
Bianca setelah selesai membicarakan tentang pernikahan, dia sekarang memikirkan Lucas yang akan melakukan pemotretan dengan model cantik pilihan nya.
" Ahhhh, Bianca kamu tidak boleh cemburu yaa. Sangat memalukan sekali jika sampai kamu cemburu, karena sudah menjadi pilihan kamu."
Bianca menghelakan nafas panjang nya, dia bercermin sambil tersenyum.
" Jika kamu cemburu maka tahanlah Bianca, jangan di perlihatkan."
Bianca keluar dari kamar nya, dia tidak menyangka jika Lucas ternyata datang.
Melihat Lucas yang sedang mengobrol dengan orang tua nya, Bianca langsung berlari cepat dan duduk diantara mereka berdua.
" Lucas untuk apa kamu ada di sini,? bukan kah kamu yang harus nya bersiap-siap untuk pemotretan."
Lucas melihat jam di handphone nya.
" Bianca, lihat coba sekarang masih jam 07:30."
Laura tersenyum manis melihat mereka berdua, Laura memilih untuk pergi saja untuk menyiapkan sarapan pagi.
Sebastian pun mengikuti Laura dia ingin membicarakan Bianca mengobrol dengan Lucas.
Melihat orang tua nya yang sudah pergi Bianca memberanikan diri untuk bicara dengan Lucas.
" Kenapa pagi-pagi kamu ada di sini,? Apakah kamu ingin sarapan bersama dengan ku ?."
__ADS_1
Bianca tidak suka dengan kehadiran Lucas.
" Iya, karena aku ingin pergi bersama dengan Ibu Laura Anna. Karena hari ini adalah pemotretan untuk produk sepatu olahraga kita yang di tunda-tunda Bianca, dan akhirnya sekarang pemotretan juga."
Bianca tersenyum sinis kepada Lucas.
" Oh, kamu begitu sangat bahagia sekali yaa."
Lucas terdiam ketika melihat wajah Bianca yang sinis melihat nya.
" Baiklah jika kamu yang akan sibuk pemotretan, sekarang giliran aku yang sibuk di kantor sendirian yaa."
Bianca meninggalkan Lucas begitu saja dia berjalan cepat menuju ke meja makan.
" Bianca pasti cemburu, tapi bukan kah model nya pun dia yang memilih bukan keinginan ku ini."
" Bu, pagi ini aku ingin sambal yaa."
Bianca tidak bisanya memakan pedas di pagi hari.
" Sambal,? Makan sambal di pagi hari seperti ini? Bianca kita sarapan nasi goreng loh."
Laura tidak mau mengikuti keinginan Bianca.
" Ya memang kenapa Bu, nasi goreng dan ayam goreng pake sambal."
__ADS_1
Wajah Lucas sudah mulai tegang dia takut sekali sambal nya di lemparkan ke wajah nya.
Bianca berjalan ke dapur dia meminta langsung kepada asisten rumah tangga nya.
" Mbak buatkan aku sambal yaa, aku tunggu di meja makan."
Asisten rumah tangga langsung menganggukkan kepalanya.
Bianca kembali duduk dan Laura memperhatikan wajah Lucas yang seperti sangat ketakutan sekali.
" Lucas, kamu kenapa? Wajah mu seperti sangat ketakutan seperti itu?."
Laura berpura-pura bertanya agar Bianca dasar jika perbuatan membuat Lucas ketakutan.
" Seperti saya sangat lapar Bu, boleh kah saya makan duluan."
Laura mengambilkan nasi goreng untuk Lucas.
" Apakah kamu tidak mau menunggu sambal Lucas,? Kamu hanya ingin sarapan pagi mu hambar begitu saja."
Lucas tidak berani melihat wajah Bianca dia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menikmati nasi goreng.
Akhirnya sambal yang di pesan Bianca datang juga, karena Bianca mengetahui model yang dia pilih sangat cantik dan seksi.
Seperti di berikan sensasi panas di saat dia memakan nasi goreng dengan sambal nya.
__ADS_1
Laura dan Sebastian hanya bisa terdiam saja melihat Bianca yang sangat keterlaluan sekali sikap nya.