
Selesai menembus obat Lucas langsung menghampiri Bianca, dia melihat Bianca yang memakai masker sambil menundukkan kepalanya.
" Bianca, kenapa kamu seperti itu seperti sedang ketakutan sekali."
Bianca langsung berdiri dan menarik tangan Lucas.
" Aku cepat kita harus pulang sekarang juga, sebelum orang-orang melihat kita berdua."
Lucas dan Bianca pun sampai harus berlari masuk ke dalam mobil.
Bianca baru bisa menjelaskan di dalam mobil.
" Pemberian nya sudah sampai di berita televisi, mereka pasti akan menyerbu aku dan meminta tanggapan dari aku."
Lucas baru menyadari nya, dan dia pun langsung mengusap keringat di wajah Bianca.
" Ya ampun kasihan sekali kamu sayang, sudah seperti artis dadakan yaa. Sekarang pihak yang di rugikan adalah Pak Tonny, kasihan sekali dia yaa . Demi membela anak yang salah, dia sekarang yang menjadi pembicara para masyarakat."
Bianca pun mulai merasa kasihan.
" Media pasti mengungkit apa yang di lakukan oleh Tiara dan sekarang terulang lagi oleh Ayah nya, aku merasa Tiara itu memang sangat keras sekali yaa dia seperti nya tidak mau di salah kan."
Lucas mengelus rambut panjang Bianca.
__ADS_1
" Yasudah yaa sayang, sekarang aku antarkan kamu pulang yaa dan setelah itu kamu harus langsung istirahat di minum obat nya sesudah makan yaa sayang."
Bianca menganggukkan kepalanya dan Lucas pun langsung menyalakan mesin mobil nya.
" Lucas kamu pulang jangan pakai taksi yaa, pakai mobil aku saja yaa. Karena besok seperti aku tidak masuk kantor, pasti akan banyak para wartawan yang datang."
Lucas tersenyum manis kepada Bianca.
" Terimakasih yaa sudah memberikan kepercayaan kepada ku, tidak mempunyai pikiran jika aku sampai membawa kabur mobil mu."
Bianca tersenyum tipis dan pun memejamkan mata nya, Bianca kelihatan sangat capek sekali.
" Kasihan sekali Bianca, dia masih saja bisa baik dengan orang yang sudah jahat dengan nya. Bianca masih saja bisa membantu keluarga nya, padahal anak sangat tidak sopan kepada nya."
Lucas memilih untuk mengendong Bianca masuk ke dalam.
Laura begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Bianca yang di gendongan oleh Lucas.
Sebastian berlari untuk membantu Lucas dan membaringkan Bianca tidur di kasur nya.
" Bianca seperti nya dia kecapean, dia merasa pusing dan mual. Saya sudah membawa Bianca ke rumah sakit, dan ini obat nya."
Laura mengambil obat tersebut dari tangan Lucas.
__ADS_1
" Terimakasih banyak yaa Lucas kamu sangat baik sekali, kamu sayang Bianca."
Lucas tersenyum ketika mendengar perkataan Laura.
" Ayah ingin mereka berdua segera menikah saja, agar mereka berdua bisa lebih fokus pada pekerjaan."
Lucas menundukan kepalanya itu yang sebenarnya yang dia inginkan sebuah pernikahan bukan pertunangan.
" Jika Bianca setuju yasudah tidak apa-apa, Ibu selalu mendukung mereka berdua."
Lucas mendapatkan restu dari kedua orang Bianca.
" Sekarang lebih baik kamu bicarakan saja yaa dengan orang tua kamu, bicara secara perlahan yaa."
Lucas benar-benar merasa sangat senang sekali.
" Yasudah saya pulang dulu yaa, Pak Sebastian dan Ibu Laura."
Lucas berpamitan sambil bersalaman.
" Oh iya Bu, tadi sebelum Bianca tidur dia mengijinkan saya untuk memakai dulu mobil nya Bianca karena mobil saya di kantor."
Lucas tidak mau sampai orang tua Bianca salah paham terhadap nya.
__ADS_1