
Lucas dan Bianca mereka menuju ke rumah orang tua Tiara, Lucas tidak menyangka jika akhirnya dia mengetahui juga orang tua Tiara.
" Lucas kita berhenti dulu yaa ke minimarket, karena aku ingin membelikan sesuatu kepada orang tua Tiara."
Lucas melihat Bianca yang memang sangat baik sekali, dia tidak menyangka jika Bianca sampai mempunyai hati yang sangat lembut sekali.
" Bianca kamu sangat baik sekali, padahal Tiara dia sangat jahat kepada mu."
Tiara tersenyum ketika mendengar perkataan Lucas.
" Tiara yang jahat sedangkan orang tua mereka berdua tidak tahu apa-apa, aku baik hanya kepada orang tua nya saja. Tapi kenapa Tiara aku sangat benci sekali, dia sangat tega melakukan ini semua."
Lucas memberhentikan mobilnya di depan minimarket sesuai dengan keinginan Bianca.
" Aku turun yaa, kamu tunggu saja di dalam mobil."
Lucas merasa sangat hawatir sekali dengan Bianca dan dia pun memilih untuk menemani Bianca.
Lucas berlari menghampiri Bianca, dia lagi-lagi memegang tangan Bianca.
" Lucas kita tidak sedang menyebrang yaa, jadi lepaskan genggaman tangan mu ini."
Lucas seperti tidak mendengar perkataan Bianca, dia tetap saja memegang tangan Bianca.
" Astaga, dia mengabaikan ucapan ku."
Bianca mengambil makanan dan minuman tidak lupa juga dengan mie instan, Lucas melihat apa yang di beli oleh Bianca sangat banyak bisa untuk stok makanan sampai dua - tiga mingguan.
" Bianca, kamu perhatian sekali yaa. Padahal belum tentu Tiara juga perhatian kepada orang tua nya."
Bianca membayar semua yang di beli dan Lucas pun membawa dan menyimpan ke bagasi mobil nya.
"' Sudah siapa dan kita langsung pergi yaa."
Bianca dan Lucas masuk ke dalam mobil, mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke rumah orang tua Tiara.
" Bianca aku mohon yaa, jangan sampai kamu bilang jika aku ini adalah Lucas. Mantan kekasih Tiara, aku tidak mau kehadiran ku menggangu mereka untuk banyak bercerita tentang kehidupan yang sekarang sedang mereka jalani."
Bianca pun tersenyum dia mengerti apa yang di maksud dengan Lucas, Bianca yang tidak akan mengatakan hal tersebut.
" Iya Lucas aku mengerti, kamu tenang saja yaa."
Lucas pun tersenyum dan mereka berdua akhirnya sampai di depan rumah orang tua Tiara.
__ADS_1
Ternyata rumah yang sangat sederhana sekali, Bianca dan Lucas mengetuk pintu utama rumah tersebut.
Lucas membawa makanan dan minuman yang di belikan oleh Bianca, Ibu dari Tiara membukakan pintu untuk Bianca dan juga Lucas.
" Nona Bianca silahkan masuk."
Lucas dan Bianca pun masuk di ruangan tamu begitu banyak sekali foto-foto masa lalu Tiara.
Bianca samping memperhatikan satu persatu foto tersebut ternyata Tiara itu adalah anak yang pintar dan berprestasi.
" Wah, aku tidak menyangka yaa jika Tiara itu sangat pintar dan mendapatkan banyak penghargaan."
Lucas pun sama seperti Bianca, dia memperhatikan foto-foto Tiara dari SD sampai Lulus kuliah.
" Tiara adalah anak yang pintar dan selalu juara kelas, dia juga mendapatkan beasiswa di saat dia kuliah."
Lucas menundukan kepalanya dia merasa sangat kecewa sekali dengan Tiara, yang bisa menghianati cinta nya.
Lucas berpikir jika Tiara melakukan ini semua karena dia yang memang butuh uang banyak untuk keluarga nya.
Tidak lama kemudian bapak nya Tiara pun menghampiri Bianca dan Lucas, mereka berdua bersalaman dengan Bianca dan Lucas.
" Pak dan Ibu, saya dan teman saya membawakan makanan dan minuman untuk Ibu dan Bapak. Mohon di terima yaa Pak, karena saya ikhlas memberikan nya."
" Terimakasih banyak Nona Bianca, yang sangat baik sekali yaa."
Bianca pun tersenyum dia yang merasa sangat senang ketika melihat seseorang yang dia bantu senang.
" Bapak, sekarang kan Bapak sudah tidak tinggal bersama dengan Tiara. Dan gara-gara Tiara yang melarang Bapak untuk bekerja di perusahaan Ayah saya membuat Bapak sekali menjadi tidak mempunyai pekerjaan."
Bianca langsung mengeluarkan kartu nama nya serta alamat perusahaan nya.
" Ini adalah alamat perusahaan saya, besok Bapak bisa datang dan langsung bekerja. Jangan sampai Tiara mengetahui nya yaa, aku ingin sekali membantu Bapak dan Ibu."
Orang tua Tiara pun langsung berterimakasih kepada kebaikan Bianca.
" Terimakasih Nona Bianca yang sangat baik sekali, semoga karirnya selalu lancar yaa dan mendapatkan lelaki yang terbaik yaa."
Bianca merasa sangat senang sekali ketika dia yang selalu di doakan oleh siapapun.
" Aku merasa sangat senang sekali ketika aku bisa di doakan seperti ini, sekarang aku pamit pulang yaa Pak."
Bianca dan Lucas pamit pulang mereka berdua bersalaman.
__ADS_1
Lucas dan Bianca masuk ke dalam mobil, Bianca mencari tissue dia merasa sangat bahagia sekali bisa membuat orang lain bahagia.
" Kamu luar biasa sekali Bianca dan aku sangat mendukung mu, aku mendukung kebaikan mu."
Bianca tersenyum manis kepada Lucas, dan Bianca baru menyadari jika mobil Lucas yang berada di kantor.
" Lucas, mobil kamu kan ada di kantor. Sekarang sudah sangat malam sekali, bagaimana kamu pulang nya."
Bianca menghawatirkan Lucas yang pulang malam.
" Tidak apa-apa Bianca, aku sudah terbiasa pulang malam."
Bianca terdiam tapi dia merasa sangat menghawatirkan Lucas.
" Sekarang aku antar kamu pulang ke Apartemen, dan setelah itu aku menunggu taksi kan pergi ke kantor dan pulang ke rumah selesai."
Ketika sampai dia depan gedung Apartemen, tiba-tiba saja hujan deras berserta petir.
Bianca dan Lucas masih berada di dalam mobil, Bianca begitu sangat ketakutan sekali dengan suara petir.
" Bianca, kamu baik-baik saja kan?."
Bianca hanya menganggukkan kepalanya, tapi dia kelihatan sangat ketakutan sekali.
Lucas pun langsung menarik tangan Bianca, dia memeluk erat Bianca karena mengetahui Bianca yang ketakutan dengan suara petir.
Bianca tidak menolak pelukan erat tersebut.
" Aku kita keluar dari mobil ini, kita masuk ke Apartemen."
Lucas mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca mereka berdua keluar dari mobil dan berlari menuju ke dalam gedung.
Tangan Bianca sangat bergetar sekali dan Lucas tidak melepas pelukannya sampai di depan pintu kamar Bianca.
Lucas masuk ke dalam Apartemen, Bianca masih merasa sangat takut sekali.
" Aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Aku sangat ketakutan sekali Lucas, jangan pergi."
Lucas dan Bianca duduk di sofa dan Lucas pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Bianca.
" Aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu, tidurnya di pelukan ku. Kamu pasti akan merasa aman dan terjaga, aku akan melindungi mu."
Bianca dan Lucas menghabiskan waktu bersama di sofa, Bianca tertidur pulas di pelukan Lucas.
__ADS_1