
Di perjalanan menuju ke rumah nya Daniel melihat Lucas yang tersenyum tidak seperti biasanya.
"Apakah sekolah mu menyenangkan hari ini,? kamu tersenyum sangat manis sekali."
Lucas melirikan mata nya kepada Daniel.
"Tadi aku di ajarkan pelajaran matematika oleh Beryl Bianca, dia cantik dan terkenal pintar dan berprestasi. Dia mengajari dengan sangat sabar dan detail sekali sehingga aku bisa cepat mengerti, hmmmm jika sampai menyewa guru privat mungkin bayaran sangat mahal sekali."
Daniel mereka gadis yang di ceritakan oleh Lucas membawa positif terhadap Lucas.
"Kenapa kamu tidak berteman saja dengan nya,? maka nilai mu pasti akan sempurna dan Mama akan bangga sekali dengan mu."
Lucas tidak berpikir ke arah sana setidaknya dia dekat untuk sekedar mengobrol.
"Ya itu ide yang sangat bagus sekali."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah dan kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangan mereka.
"Lucas tadi dia melakukan belajar bersama di halaman sekolah nya, dan beruntung sekali dia mendapatkan teman yang baik yang mengajarkan nya sampai mengerti."
Daniel ingin Mama nya tidak berpikir negatif terhadap Lucas.
"Nama nya Beryl Bianca dia terkenal sebagai salah satu murid yang pintar dan berprestasi di sekolah nya."
Seketika Venna pun langsung berpikir.
"Bagaimana jika setiap hari minggu dia menjadi guru privat untuk kamu belajar di rumah, kita jemput dia ke rumah kita. Uang bayaran nya bisa untuk dia jajan sekolah, bagaimana Lucas apakah kamu setuju?."
Lucas dengan terpaksa dia harus setuju pada hari libur ingin dia pakai untuk bisa bertemu dengan Tiara.
"Aku setuju tapi hanya satu jam saja, karena otak ini juga butuh istirahat di hari libur."
Lucas pun berjalan menuju ke kamar nya, dia mengunci kamar nya dan merasa sangat merindukan Tiara.
"Semoga saja Tiara tidak sedang sibuk yaa, jadi hari ini kita bisa berkomunikasi."
Lucas memilih untuk mengirimkan pesan terlebih dahulu.
*Tiara apakah kamu sedang sibuk,? boleh aku menelephone mu sekarang*
Sambil menunggu balasan pesan dari Tiara, Lucas Menganti pakaian seragam nya.
__ADS_1
Tiara membaca pesan dari Lucas hari ini dia pun akan melakukan pemotretan untuk majalah dewasa.
"Lucas, dia mengirimkan pesan di saat yang tidak tepat."
Tiara pun langsung membalas pesan dari Lucas.
*Maafkan aku Lucas, aku sekarang sedang sibuk. Mungkin nanti malam yaa kita bisa saling komunikasi kembali, maafkan aku*
Tiara bersiap untuk mengganti pakaian nya dia kelihatan sangat gugup sekali ketika harus memakai pakaian yang lebih terbuka dari yang sering dia pakai.
Pesona Tiara begitu sangat terlihat jelas dia begitu sangat menggoda sekali dan membuat Meneger sampai tersenyum.
"Seperti nya Tiara akan menjadi wanita favorit para kaum laki-laki kaya raya, dia benar-benar sangat menggoda sekali."
Tiara melakukan nya dengan sangat sempurna sekali bahkan foto sampai di jadikan cover majalah.
"Sungguh luar biasa sekali Tiara, setiap foto-foto begitu sangat menggoda sekali."
Tiara tidak menyangka jika dia sampai melakukan ini semua demi untuk kesembuhan orang tua nya.
"Terimakasih, aku melakukan nya dengan hati sehingga membuat hasil yang memuaskan."
"Ternyata Tiara sedang sibuk, sekarang kita berdua benar-benar sedang di sibukkan dengan kegiatan kita masing-masing semoga saja tidak membuat hubungan kita berdua berakhir karena komunikasi dan kesibukan."
Lucas memilih untuk beristirahat karena dia sangat capek sekali.
***
Di sisi lain Beryl begitu sangat bahagia sekali dan kebahagiaan itu sampai dia bawa ke rumah.
"Wah sepertinya Putri ibu ini sedang bahagia nya yaa, ada apa sayang apakah kamu mendapatkan nilai yang sempurna? tapi bukan kah setiap hari kamu selalu mendapatkan nilai sempurna."
Beryl pun menghampiri ibu nya dia duduk di samping Ibu nya.
"Aku merasa sangat senang sekali Bu, ketika aku bisa membantu teman-teman aku yang tidak mengerti tentang pelajaran matematika. Melihat mereka bilang mengerti aku merasa sangat berhasil sekali."
Laura membelai rambut panjang Beryl.
"Seperti nya kamu tidak akan menjadi seorang pembisnis seperti kamu akan menjadi seorang Dosen."
Beryl pun langsung memandangi wajah Ibunya.
__ADS_1
"Memang Ibu dan Ayah mengizinkan jika aku tidak menjadi pembisnis seperti Ayah. Lalu bagaimana dengan perusahaan kita,? aku kan anak tunggal sudah tidak ada lagi penerus perusahaan milik Ayah."
Laura pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Beryl yang sudah sangat jauh sekali pemikiran nya.
"Ibu dan Ayah selalu mendukung apapun yang kamu inginkan, tidak akan pernah memaksa untuk menjadi apa yang di inginkan oleh Ayah dan Ibu."
Beryl merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan dari Ibu nya.
"Besok adalah peresmian kantor baru Ayah mu, apakah kamu akan datang. Karena besok itu kamu libur sekolah kan, tapi Ibu tidak memaksa begitu juga dengan Ayah karena sejak awal kamu lebih di privasi kan oleh Ayah."
Beryl pun seketika langsung terdiam dan berpikir.
"Lihat nanti saja yaa Bu, sekarang aku mau ganti seragam dulu yaa."
Beryl pun langsung masuk ke dalam kamar nya dia begitu sangat bahagia sekali.
"Ahhhh Lucas kamu sangat tampan sekali dan aku sangat menyukai mu."
Beryl menganti pakaian seragam nya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan handphone di tangan nya.
"Aku merasa sangat bahagia sekali bisa sedekat itu dengan Lucas, dan nanti di saat perpisahan sekolah. Aku harus bisa memberanikan diri ku ini untuk mengatakan perasaan hati ku jika aku begitu sangat mencintai Lucas, apapun jawaban nya akan aku terima. Walaupun Lucas pasti lebih memilih kekasih tua nya, aku tetap harus menerima nya."
Beryl pun melihat ada pesan masuk dia tidak mengenal nomor handphone nya.
"Tidak ada nama nya siapa yang yang mengirimkan pesan kepada ku."
Beryl pun yang sangat penasaran dia langsung membuka pesan masuk tersebut.
*Sore Beryl, ini aku Lucas aku mendapatkan nomor handphone kamu dari teman aku. Hmmmm Beryl besok kan hari libur apakah kamu bisa datang ke rumah ku ini mengajarkan rumus-rumus matematika yang lain nya. Aku hanya butuh waktu satu jam saja, aku akan membayar nya. Yaa mungkin kamu sekarang menjadi guru privat aku di rumah, bagaimana?*
Tangan Beryl sampai bergetar ketika membaca pesan dari Lucas, Beryl juga tidak menyangka jika dirinya bisa mempunyai nomor handphone Lucas.
"Jangan kan satu jam seharian pun aku mau, hari libur ku bersama dengan Lucas."
Beryl pun mulai membalas pesan dari Lucas.
*Baiklah Lucas, aku mau nanti jam 8 aku akan datang ke rumah kamu*
*Terimakasih banyak Beryl*
*Sama-sama Lucas*
__ADS_1