
Daniel akhirnya sampai di Apartemen nya, dia membaringkan Tiara di atas kasur.
" Tiara apakah kamu masih merasa kesakitan seperti tadi,? Aku tidak pergi ke kantor yaa aku tetap di bersama dengan mu."
Tiara menggelengkan kepalanya.
" Aku baik-baik saja Daniel, tadi hanya keram saja."
Tiara mengelus perut nya kembali.
" Aku takut kamu akan melahirkan sekarang Tiara, kamu tidak ada yang mendampingi."
Daniel memegang tangan Tiara.
" Daniel, Dokter sudah bilang aku di perkirakan akan melahirkan di bulan depan Daniel."
Tiara ingin menyendiri dia tidak mau di temani oleh Daniel.
" Sudahlah pergi Daniel, aku baik-baik saja."
Tiara secara halus dia seperti mengusir Daniel dari penglihatan nya.
" Baiklah Tiara, aku akan pergi tapi jika terjadi sesuatu kamu harus langsung menghubungi aku yaa."
__ADS_1
Daniel dengan sangat terpaksa dia meninggalkan Tiara padahal Daniel yang sangat menghawatirkan kondisi Tiara.
Sebelum pergi Daniel mencium kening Tiara, dan setelah itu dia pun langsung pergi meninggalkan Tiara.
" Ini yang aku inginkan dari mu Daniel, kamu kembali perhatian kepada ku di saat berdua tapi sikap mu langsung berubah di saat kamu kembali ke keluarga mu."
Melihat Daniel yang sudah pergi, Tiara pun langsung membuka pesan dari Miranda.
* Kak Tiara, tadi pagi aku sudah mengirimkan pesan kepada Lucas tentang perasaan ku kepada nya tapi tidak ada jawaban dari Lucas*
* Baguslah Miranda, aku akan selalu mendukung mu untuk menjadi duri dalam rumah tangga Bianca dan Lucas*
* Iya Kak Tiara, aku masih mempunyai mempunyai satu kali lagi melakukan pemotretan dengan Lucas sesuai dengan perjanjian karena sepatu olahraga terbaru untuk wanita*
* Aku akan mencoba nya Kak, karena aku memperhatikan Lucas yang sangat tampan sekali*
* Apakah kamu menyukai Lucas,? Jika kamu menyukai nya maka aku akan mendukung mu*
* Tapi aku merasa Lucas yang terlalu cinta kepada Bianca, dia seperti tidak mudah untuk di goda*
* Lucas memang tidak mudah untuk di goda tapi Bianca yang mempunyai perasaan cemburu yang berlebih-lebihan, kamu bisa memaafkan kesempatan itu yaa*
* Baiklah Kak Tiara*
__ADS_1
* Yasudah Miranda, aku akan istirahat dulu yaa*
Tiara menyimpan handphone nya, dia merasa sangat bahagia sekali dan ingin rasanya melihat ekspresi wajah Bianca.
" Sebenarnya Bianca dan Lucas, mereka berdua itu saling mencintai. Lucas yang tidak mudah tergoda dengan wanita lain, tapi sayang sikap Bianca yang sering berubah-ubah dia juga sangat cemburu maka Lucas pasti akan bosan dengan Bianca jika Bianca yang terus-menerus tidak bisa mengubah sikap nya."
Tiara merasa kondisi perut nya yang sudah membaik, Tiara merasa tidak sabar untuk menunggu kelahiran anak pertama nya.
Tiara bangun dari tempat tidur nya, dia berjalan ke dapur untuk membuat roti panggang.
Tiara yang harus meminum obat yang sudah di berikan kepada nya.
" Obat yang sebelumnya masih banyak, aku harus membuangnya karena sekarang ada obat yang baru."
Sambil menunggu roti panggang nya, Tiara duduk sambil membayangkan kebahagiaan nya.
" Aku akan menjadi seorang ibu, aku sangat senang sekali itu adalah impian ku."
Tiara berharap Daniel akan menjadi Ayah yang baik untuk nya.
" Jika benar anak ku ini adalah perempuan, seperti keinginan Mama nya Daniel. Maka aku tidak akan pernah memberikan anak ku untuk bisa di sentuh oleh nya, biarkan saja aku pun tidak menginginkan kehadiran juga. Cukup orang tua ku saja, yang bisa mengurus anak pertama perempuan ku."
Tiara sudah menyiapkan semuanya rencana nya, Tiara berpikir biarkan saja orang tua Daniel menunggu kehadiran bayi dari Lucas dan Bianca.
__ADS_1
Walaupun Tiara merasa tidak akan pernah ada kehadiran anak di rumah tangga Bianca, karena rumah tangga Bianca yang tidak akan bertahan lama.