
Tiara samping di Apartemen nya dia kelihatan sangat senang sekali karena sudah bertemu dengan Daniel, dan juga Daniel yang sudah mengetahui tentang keluarga nya.
" Tiara, kamu kelihatan sangat bahagia sekali Nak. Memang nya ada apa,? ibu ikut senang melihat nya juga."
Tiara merasa jika kebahagiaan ini memang harus dia bagikan kepada orang tua nya.
" Bu, akhirnya aku menemukan lelaki yang pas untuk ku. Lelaki yang sudah aku ceritakan tentang keluarga ku, dia terlahir dari keluarga yang berkecukupan tapi dia mau menerima keadaan keluarga kita yang sederhana."
Ibu Tiara merasa sangat senang sekali ketika dia mendengar cerita dari anak nya tersebut.
" Apakah lelaki itu adalah Lucas,? Lelaki yang sudah kamu berpacaran dengan lama sekali itu?."
Tiara seketika dia pun terdiam dia merasa binggung harus jawab apa, dia sudah tidak ingin bersama dengan Lucas tapi dia malah memilih Kakak nya Lucas.
Tiara kelihatan sangat kebingungan sekali tapi ibu nya tidak memaksa Tiara untuk bisa bercerita semuanya kepada dirinya.
" Yasudah yaa Nak, ibu masak dulu yaa kamu pasti sangat lapar sekali."
Ibunda Tiara pun pergi untuk memasak sedangkan Ayah nya sedang tertidur pulas di sofa.
Tiara masuk ke dalam kamar nya dia sambil memikirkan tentang hubungan nya dengan Lucas.
" Lebih baik aku akhirnya hubungan ku ini, aku merasa sangat capek sekali dia harus terus berbohong kepada Lucas."
Tiara mengeluarkan handphone nya, dia memilih untuk mengirimkan pesan kepada Lucas.
__ADS_1
* Lucas maafkan aku yang tadi tidak datang, Lucas aku merasa ingin mengakhiri hubungan kita berdua saja*
Setelah mengirimkan pesan Tiara pun langsung menyimpan handphone tersebut.
" Aku merasa keputusan ini sangat bangus, aku yang mengakhiri hubungan ini karena Daniel dia jauh lebih dari Lucas."
Tiara merasa sangat deg-degan sekali menunggu jawaban pesan dari Lucas, dia berharap Lucas mau menerima keputusan nya ini.
Handphone Tiara pun tiba-tiba langsung berdering dan membuat Tiara merasa sangat terkejut sekali.
" Apakah itu panggilan telephone masuk dari Lucas, Astaga aku merasa sangat gugup sekali."
Tiara mengambil handphone tersebut dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Daniel.
" Astaga, aku pikir dari Lucas."
* Hallo Daniel*
* Tiara, kamu baik-baik saja kan aku merasa tiba-tiba saja menghawatirkan mu*
* Hmmmm aku baik-baik saja kok, kamu sudah sampai kantor belum*
* Aku sudah sampai kantor tapi belum masuk ke dalam*
* Semangat ya, semoga kamu menjadi seorang pembisnis yang sukses*
__ADS_1
* Terimakasih Tiara atas doanya, yasudah aku masuk kantor dulu yaa*
* Iya Daniel*
Tiara sampai menghelakan nafas panjang nya dia pikir itu adalah panggilan telephone masuk dari Lucas.
" Aku benar-benar di buat kaget, semoga saja Lucas tidak sampai berbuat nekat ya ketika dia membaca pesan tersebut."
Tiara menyimpan kembali handphone nya, karena terdengar suara ketukan pintu kamar nya.
Tiara pun langsung menghampiri nya dan membuka pintu tersebut.
" Ayo Nak makan, ibu sudah menyiapkan makanan."
Tiara pun langsung keluar dari kamar nya, dia merasa merindukan momen di mana dirinya bisa makan dengan keluarga.
Tiara melihat Ayah nya yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Dan mereka bertiga pun duduk dan memulai makan hidangan yang sudah di siapkan.
" Tiara, Ayah merasa sangat bosan sekali diam di rumah. Ayah tidak mau membuat kamu merasa risih karena Ayah yang selalu diam di rumah saja, Ayah ingin melamar pekerjaan sebagai seorang supir saja seperti taksi online seperti itu."
Tiara sebenarnya merasa sangat kasihan sekali jika Ayah nya yang harus bekerja setelah selesai pengobatan tapi dia juga berpikir mungkin Ayah nya yang dulu sangat pekerjaan keras sekarang harus diam di rumah saja.
" Baiklah Ayah, aku mendukung apapun pekerjaan Ayah. Tapi Ayah harus ingat tetap harus menjaga kesehatan yaa, jangan sampai terlalu capek."
__ADS_1
Tiara merasa sangat tenang sekali karena ketika dia berpacaran dengan Daniel dia bisa menjadi dirinya sendiri.