Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 54.


__ADS_3

Ketika Lucas yang sedang berjuang mencari pekerjaan, Tiara hari ini dia waktu nya dia bertemu dengan lelaki yang akan membayar nya.


Wajah Tiara kelihatan sangat gugup sekali, dan Meneger nya pun merasakan nya.


" Kamu pergi dulu ke rumah sakit dan setelah itu kamu baru menemui lelaki itu, sudah sana pergi ke Rumah Sakit. Kamu akan di antarkan oleh supir pribadi, aku merasa khawatiran jika kamu sendirian pergi sambil mengendarai mobil."


Tiara pun mengikuti apa yang di katakan oleh Meneger nya.


" Terimakasih banyak Mbak Vera yang sudah mengerti aku, aku pergi dulu ya mbak."


Tiara pun keluar dari Apartemen Meneger nya dia berjalan menuju ke mobil pribadi yang sudah di sediakan oleh Meneger nya.


" Pergi ke Rumah Sakit yaa Pak."


Supir pribadi tersebut melihat wajah Tiara yang tidak seperti biasanya, Tiara kelihatan sangat jelas dia sedang sedih.


Tiara menangis di perjalanan menuju ke Rumah Sakit, dia terus-menerus menangis sampai akhirnya sampai di Rumah Sakit.


Sebelum turun Tiara mengambil kaca dia memberi sentuhan make up kepada wajah nya dan memakai lipstik merah menyala.


Setelah merasa cukup dalam bermake-up, Tiara pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruangan Ayah nya di rawat.


" Tiara kamu tidak bekerja Nak,?"


Tiara tersenyum manis kepada Ayah nya.


" Aku bekerja nantinya jam 1 siang Ayah, aku ingin bertemu dengan ayah terlebih dahulu sebelum aku bekerja."

__ADS_1


Tiara memegang tangan Ayah nya.


" Maafkan Ayah yang selalu membuat kamu susah, kamu harus bekerja keras hanya untuk membiayai pengobatan Ayah."


Tiara melihat mata Ayah nya yang berkaca-kaca.


" Ayah tidak usah meminta maaf kepada ku, karena aku melakukan karena aku yang sangat sayang sekali dengan Ayah. Aku akan lebih bersemangat lagi, semuanya demi Ayah."


Tiara memeluk erat tubuh Ayah nya dia menahan air mata nya di hadapan Ayah nya.


Tiara tidak mau Ayah nya melihat nya sedih.


" Ayah harus semangat untuk sembuh yaa, pokonya Ayah harus sembuh yaa."


Tiara melihat jam di tangan nya yang sudah mau menunjukkan pukul 12, Tiara harus segera pergi.


Tiara menghampiri Ibu nya dia berpamitan dengan Ibunya.


" Bu, aku pergi bekerja yaa. Ibu harus selalu sabar yaa menemani Ayah, karena aku sekarang sedang berjualan untuk bisa membawa Ayah ke luar negeri."


Setelah bicara seperti itu kepada Ibu nya, Tiara pun langsung segera pergi dia tidak berpamitan dengan Ayah nya karena Tiara tidak kuasa menahan air mata nya.


" Tiara akan membawa Ayah nya ke luar negeri, dari mana dia mempunyai uang sebanyak itu.


Ibu nya Tiara merasa sangat menghawatirkan sekali Tiara.


Di luar ruangan Tiara menangis dia pun langsung berlari menuju ke mobil nya, dia tidak mungkin seperti ini di saat dia harus bertemu dengan lelaki tersebut.

__ADS_1


" Tiara sudahlah jangan menangis seperti ini, wajah akan kelihatan tidak segar jika nanti di lihat oleh lelaki yang akan membayar mu."


Tiara masuk ke dalam mobil dia pun menghapus wajah nya dengan tissue dan kembali make up ulang.


Tiara melihat ada pesan masuk di handphone nya.


" Mbak Vera."


Tiara pun langsung membuka pesan tersebut.


* Hotel Gemintang, hotel bintang 5. Lelaki tersebut sudah menunggu di sana, semoga apa yang kamu inginkan tercapai.*


* Baiklah Aku sekarang akan menuju ke sana*


Tiara sampai mengatur nafas panjang nya dia begitu sangat gugup sekali.


" Pak kita langsung pergi ke Hotel Gemintang yaa."


Supir pribadi tersebut menganggukkan kepalanya.


" Tiara kamu harus bisa bersikap cantik tidak seperti ini yaa, ayo Tiara kamu pasti bisa."


Tiara mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan yang tercampur-campur .


Tiara pun tidak tahu jika hotel tersebut dekat dengan Rumah Sakit Permata.


" Hah, kenapa sudah sampai lagi yaa."

__ADS_1


Tiara pun langsung keluar dari mobil nya dan berjalan masuk.


__ADS_2