
Tiara seperti mulai menikmati pekerjaan nya, yang dia cari sekarang itu adalah uang. Tiara sudah tidak memperdulikan pekerjaan kotor nya.
" Sekarang aku harus bisa mempunyai rumah dan kendaraan mewah, di saat Mama nya Lucas yang seperti memandangi ku sangat rendah sekali."
Selesai melakukan perawatan seluruh tubuh nya, Tiara pun memilih untuk pergi memilih baju, sepatu dan tas yang akan dia gunakan.
Tiara selalu ingin memberikan yang terbaik untuk pelanggan nya.
" Baju transparan ini sangat bagus sekali, mereka pasti suka melihat nya."
Baju yang di pilih oleh Tiara adalah baju yang seksi, Baju yang memang khusus di pakai untuk bermain cinta.
Setelah selesai Tiara pun mendapatkan pesan dari Meneger nya.
* Di mulai dari jam 7 malam, kamu harus bermain dengan 3 orang lelaki. Apakah kamu sanggup Tiara,? jika tidak kita pilih 1 orang untuk menunggu malam selanjutnya*
* Tidak masalah karena besok malam, aku tidak akan bermain-main karena orang tua ku pulang jadi aku bisa beristirahat*
* Baiklah Tiara jika kamu sanggup melakukan nya, cepat pulang sekarang juga*
* Iyah, aku akan segera pulang*
Setelah membeli banyak barang yang dia sukai, Tiara pun tiba-tiba saja bertemu dengan Daniel.
Daniel sangat mengenal Tiara, tapi Tiara seperti lupa dengan wajah Daniel.
" Kamu Tiara lestari kan,? pacar nya Lucas."
Tiara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.
" Iya benar sekali."
__ADS_1
Tiara kelihatan salah tingkah di depan Daniel.
" Saya Daniel Raditya, Kakak kandung Lucas."
Mereka berdua pun bersalaman dan Tiara merasa jika Daniel begitu sangat tampan sekali lebih tampan dari Lucas.
" Kamu baru saja belanja ya,? banyak sekali yaa barang-barang yang kamu beli."
Tiara pun langsung menyembunyikan belanja an nya.
" Aku membeli baju untuk kebutuhan pemotretan dan juga untuk di pakai sehari-hari juga, karena menurut aku penampilan itu sangat penting sekali."
Daniel melihat Tiara begitu saja manis sekali tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya, pantaslah Lucas begitu sangat mencintai nya.
" Bagaimana jika minum dulu, sambil saling mengenal lagi."
Daniel pun merasa tidak ada salahnya jika dia mengobrol dengan calon adik ipar nya.
Tiara pun mengikuti keinginan Daniel karena dia melihat ini memang waktunya jam makan siang.
Daniel dan Tiara pun duduk bersama dan mereka berdua saling bertatapan.
" Lucas pernah cerita jika umur kalian itu beda 5 tahun yaa, kamu lebih tua dari Lucas itu tandanya kita berdua seumuran."
Tiara merasa sangat terkejut sekali ketika dia mengetahui umur nya sama dengan Daniel.
" Oh begitu yaa, sangat kebetulan sekali yaa umur kita berdua sama."
Daniel memesan minuman untuk mereka berdua dan Tiara pun terus saja memandangi wajah tampan Daniel.
Tiara sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali jangan sampai dia menyimpan perasaan terhadap Daniel.
__ADS_1
" Sekarang kamu sibuk dengan dunia model yaa,? kamu sangat berbakat sekali ya menjadi seorang model. Karena kamu yang memang sangat menjaga penampilan kamu, karena itu adalah gaya tarik nya seorang model."
Makanan dan minuman pun akhirnya datang, Tiara tidak bisa membohongi perasaannya jika dia memang sangat lapar sekali, Tiara tanpa malu-malu dia pun langsung menikmati makanan yang ada di hadapan.
Daniel hanya bisa tersenyum dia melihat Tiara yang tidak ada sedikit pun rasa risih ketika makan bersama dengan Daniel.
" Tiara kenapa kamu belum pernah datang ke rumah,? untuk bisa bertemu dengan Papa dan Mama."
Pertanyaan Daniel membuat Tiara menghentikan makannya.
" Bukan kah Mama kalian berdua itu tidak menyukai aku, jadi bagaimana mungkin aku bisa masuk ke dalam rumah kalian."
Daniel merasa sangat kasihan sekali ketika melihat Tiara yang di benci oleh Mama nya, Daniel akan mencoba untuk membicarakan tentang Tiara di hadapan Mama nya.
" Aku pun sadar diri juga dengan apa yang sudah terjadi sekarang, aku melakukan sesuatu hal yang salah dengan perkataan ku kepada Beryl Bianca dan mungkin Mama kamu itu memang lebih suka Lucas dengan Bianca."
Daniel melihat wajah sedih Tiara.
" Sudahlah jangan bersedih seperti ini, nanti juga Mama pasti akan menerima kehadiran kamu di keluarga kita."
Tiara mengeluarkan handphone dan memberikan nya kepada Daniel.
" Bolehkah aku meminta nomor handphone nya, karena mungkin hanya kamu yang akan membantu aku di saat masuk ke dalam keluarga mu nanti."
Daniel berpikir positif saja seperti apa yang di katakan oleh Tiara, dan dia pun memberikan nomber handphone nya.
Setelah mendapatkan nomber handphone Daniel, Tiara pun langsung tersenyum.
" Aku pergi dulu yaa, terimakasih banyak atas makanan nya."
Tiara melambaikan tangan nya dan langsung pergi meninggalkan Daniel.
__ADS_1