Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *192*


__ADS_3

Tiara merasa sangat ketakutan sekali berada di dalam Apartemen, dia masih memikirkan siapa laki-laki yang menekan tombol bell malam-malam.


" Seperti aku tidak akan keluar Apartemen, aku akan tetap di dalam. Aku takut sekali jika ada orang jahat yang menghampiri ku, ahhhh tidak aku masih ingat hidup. Aku belum mau mati."


Tiara pun mencoba untuk menghubungi Daniel, Daniel yang kebetulan baru sampai kantor.


" Tiara Lestari, ada apa yaa dia."


Daniel pun langsung menerima panggilan telephone tersebut.


* Hallo Tiara, apakah kamu sudah sampai di rumah Ayah dan Ibu*


* Tidak Daniel, aku tidak pergi ke sana. Aku sangat ketakutan sekali di sini, aku tidak berani keluar Apartemen*


* Kenapa Tiara, apa yang terjadi kamu baik-baik saja kan*


* Semalam ada yang menekan tombol bell, aku melihat dari cctv lelaki memakai masker hitam dan memakai topi. Daniel aku sangat takut sekali, aku mohon kamu bisa menemani aku kan malam ini*


* Iya kebetulan sekali, malam ini aku akan pulang ke Apartemen.*


* Terimakasih banyak Daniel, aku menunggu mu di sini*


* Yasudah kamu baik-baik yaa, jangan membuka pintu Apartemen jika bukan aku yang ke sana*


* Baiklah Daniel*

__ADS_1


* Yasudah, aku kerja dulu yaa*


* Iya Daniel*


Tiara menyimpan handphone nya, dia tidak berani turun dari tempat tidur nya.


" Astaga, untuk beranjak dari tempat tidur pun aku merasa sangat ketakutan sekali."


Tiara merasa tidak nyaman sekali tinggal di Apartemen ini.


" Jika aku sampai meninggalkan Apartemen ini, aku tinggal di mana lagi yaa. Tidak mudah untuk mencari tempat tinggal yang baru, di sini aku bisa gratis tinggal."


Tiara menarik selimut nya dan dia pun mendengar suara bell berbunyi kembali.


Tiara langsung berteriak dia tidak sadar.


Suara bell berbunyi hanya satu kali saja.


" Hanya satu kali dan seperti dia langsung pergi, apa ya yang datang."


Tiara merasa sangat penasaran sekali dia pun memberanikan diri untuk berjalan menuju ke pintu utama, Tiara melihat pada cctv tidak ada orang sama sekali.


Tiara pun memberanikan diri untuk membuka pintu Apartemen nya, dan dia melihat bucket bunga mawar merah.


Di sana terlihat jelas nama Tiara lestari yang ditulis di kertas putih berbentuk love.

__ADS_1


" Bucket bunga mawar merah untuk ku."


Tiara dengan cepat dia langsung mengambil bucket bunga mawar merah itu.


Tiara langsung menutup pintu dan kunci nya.


" Apakah memang penggemar rahasia ku yaa, hmmm seperti nya begitu."


Tiara melihat bunga yang sangat cantik sekali, tapi ternyata ada amplop yang terjatuh.


Amplop pink dengan pita lucu berwarna merah.


Tiara pun langsung membuka nya dan amplop tersebut berisi surat.


* Tiara Lestari, aku sangat merindukanmu. Kapan kita bisa tidur nyenyak bersama lagi, aku sangat merindukan permainan ranjang mu*


Setelah membaca pesan tersebut Tiara pun langsung membuang kertas putih tersebut, tangan Tiara sampai gemetar sekali.


" Ahhhhhh, menyesal sekali. Siapa yang berani mengirimkan surat seperti itu, bagaimana jika Daniel yang membaca nya."


Tiara tidak mau Daniel sampai melihat bunga mawar merah tersebut, Tiara memasukkan ke dalam kresek hitam dan dia ikat kencang agar Daniel tidak mengetahui nya.


Tiara memilih untuk memberitahu kepada Meneger nya.


* Mbak Verra ada seseorang yang mengirimkan aku bucket bunga mawar merah, tapi di dalam ada surat yang mengajak aku untuk tidur kembali dengan nya*

__ADS_1


Tiara begitu sangat panik sekali dia menunggu balasan pesan dari Meneger nya tersebut.


__ADS_2