Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (99)


__ADS_3

Lucas sampai di rumah nya lebih cepat dari Ayah dan Daniel, dia duduk di ruangan tamu dia kelihatan sangat kelelahan sekali.


Venna yang melihat Lucas sudah pulang dari tempat ia berkerja dia pun langsung membuatkan minuman hangat untuk Lucas.


Venna sekarang begitu sangat sayang kepada Lucas dia sekarang menyadari jika tidak seharusnya dia bersikap seperti yang membenci Lucas hanya karena dia membenci Tiara.


Lucas melihat Mama nya datang dengan membawakan minuman untuk nya.


" Ayo minum supaya kamu lebih segar."


Lucas pun langsung meminum nya sampai habis.


" Terimakasih Mam."


Lucas menundukkan kepalanya tapi dia merasa lebih tenang karena sudah mencurahkan isi hati kepada Bianca.


" Apakah kamu sedang ada masalah pekerjaan,? kamu kelihatan sangat lelah sekali seperti itu."


Venna juga memeriksa tubuh Lucas.


" Kamu tidak demam, kamu sehat baik-baik saja."


Lucas pun tersenyum pada Mama nya.


" Aku memang baik-baik saja Bu, aku tidak sakit. Aku hanya sedikit capek, karena mungkin karena pekerjaan ku."


Lucas berdiri dari tempat duduk nya.


" Aku mandi dulu yaa Bu, sebelum makan malam di mulai."


Lucas masuk ke dalam kamar sedangkan Venna menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Apakah Tiara bicara kepada Lucas, tapi Lucas tidak marah dengan ku. Dia bersikap biasa-biasa saja, lalu kenapa ya dengan Lucas."


Venna menghawatirkan kondisi Lucas tapi dia juga harus fokus dengan masakan nya, karena dia tidak mau anak dan suaminya kecewa dengan hasil masakannya.


Setelah beberapa jam kemudian masakan sudah matang dan Lucas keluar dari kamar, dia melihat Daniel yang sedang memegang handphone.


" Kamu sedang membaca pesan dari siapa,? sangat serius sekali."

__ADS_1


Mendengar suara Lucas membuat Daniel merasa sangat terkejut sekali handphone nya pun sampai terjatuh.


Daniel dengan cepat mengambil handphone nya.


" Membalas pesan dari Tonny, sahabat waktu kuliah."


Daniel pun segera masuk ke dalam kamar nya, Lucas pun memilih untuk langsung ke tempat makan.


Daniel merasa sangat deg-degan sekali ketika dia mendengar suara Lucas.


" Kenapa Tiara terus saja mengirimkan pesan kepada ku, kenapa bukan kepada Lucas saja, aku merasa tidak nyaman jadi nya."


Daniel sampai harus mengunci pintu kamar nya untuk membalas pesan dari Tiara.


* Tiara, maafkan aku tapi jangan terlalu sering mengirimkan pesan kepada ku. Ini bisa menjadi salah paham terhadap Lucas, bagaimana jika Lucas menyangka kita mempunyai suatu hubungan*


* Lucas tidak mungkin berpikir seperti itu, karena aku sekarang aku ingin mempunyai teman curhat.*


* Iya tapi tidak seperti juga yaa, sekarang aku akan makan malam jangan mengirimkan pesan yaa*


* Baiklah, aku juga sekarang akan pergi untuk bekerja*


" Lebih baik aku bersama dengan Daniel saja yaa, dari pada dengan Lucas yang selalu saja bersama dengan Bianca dan membuat aku sangat marah sekali."


Tiara bersiap-siap untuk pergi dia kelihatan sangat cantik sekali dan Verra pun tersenyum melihat penampilan Tiara.


" Cantik sekali kamu Tiara, pantaslah banyak yang ingin bermain-main dengan mu."


Tiara pun tersenyum manis kepada Meneger nya tersebut.


" Karena aku yang tidak pernah lupa untuk merawat tubuh ku ini, aku pergi dulu yaa Mbak."


Tiara berpamitan dengan Meneger nya dengan rasa percaya diri yang tinggi.


" Tiara belum pernah seperti ini, apa yang terjadi dengan nya. Apakah dia sudah berdamai dengan Lucas, atau Tiara yang baru saja menemukan cinta yang baru hmmm tapi itu tidak mungkin terjadi."


Verra pun masuk kembali ke dalam dia juga ingin menyiapkan sesuatu di saat kedatangan orang tua Tiara, Tiara ingin orang tua Tiara selalu berpikiran positif terhadap Tiara.


Tiara masuk ke dalam mobil nya, ntah mengapa di pikiran nya itu hanya ada Daniel bukan Lucas.

__ADS_1


" Apakah mungkin aku mencintai Daniel, tapi tidak mungkin begitu sangat cepat aku melupakan Lucas bukan kah dia yang selalu aku cinta membuat aku tidak mau berpaling dari siapa pun ini sangat mengejutkan sekali untuk ku."


Tiara mengeluarkan cermin di tas nya untuk memastikan apakah make up nya sudah sempurna atau tidak.


Tiara juga mengambil handphone untuk menonaktifkan agar tidak ada yang menggangu pekerjaan malam nya.


Di saat Tiara selalu memikirkan Daniel, sedangkan Daniel sendiri dia ingin melupakan Tiara dia tidak mau terlalu dekat dengan Tiara.


" Jika Tiara terus saja seperti ini, aku bisa masuk ke dalam perangkap nya. Aku tidak mau itu sampai terjadi, aku tidak mau menjadi orang ke tiga di hubungan adik ku sendiri."


Daniel akhirnya keluar juga dari kamar nya, dia mengetahui keluarga yang sampai sudah menunggu nya di meja makan.


Daniel memilih duduk di dekat Mama nya, dia seperti menghindari Lucas.


" Mama sangat senang sekali, kita bisa berkumpul seperti ini. Dan semoga saja kita bisa terus seperti ini ya, Mama minta jika banyak membuat kalian kesal khusus nya Lucas."


Lucas pun tersenyum tipis kepada Mama nya.


" Lucas, besok adalah kedatangan Sebastian Gunawan dari Singapura. Apakah kamu juga ikut menyambut kedatangan nya,? karena kamu sekarang masuk ke dalam perusahaan nya apalagi kamu asisten pribadi Bianca."


Lucas pun kelihatan sangat binggung sekali karena dia yang tidak mengetahui hal tersebut atau dia lupa, karena dirinya yang terus-menerus memikirkan Tiara.


" Aku tidak tahu Pap, bagaimana Bianca saja. Jika dia mengajak ku untuk datang yaa aku ikut, tapi jika tidak aku hanya diam di tempat saja menyelesaikan pekerjaan."


Benny merasa jika Lucas sedang memikirkan sesuatu atau mempunyai masalah.


" Lucas, apakah kamu merasa tidak nyaman berada di perusahaan itu?. Sudahlah jangan di paksakan lebih baik kamu bersama dengan Papa dan Daniel, kita bekerja keras di perusahaan kita sendiri."


Lucas tiba-tiba langsung merubah wajah nya, dia tidak mau berkerja sama dengan Papa nya. Karena Lucas mengetahui jika perusahaan tersebut belum lulus ujian yang di berikan oleh Sebastian Gunawan, Papa nya belum bisa membayar kan uang pinjaman dari Sebastian Gunawan.


" Aku baik-baik saja Papa, aku tetap ingin bekerja sama dengan Bianca."


Venna merasa jika Lucas sedang menyembunyikan sesuatu hal yang tidak mau dia ceritakan di depan orang tua nya.


" Yasudah Lucas sekarang lebih baik kamu makan yang banyak yaa, kamu juga Daniel. Kalian berdua yang sudah berkerja keras bersama termasuk Papa juga."


Mereka pun menikah makan malam bersama, Venna menginginkan jika keluarga nya akan seperti ini tidak ada perdebatan antara Lucas dan Daniel mereka berdua menjadi adik dan Kakak yang selalu akur.


Venna begitu sangat bahagia sekali ketika kehidupan seperti ini bisa merubah nya.

__ADS_1


__ADS_2