
Bianca pulang ke rumah sambil marah - marah dia merasa cemburu melihat Lucas yang menghampiri Tiara.
" Ahhhhhhh aku benci Lucas, seperti nya dia yang masih mempunyai perasaan terhadap Tiara."
Bianca duduk di sofa di saat keluarga nya sedang menonton televisi.
" Kenapa sayang, kenapa kamu pulang langsung marah-marah seperti ini."
Laura langsung menghampiri Bianca.
" Tante Venna akhirnya mengetahui jika Tiara itu hamil anak Daniel, Tiara datang ke sana dan melihat Tante Venna yang sampai pingsan, lalu main drama dia ambil pisau tapi kenapa Lucas yang harus menghampiri Tiara kenapa bukan Daniel seperti nya Lucas memang masih mempunyai perasaan terhadap Tiara."
Venna langsung terdiam melihat Bianca yang terlalu cemburu berlebihan terhadap Lucas.
Sebastian pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Bianca.
" Bianca sayang, melupakan kenangan indah bersama dengan seorang yang kita cintai itu tidak mungkin langsung bisa melupakan. Mungkin karena Lucas yang masih merasa sakit hati dengan Tiara, tapi percayalah jika Lucas sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Tiara. Lucas hanya cinta dengan mu saja, dan Papa yakin itu."
Bianca terdiam ketika mendengar perkataan Ayah nya.
Dan tiba-tiba saja Lucas datang dia ingin meminta maaf kepada Bianca.
Bianca langsung berdiri ketika melihat Lucas yang mau menghampiri nya.
" Bianca, aku mohon jangan pergi."
Sebastian dan Laura pun hanya bisa terdiam saja ketika Lucas yang datang untuk Bianca.
" Aku minta maaf, apa yang kamu lihat itu hanya salah paham saja. Aku tidak punya perasaan terhadap Tiara, aku hanya ingin serius bersama dengan mu Bianca."
Laura memegang tangan Bianca, agar Bianca tidak pergi.
" Jangan seperti itu sayang, dengarkan penjelasan Lucas. Dia yang begitu sangat serius sekali dengan mu, buktinya Lucas sampai berani meminta maaf di hadapan Ayah dan Ibu."
Lucas terdiam lemas di hadapan Bianca.
" Tapi aku nggak suka Buu, aku nggak suka jika nanti nya Lucas yang selalu bertemu dengan Tiara dan Tiara yang mencoba untuk menggoda Lucas. Karena sekarang Daniel yang sudah tidak punya apa-apa, Daniel sudah bangkrut."
Bianca pun memilih untuk langsung pergi ke kamar nya, Bianca kembali menghampiri Lucas.
" Untuk pemotretan tidak sama aku yaa, kamu pemotretan bersama dengan model cantik."
Lucas tidak menyukai jika Bianca sampai membatalkan pemotretan bersama dengan nya hanya karena cemburuan nya.
__ADS_1
" Lucas kamu duduk dulu yaa, untuk Bianca nanti Tante yang bicarakan lagi."
Laura memberikan minum untuk Lucas.
" Minumlah kamu pasti sangat lelah sekali."
Lucas mengambil minuman tersebut dan dia langsung meminum nya.
" Terimakasih banyak Tante."
Sebastian ikut duduk bersama dengan Lucas dan istrinya.
" Aku merasa sangat kecewa sekali dengan Papa, dia melindungi Daniel dan Tiara. Papa tidak mencoba untuk memberitahu Daniel, jika apa yang di lakukan Daniel itu salah."
Sebastian memegang pundak Lucas.
" Dan sekarang Mama memilih untuk pergi dari rumah, Daniel pergi untuk pernikahan nya dan Papa diam di rumah."
Lucas memegang kepalanya dia menangis di hadapan orang tua Bianca.
Bianca pun melihat nya di depan kamar, Bianca tidak masuk ke dalam kamar nya.
" Lucas menangis karena keluarga yang retak karena perbuatan Daniel dan Tiara, kenapa sekarang aku yang merasa bersalah dengan Lucas yaa."
" Lucas kamu yang sabar yaa Nak, Tante tahu rasanya berada di posisi kamu itu seperti apa. Kamu harus bisa memaklumi sikap Bianca, karena Bianca yang sebelumnya belum pernah berpacaran sehingga dia mempunya sikap yang cemburu yang berlebihan sikap overprotektif terhadap kamu. Karena asal kamu tahu yaa, kamu adalah cinta pertama Bianca dan Bianca merasa sangat takut kehilangan kamu."
Lucas pun menganggukkan kepalanya.
" Lalu sekarang kamu tidur di mana Lucas,? kamu tidak mungkin kembali ke rumah kamu dan bertemu dengan Papa mu."
Lucas terdiam dia merasa seperti sangat kebingungan sekali.
" Kamu bisa tidur di Apartemen Bianca yang dulu yaa."
Sebastian masuk ke dalam kamar dia memberikan kunci Apartemen tersebut kepada Lucas.
" Tapi kamu yang belum makan kan, kamu makan di sini yaa. Dan lebih baik Lucas tidur di kamar tamu saja Papa, aku akan tidur bersama dengan Bianca."
Lucas menyimpan kembali kunci Apartemen tersebut di meja.
" Oh baiklah jika Mama akan tidur bersama dengan Bianca, biarkan Lucas yang menginap di kamar tamu saja."
Lucas tidak mengerti kenapa keluarga Bianca yang sangat baik sekali dengan nya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak yaa Om dan Tante, kalian berdua sangat baik sekali."
Bianca mengintip dari balik pintu kamar nya.
" Jadi Lucas menginap di kamar tamu yaa, dan Mama tidur bersama dengan ku."
Bianca melihat orang tua nya yang sangat baik sekali dengan Lucas.
" Ibu dan Ayah sangat baik sekali dengan Lucas, lalu aku yang sangat jahat sekali dengan Lucas."
Bianca pun keluar dari kamar nya dia berjalan menuju ke meja makan, Bianca yang sangat lapar sekali.
Bianca duduk menunggu masakan untuk makan malam dan Lucas pun mencoba untuk menghampiri Bianca.
Laura pergi ke dapur untuk membantu asisten rumah tangga, agar lebih cepat untuk memasak nya.
Sebastian pun memilih untuk keluar rumah membiarkan Lucas bersama dengan Bianca.
" Bianca, aku minta yaa kamu jangan marah seperti ini yaa. Aku sekarang seperti sendiri tidak punya siapa pun lagi, di saat Mama yang memilih pergi aku sudah tidak bisa pulang ke rumah."
Lucas menundukkan kepalanya dia mencoba untuk memegang tangan Bianca.
" Lucas bisakah kamu menjauh dari ku, aku merasa belum mau mengobrol dengan mu."
Lucas langsung menghindar dari Bianca.
Dan akhirnya masakan pun datang.
Ketika makan datang Lucas memilih untuk pergi.
" Aku hanya belum mau mengobrol dengan mu, kenapa kamu pergi kamu harus makan sekarang."
Bianca menyuruh Lucas untuk tetap duduk dan Laura pun menghampiri Lucas.
" Makan bareng yaa Lucas, kamu pasti sangat lapar sekali kan."
Lucas mengikuti apa yang di katakan oleh Laura.
" Yasudah kita makan langsung yaa."
Sebastian pun langsung datang dia melihat Bianca yang ada di meja makan makan malam bersama dengan Lucas.
Sebastian merasa Bianca yang sudah mulai membaik dengan Lucas walaupun tidak pembicaraan di makan malam mereka.
__ADS_1