oleh para pegawai wanita di kantor ini, aku juga ingin selalu memandangi wajah Lucas setiap hari."
Walaupun Lucas sudah pindah ruangan di sebelah nya, Bianca tetap memasang camera cctv di ruangan Lucas.
" Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Lucas, ketika mengetahui aku yang selama ini bisa memperhatikan nya setiap hari. Apakah dia akan marah yaa kepada ku, seperti dia akan semakin berbunga-bunga."
Bianca menutup laptop nya, karena handphone nya yang berdering kencang.
" Ibu, ada apa yaa ibu menelephone."
Bianca langsung menjawab dengan telephone tersebut.
* Hallo Ibu ada apa yaa*
* Bianca, bagaimana dengan produk mu sudah bisa di promosikan*
* Baru tahap produksi Buu, seperti nya seminggu lagi sudah beres*
* Kamu akan memakai artis siapa yang mempromosikan nya*
* Aku ingin Lucas saja bu yang mempromosikan nya, aku merasa dia juga sangat tampan sekali*
* Produk sepatu itu kan sepasang lalu satu lagi perempuan nya siapa yang akan bersama dengan Lucas*
Bianca pun langsung terdiam dia merasa malu untuk mengatakan jika dirinya yang menjadi pasangan nya.
* Lalu siapa sayang pasangan nya,? Apakah kamu yang menjadi pasangan Lucas*
* Hmmmm, Lucas sih bilang begitu tapi aku malu Bu. Aku tidak ada bakat seperti seorang model, aku juga malu karena aku yang tidak terlalu cantik*
* Lalu Lucas,? dia juga bukan seorang model kan tapi dia percaya diri. Nah kamu juga harus begitu yaa, sekarang jika sampai kamu tidak mau Lucas bersama dengan model cantik dan seksi kamu pasti marah besar kan cemburu melihat nya*
* Iya Bu, aku pasti seperti itu. Oh iya Buu tadi siang aku bertemu dengan Tiara, dia bilang jika aku beruntung sekali bisa bersama dengan Lucas jika bukan Tiara yang memutuskan hubungan nya dengan Lucas*
* Lalu kamu melawan nya Bianca*
* Iya aku bilang saja jika orang tua mu beruntung bisa bekerja di kantor ku, dan Tiara langsung terdiam dan menangis Buu. Apakah aku keterlaluan yaa dengan Tiara, sampai membuat Tiara menangis tersedu-sedu begitu*
* Bianca kamu sangat baik sekali, di saat Tiara berkata seperti kamu di hadapan mu dia tidak memikirkan perasaan mu, tapi kamu masih bisa memikirkan perasaan Tiara. Bianca kamu jangan terlalu baik yaa sayang, karena Tiara bukan orang yang baik-baik. Ibu tidak mau kamu sampai di manfaatkan oleh Tiara, dan kamu jangan pernah merasa tenang walaupun sekarang Tiara yang sudah bersama dengan Daniel. Tapi ingat lagi dia itu adalah wanita malam yang bisa tidur dengan berbeda-beda pria, kamu harus tetap menjaga Lucas*
* Baiklah ibu, aku sekarang kerja dulu yaa*
* Iya sayang semangat yaa*
Bianca langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
__ADS_1
" Iya juga yaa, tapi aku tidak akan pernah membiarkan Tiara merebut Lucas dari pelukan ku. Jika perlu aku akan melaporkan Tiara ke polisi jika mengambil Lucas, ahhhh membuat aku semakin overprotektif saja."
Bianca merasa semakin ketakutan kehilangan Lucas, dia tidak mau menunjukkan perasaan nya itu di hadapan Lucas.