
Beryl Bianca sudah siap dia pun meminta supir pribadi nya untuk mengantarkan dia.
"Aku harus memberitahu Lucas, jika aku mau berangkat sekarang."
Beryl mengeluarkan handphone nya dan mulai mengetik pesan untuk Lucas.
*Lucas aku sudah mau berangkat yaa*
Lucas yang sudah menyiapkan semuanya dia membaca pesan dari Beryl.
*Iya Bianca, silahkan berangkat semuanya sudah siap*
Beryl tersebut ketika dia membaca balasan pesan dari Lucas.
"Bianca, dia panggil aku Bianca."
Beryl tersenyum dan dia pun masuk ke dalam mobil nya. Beryl memberikan alamat rumah Lucas kepada supir pribadi nya, dia mendapatkan nya dari media sosial.
Di perjalanan menuju ke rumah Lucas, Beryl terus saja memandangi wajah nya di cermin. Dia menjadi lebih peka dalam penampilan.
"Aku merasa sudah cukup, bedak tidak terlalu tebal dan lipstik tidak terlalu cerah."
Akhirnya sampai tujuan Beryl meminta supir pribadi untuk pergi agar Lucas tidak melihat mobil nya, Beryl juga memilih turun dari mobil sedikit jauh dari gerbang rumah Lucas.
Lucas memilih untuk belajar di luar rumah nya di dekat kolam renang, dia pun seketika dia langsung berpikir.
"Dari mana dia tau alamat rumah ku yaa, sedangkan sekarang dia bilang sudah berada di perjalanan."
Lucas mencoba untuk menelephone Beryl tapi ternyata Beryl yang sudah ada di hadapannya.
"Hai Lucas."
Beryl berdiri di hadapan Lucas.
"Bagaimana cara nya kamu bisa sampai dengan cepat sedang kan aku tidak memberikan alamat rumah ku kepada mu?."
Beryl pun terdiam sambil berpikir apa jawabnya dan dia pun memilih untuk mengakui nya.
"Aku tau rumah kamu dari media sosial, aku membaca tentang informasi keluarga kamu dan di situ ada alamat nya."
Lucas pun langsung tersenyum dan dia menyuruh Beryl untuk duduk dan memulai pelajaran nya.
Beryl pun terlihat sangat sabar sekali mengajarkan Lucas, Lucas tersenyum kenapa dia tidak mengenal Beryl dari semenjak masuk sekolah. Mungkin dia akan memiliki nilai terbaik, setiap hari.
"Baiklah Lucas aku sudah mengajarkan mu sekarang aku akan memberikan kamu lima soal yang harus kamu kerjakan yaa, aku berikan waktu 30 menit di mulai dari sekarang."
Lucas benar-benar seperti belajar bersama dengan guru, dia pun langsung mengerjakan soal yang di berikan oleh Beryl.
Sambil menunggu Lucas yang sedang mengerjakan tugas, Beryl pun memperhatikan rumah Lucas yang lumayan mewah.
Beryl juga menikmati makanan dan minuman yang di sediakan oleh Lucas.
Beryl tersenyum tipis ketika dia melihat Lucas yang begitu sangat serius sekali, dia pun mengeluarkan handphone nya berpura-pura untuk melihat media sosial tapi faktanya dia sedang memvideokan Lucas.
Beryl tidak menyangka jika sekarang dia bisa sedekat ini dengan Lucas, dulu dia hanya berpikir Lucas bisa mengetahui nama nya saja dia sudah merasa sangat bahagia.
Lucas pun memperhatikan wajah Beryl yang terus menerus tersenyum sambil melihat Handphone nya.
"Apa yang sedang kamu lihat seperti sangat menarik sekali, sampai tersenyum manis seperti itu."
Beryl seketika langsung menyimpan handphone nya dia tidak mau Lucas mengetahui jika dia sedang membuat video dirinya.
"Tidak aku tidak sedang apa-apa kok, kamu sudah mengerjakan semua soal-soal nya ? jika sudah ayo berikan kepada ku sekarang juga."
Lucas baru saja mengerjakan dua soal, jika merasa Beryl memberikan soal dengan tingkat kesulitan meningkatkan.
"Aku baru mengerjakan dua soal."
Beryl pun tersenyum dan Lucas fokus kembali pada pekerjaan nya.
Dua mobil mewah pun masuk ke dalam rumah, dan membuat Beryl merasa langsung gugup melihat nya.
__ADS_1
Ternyata itu adalah keluarga inti Lucas, mereka bertiga pun langsung fokus pada Lucas dan teman perempuan.
"Ayo kita lihat kesungguhan Lucas seperti apa."
Mereka bertiga pun berjalan menghampiri Lucas dan Beryl Bianca, Beryl langsung pindah duduk di samping Lucas.
"Keluarga kamu kenapa semua nya harus datang ke sini, aku takut dan sangat gugup sekali."
Lucas pun merasa kasihan dengan Beryl, dia hawatir Mama nya mengetakan perkataan yang menyakiti hati Beryl.
"Hallo selamat siang, bagaimana dengan hasil mengajarkan Lucas Aditya hari ini."
Beryl menundukkan kepalanya dia diam dia merasa sangat malu dan juga takut.
Melihat Beryl yang terdiam membuat Venna pun langsung menghampiri nya.
"Kamu kenapa diam, kamu tidak usah takut melihat kita semua. Kita tidak memandang orang dari setatus nya, ayo coba ceritakan bagaimana dengan Lucas hari ini."
Beryl pun mulai berani mengangkat kepalanya dengan tegak dan melihat semua keluarga Lucas.
"Sebelumnya saya sudah mengajarkan terlebih dahulu dan setelah itu saya memberikan lima soal untuk Lucas kerja kan dengan waktu tiga puluh menit, tapi sepertinya Lucas mulai kesulitan di soal yang ke tiga. Karena saya memberikan soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda di setiap soalnya."
Mendengar cara bicara nya Beny begitu sangat yakin sekali jika anak perempuan yang mengajari Lucas ini sangat pintar sekali.
"Siapa nama mu cantik,? om ingin mengetahui nya."
Benny juga mencoba untuk mendekati nya.
"Nama saya Beryl Bianca Om."
Beryl kembali menundukkan kepalanya.
"Apakah salah satu orang tua mu seorang guy,?"
Beryl merasa sangat sensitif jika di tanya kan tentang keluarga.
"Hmmm Ayah saya seorang guru dan ibu saya di rumah saja."
"Oh pantas saja kamu pintar seperti nya sering di ajarkan oleh Ayah mu, dan seperti nya kamu juga sangat dekat sekali dengan Ayah mu yaa."
Beryl menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Yasudah Beryl nanti kita makan siang bersama yaa, setelah kamu selesai hmmm maksud Tante di saat Lucas selesai mengerjakan tugas nya."
Kedua orang tua Lucas merespon baik Beryl, dan mereka semua meninggalkan mereka berdua.
"Seorang gadis sederhana yang sangat mahal, Papa yakin sekali dia pasti akan sukses dalam pekerjaan nya."
Benny sudah membayangkan masa depan Beryl Bianca.
"Ya, dia juga seperti nya seorang yang tangguh. Dia akan selalu berjuang demi keinginan nya, aku suka dengan dia cantik juga anak nya."
Daniel merasa Beryl adalah tipe wanita keinginan kedua keluarga.
"Aku rasa Mama dan Papa berpikir untuk menjodohkan Beryl dengan Lucas, tapi itu tidak mungkin terjadi. Beryl akan tersiksa batin nya karena Lucas yang sangat mencintai Tiara lestari, dan Tiara lestari pun pasti tidak akan diam jika mengetahui ada wanita yang mendekati Lucas."
Daniel pun memilih memperhatikan Lucas dan Beryl dari jarak jauh.
"Lucas kamu sudah mengerjakan soal nomor berapa,? ini waktunya tinggal sepuluh menit lagi."
Lucas pun memberikan buku nya kepada Beryl.
"Aku hanya bisa mengerjakan sampai nomber tiga, soal nomor empat sangat sulit sekali."
Beryl melihat Lucas mulai menyerah dengan soal-soal yang ada di hadapannya.
"Beryl Bianca, aku menyerah di soal ke empat dan lima ini. Lebih baik sekarang kita makan siang saja, ayo Bianca aku sudah kelaparan sekali sekarang."
Lucas menarik tangan Beryl masuk ke dalam rumah nya, padahal itu hanya alasan dia saja yang tidak mau menyelesaikan soal-soal nya.
"Tapi Lucas belum ada keluarga kamu, tidak sopan jika kita makan duluan."
__ADS_1
Lucas dan Beryl duduk dan tidak lama Venna pun keluar dari kamar nya, dia melihat Beryl dan Lucas yang sudah berada di meja makan.
Venna pun langsung meminta suaminya dan Daniel untuk makan siang bersama.
Hidangan datang dan ekpresi wajah Beryl terlihat sangat bisa saja karena mungkin di rumah nya pun sama saja.
"Ini adalah makanan yang spesial sekali Beryl,? apakah kamu sudah pernah merasakan ikan salmon?."
Beryl mulai berhati-hati dalam menjawab pertanyaan dari Venna, dia terdiam sejenak untuk menjawab nya.
"Hmmmm, belum pernah Tante."
Beryl sengaja menjawab seperti itu karena dia mengetahui jika ikan salmon itu sangat mahal sekali.
"Yasudah kamu coba yaa, ikan salmon ini sangat bagus sekali untuk perkembangan otak."
Beryl melihat Venna begitu sangat baik kepada nya, padahal Beryl mengatakan jika dia yang dari keluarga sederhana.
"Terimakasih banyak Tante."
Mereka pun menikmati makanan yang di hidangkan.
"Lucas, jadi kamu belajar dengan Beryl itu kapan saja? apakah di hari libur?."
Venna ingin Lucas benar-benar bisa belajar dengan serius, dia berharap Lucas bisa lebih baik dari Daniel.
"Seperti hari minggu, jika Bianca tidak sibuk dengan urusan nya. Tapi tadi pun aku bilang hanya satu jam saja, kenyataan lebih dari satu jam."
Beryl sengaja memberikan soal yang susah karena dia ingin berlama-lama bersama Lucas.
"Bianca, bagaimana dengan kamu? apakah kamu mengalami kesulitan untuk mengajarkan Lucas?."
Beryl merasa takut untuk menjawab nya dia pun melirikan mata nya kepada Lucas dan Lucas tersenyum kepada Beryl.
"Tidak aku merasa tidak kesulitan, Lucas dia mau berusaha untuk mengerjakan terlebih dahulu dan jika dia sudah menyerah. Baru dia mengatakan nya kepada ku, dan aku mencoba untuk menjelaskan nya kembali."
Venna merasa sangat bersyukur sekali karena dia tidak perlu membayar mahal-mahal guru privat untuk Lucas.
"Tante mohon bantuannya yaa Bianca, semoga kamu bisa sabar membantu Lucas. Karena sebentar lagi kalian berdua juga akan menghadapi ujian akhir sekolah."
Beryl pun mengangguk kepalanya dan tersenyum kepada Venna.
"Daniel kamu antarkan Bianca pulang yaa, jangan sampai dia pulang menggunakan taksi."
Beryl seketika dia pun langsung panik ketika akan di antarkan oleh Daniel.
"Tidak usah Tante, aku pulang dengan taksi saja. Aku juga tidak langsung pulang, aku main dulu ke rumah teman aku Amira."
Beryl berharap jika dia tidak diantarkan pulang.
"Yasudah nggak apa-apa, aku antarkan ke rumah teman kamu."
Beryl pun langsung mengeluarkan handphone dia mengirimkan pesan kepada supir pribadi.
*Jemput aku di depan rumah Amira, ikuti mobil yang keluar dari gerbang*
*Baiklah Nona*
"Terimakasih banyak ya Kak sudah sangat baik sekali kepada ku."
Beryl pun di bawakan makanan dan amplop dari Venna.
"Ada makanan untuk orang tua kamu dan uang untuk kamu jajan di sekolah yaa, terimakasih sudah mau datang ke sini."
Lucas langsung membawakan nya ke luar dan Beryl pun berpamitan dengan keluarga Lucas setelah itu dia berlari ke luar rumah.
Lucas memasukkan ke dalam mobil.
"Terimakasih banyak Bianca."
Beryl pun langsung masuk ke dalam mobil karena melihat Daniel yang sudah masuk.
__ADS_1
Beryl melambaikan tangan nya kepada Lucas sambil tersenyum manis dan Lucas pun membalas lambaian tangan tersebut.