
Tiara menghampiri Ayah nya dia mencoba untuk menahan air mata nya.
"Bagaimana dengan kondisi Ayah,? apakah sudah merasa membaik?."
Tiara memegang tangan Ayah nya.
"Tiara kondisi Ayah sudah membaik, Ayah ingin pulang saja Nak. Semakin lama Ayah berada di sini semakin besar biaya pengobatan nya, Ayah tidak mau membuat kamu menanggung beban ini."
Tiara pun seketika dia langsung tersenyum.
"Ayah jangan menghawatirkan biaya pengobatan Ayah ini. Karena aku sanggup untuk membayar nya, aku berkerja tidak untuk sendiri tapi untuk Ayah dan Ibu juga."
Orang tua Tiara pun merasa sangat bangga sekali ketika dia mempunyai anak perempuan seperti Tiara.
Tiara memandangi wajah ke dua orang tuanya dengan kesedihan.
"Ayah dan ibu maafkan aku, jika sampai kalian berdua mengetahui pekerjaan ku sekarang. Kalian berdua pasti marah besar kepada ku. Tapi setidaknya ini hanya sebatas foto saja, aku melakukan nya karena terpaksa."
Ucap Tiara di dalam hati nya, sambil memegang tangan Ayah dan Ibu nya.
***
Keesokan harinya nya Venna Belinda dia begitu sangat sibuk sekali dia ingin tampil sempurna di acara tersebut.
"Daniel bagaimana dengan penampilan Mama sayang,? sudah cantik dan sempurna kan."
Lucas keluar dari kamar karena mendengar suara Mama nya yang membuat nya sampai terbangun.
"Banyak yang datang ke acara itu tidak mungkin juga untuk memperhatikan penampilan orang lain, penampilan yang di perhatikan itu dari keluarga Sebastian Gunawan. Bukan undangan yang hadir, kenapa Mama selalu berlebih-lebihan."
Lucas kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Lucas perkataan mu benar-benar membuat Mama merasa kesal."
Daniel pun langsung menarik tangan Mama nya agar tidak bertengkar dengan Lucas.
"Mama sudah siapkan,? ayo kita berangkat sekarang juga."
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke mobil dan Lucas hanya bisa melihat dari jendela kamar nya.
"Aku membaca tentang pengusaha itu, dia memang sangat sukses sekali. Semoga saja aku bisa seperti dia, kelak nanti."
Lucas melihat jam dia pun langsung mandi karena Beryl yang akan datang ke rumah nya.
Di perjalanan menuju ke peresmian kantor baru milik Sebastian Gunawan, Venna mulai mencari informasi kepada suaminya.
__ADS_1
"Pap, ini peresmian kantor nya yang ke berapa?."
Venna begitu sangat ingin mencari informasi tentang Sebastian Gunawan.
"Ini adalah kantor nya yang ke tujuh, dia sangat luar biasa sekali. Bahkan dia bisa dengan mudah membantu perusahaan yang terancam bangkrut, dia sangat luar biasa sekali."
Venna tidak bisa membayangkan jika perusahaan milik suami bekerja sama dengan perusahaan milik Sebastian Gunawan.
"Apakah Papa mengenal nya,? saran Mama lebih baik Papa berteman baik dengan nya."
Daniel merasa jika Mama yang begitu sangat ambisius ingin perusahaan menjadi lebih sukses dengan bantuan dari Sebastian Gunawan.
"Perusahaan kita juga sudah sedikit maju Mam, semua nya juga kan ada proses nya. Siapa tahu ketika Lucas sudah bergabung terjadi sesuatu yang luar biasa dengan perusahaan kita."
Seketika Venna pun langsung terdiam mendengar perkataan Daniel, Venna yang seperti tidak percaya dengan kemampuan Lucas. Karena Lucas yang lebih memilih untuk berpacaran di umur nya yang masih muda.
***
Kediaman keluarga Sebastian Gunawan, Laura Anna tampil sangat sederhana sekali.
"Ibu cantik sekali yaa, ibu tidak berlebih-lebihan."
Ucap Beryl sambil memandangi wajah cantik Ibu nya.
Sebastian Gunawan pun merasa sangat bangga sekali dengan isterinya, walaupun pendidikan lebih tinggi dari nya. Tapi Laura Anna lebih memilih untuk tidak bekerja, dia ingin fokus pada Beryl Bianca sehingga Beryl pun juga menjadi anak yang pintar dan berprestasi di sekolah nya sama seperti Ibu nya.
"Ayo Bu kita berangkat sekarang, Beryl apakah benar kamu tidak mau ikut bersama dengan Ayah dan Ibu?."
Beryl dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Tidak Ayah, hari ini aku mempunyai tugas untuk menjadi seorang guru privat."
Sebastian Gunawan melihat Beryl yang begitu sangat bahagia sekali.
"Yasudah sayang, Ayah dan Ibu pergi yaa. Kamu hati-hati juga. Jangan menggunakan taksi pakai mobil yang ada di rumah saja yaa."
Beryl menganggukkan kepalanya dan orang tua pun langsung pergi.
"Dan sekarang waktunya aku untuk bersiap-siap, aku mandi dulu sekarang."
Beryl yang begitu sangat semangat sekali dia pun langsung berlari menuju ke kamar nya.
***
Venna merasa sangat gugup sekali ketika harus menemani suaminya untuk acara peresmian kantor baru nya.
__ADS_1
"Padahal ini bukan yang pertama kali nya, tapi kenapa aku harus sampai gugup begini."
Sebastian Gunawan memegang tangan Venna.
"Tidak usah gugup Bu, ada Ayah di samping ibu."
Sebastian Gunawan mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya.
"Terimakasih banyak Ayah."
Dengan perkataan seperti itu membuat Venna merasa sedikit tenang.
Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya mereka berdua pun sampai dan sudah banyak sekali tamu yang datang termasuk keluarga Lucas.
Pandangan mata mereka fokus pada Venna Belinda yang cantik tapi sederhana sekali.
"Wah, banyak uang tapi penampilan nya sederhana sekali yaa. Tidak memakai banyak perhiasan juga, idaman sekali istri seperti ini."
Perkataan Daniel seperti menyindir Mama nya sendiri.
"Maksudnya kamu menyindir Mama,? karena Mama memakai banyak perhiasan seperti ini."
Daniel pun langsung terdiam dan Beny Irawan memilih untuk menarik tangan istrinya agar tidak bertengkar dengan Daniel di tempat umum.
"Kita lihat lebih dekat agar lebih terdengar apa saja yang di sampaikan."
Sebastian Gunawan pun mulai berbicara dia mengungkapkan rasa syukur nya dengan apa yang sudah dia dapat kan, dan Sebastian Gunawan pun akan menyerahkan kantor nya ini untuk Putri tunggal nya kelak jika dia sudah lulus kuliah nanti.
Seketika Venna pun langsung terkejut ketika mengetahui ternyata Sebastian Gunawan mempunyai Putri tunggal.
Venna pun langsung ingin mencari tahu putri tunggal Sebastian Gunawan tersebut dia seperti nya ingin menjodohkan nya dengan Daniel karena tidak mungkin dengan Lucas.
"Daniel kamu bayangkan Putri tunggal Sebastian Gunawan, dia pasti cantik seperti ibu nya dan pintar seperti Ayah nya."
Daniel mulai tidak mengerti dengan apa yang di maksud Mama nya, Beny yang mendengar perkataan Istri nya dia pun mengerti apa maksud dari perkataan istri nya kepada Daniel.
Peresmian kantor baru pun akhirnya sampai pada pokok acara yaitu pengguntingan pita dan akhirnya kantor tersebut resmi di buka.
Tepuk tangan meriah dari tamu undangan yang datang di sana.
Venna berniat ingin sekali memberikan perkataan selamat langsung kepada Laura Anna tapi ternyata tidak semudah yang dia bayangkan.
Laura Anna dan Sebastian Gunawan memilih untuk langsung masuk ke kantor sedangkan Venna dia masih berada di luar halaman kantor tersebut.
Venna mencari cara bagaimana dia bisa bertemu langsung dengan Laura Anna dan Sebastian Gunawan.
__ADS_1