Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode #291#


__ADS_3

Bianca yang merasa sudah selesai menikmati kopi panas nya, dia kembali ke kantor nya.


Bianca merasa lebih segar dia masuk ke dalam mobil nya.


" Oke Bianca, ini adalah hari terakhir kamu yaa untuk bekerja dan setelah itu kamu akan segera menikah dengan cinta pertama mu."


Bianca begitu sangat bersemangat sekali, perjalanan dari Restoran menuju ke kantor nya yang tidak terlalu jauh sehingga Bianca cepat sampai nya.


Di saat Bianca sampai di depan kantor nya, di belakang ada mobil Lucas.


" Astaga anak itu kenapa harus datang ke sini sih, hanya karena panggilan telephone yang tidak di jawab."


Lucas turun dari mobil nya dia langsung menghampiri Bianca.


" Kenapa panggilan telephone ku tidak kamu jawab,? apakah kamu sangat sibuk sekali yaa."


Tatapan mata Lucas yang sangat sinis sekali kepada Bianca.


" Ya, aku sangat sibuk karena jabatan ku adalah CEO di sini kan. Lalu kamu juga bukan kah sama,? Tapi kenapa kamu bisa seenaknya untuk pergi keluar kantor, sangat tidak memberikan contoh yang baik."


Lucas merasa tidak peduli dengan perkataan Bianca kepada nya.


" Bianca kamu tidak cemburu kan dengan foto editan tersebut,? Aku sudah tidak mau basa basi lagi yaa. Aku juga tidak mau pernikahan kita berdua gagal hanya karena editan foto tersebut."


Bianca berjalan masuk menuju ke dalam kantor, dia merasa sangat tidak cocok membicarakan yang panas di luar ruangan.


Lucas mengikuti Bianca yang terus menerus berjalan menuju ke ruangan nya.


Setelah sampai di Ruangan nya, Bianca pun langsung tersenyum manis kepada Lucas.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak cemburu Lucas."


Ekpresi wajah Lucas seketika langsung berubah.


" Ahhhh, terimakasih banyak Bianca. Akhirnya implan kita berdua untuk bisa honeymoon satu bulan tidak gagal, terimakasih banyak Bianca sayang."


Bianca seketika langsung marah kepada Lucas.


" Lalu setelah ini apa yang akan kamu lakukan,? kamu pergi kembali ke kantor mu ? sangat capek sekali yaa, apakah itu hobby mu."


Lucas duduk di kursi meja Bianca.


" Tidak, aku tidak akan kembali aku akan tetap di sini bersama dengan mu."


Bianca langsung mengambil berkas-berkas yang harus di kerjakan hari ini.


" Terimakasih banyak calon suami ku sayang, silahkan kerja semua pekerjaan ini."


" Baiklah calon istri ku yang cantik."


Ketika sedang mengerjakan berkas-berkas yang di berikan oleh Bianca, Lucas langsung berpikir jika sampai dia selama nya menjadi pemimpin di perusahaan Papa nya.


Lalu siapa yang akan mengantikan posisi nya di sini.


" Bianca, siapa yang akan menjadi asisten pribadi mu nanti."


Tatapan mata Lucas begitu sangat serius sekali.


" Seperti aku harus membuka lowongan untuk menjadi asisten pribadi ku, seperti lelaki kembali."

__ADS_1


Lucas langsung berdiri dari tempat duduk.


" Lelaki kembali,?? maksud mu seorang lelaki muda yang tampan?."


Bianca tersenyum manis sambil menyimpan handphone nya.


" Seperti nya seperti itu, penyegaran mata di pagi hari."


Lucas memegang tangan Bianca.


" Tidak akan pernah aku biarkan kamu mempunyai Asisten pribadi yang seperti yang kamu inginkan, cukup aku saja lelaki tampan yang selalu ada di sisi mu."


Bianca menatap wajah Lucas dengan penuh senyuman dia tidak menyangka lelaki yang dia cintai sejak SMA akan menjadi suaminya.


" Lucas, aku seperti bermimpi bisa menjadi istri mu. Hayalan ku dulu, kamu bisa mengenal nama ku saja aku sudah sangat bahagia sekali tapi sekarang kamu yang tidak hanya mengenal nama ku tapi kamu juga yang akan menjadi kekasih ku dan suami ku."


Mata Bianca sampai berkaca-kaca ketika mengatakan hal tersebut kepada Lucas.


" Kamu tidak bermimpi Bianca, aku lah lelaki yang bodoh yang tidak tahu jika ada sosok wanita sempurna seperti dirimu."


Lucas menghapus air mata nya menetes dan membasahi pipinya.


" Tetaplah bersama dengan ku yaa, walaupun pasti akan selalu ada sosok pengganggu yang sudah di siapkan oleh seseorang di luar sana."


Lucas mengerti dengan perkataan Bianca, Tiara yang pasti akan selalu membuat hubungan mereka berdua menjadi renggang.


Lucas merasa Tiara akan melakukan apapun, agar bisa membuat hubungan nya dengan Bianca retak.


" Sudahlah Bianca, kita berdua sudah mengetahui siapa sosok wanita yang akan menjadi duri di pernikahan kita berdua."

__ADS_1


Lucas mencium kening Bianca dengan penuh perasaan.


__ADS_2