Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (92)


__ADS_3

Bianca sampai di kantor dan dia pun langsung masuk ke dalam ruangan nya, Bianca merasa sangat tidak bersemangat untuk bekerja.


" Hari ini Lucas tidak akan masuk untuk bekerja, baiklah Bianca kamu bekerja sendirian."


Bianca melihat ada berkas-berkas di meja nya, dia pun langsung mengambil nya dan ternyata hasil dari pekerjaan Lucas.


" Seperti ini adalah hasil dari pekerjaan Lucas ya, ibu memberikan soal-soalnya nya dan ternyata hasilnya sang bagus sekali."


Bianca menyimpan hasil pekerjaan Lucas, dia pun fokus kembali pada pekerjaan.


Bianca meminta untuk di buatkan kopi kepada pegawai nya, karena dia merasa sangat mengantuk dan lelah sekali.


" Aku kok jd penasaran ya dengan video permintaan maaf Tiara, seperti nya aku harus melihatnya."


Bianca mengambil handphone nya di dalam tas nya, dan akhirnya Bianca pun bisa melihat nya.


" Dari ekpresi wajah yang sangat datar sekali tidak menunjukkan jika dia itu merasa bersalah. Astaga Tiara, kamu benar-benar mempunyai aku tarik nafas panjang, tapi biarkan saja lah dari komentar pada netizen pun semua mewakili perasaan ku."

__ADS_1


Bianca menyimpan kembali handphone nya dan fokus pada pekerjaan dengan di temani kopi yang hangat.


Bianca merasa sangat beruntung sekali dengan Ayah nya yang tidak ada bersama nya, dia tidak akan memperpanjang persoalan ini.


***


Tiara berencana untuk menjemput orang tua nya di bandara tapi ternyata orang tua di tunda untuk pulang menjadi besok.


Tiara yang sudah bersiap-siap pun dia menjadi lemas sekali.


Verra mendekati Tiara, dia melihat Tiara yang kelihatan sangat kesal sekali.


" Aku sudah melihat video permintaan maaf mu, ekpresi wajah mu yang sangat datar sekali seperti menunjukkan jika kamu tidak ikhlas melakukan nya. Tapi yasudahlah yang penting kamu sudah melakukan permintaan maaf yaa, semoga saja tarif malam mu kembali menjadi 90 juta rupiah."


Tiara pun memandangi wajah Meneger nya.


" Aku sudah tidak peduli dengan itu semuanya, sekarang yang aku pikirkan adalah kenapa orang tua ku yang harus nya pulang sekarang kenapa jadi besok. Apa yang sebenarnya terjadi, apakah ada sesuatu di sana aku sangat hawatir sekali."

__ADS_1


Tiara begitu sangat menghawatirkan orang tua nya, tapi dia tidak berani menghubungi mereka berdua.


" Mungkinkah di perpanjang satu hari, agar kondisi Ayah mu sehat kembali Tiara. Mencoba untuk berpikir positif saja, tidak akan terjadi sesuatu dengan orang tua kamu."


Tiara pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya.


" Aku berniat untuk menyewakan Apartemen untuk ayah dan ibu, karena aku yang tidak mampu membelikan rumah untuk nya. Aku akan mencari daerah yang jauh dari keramaian kota, sehingga membuat mereka berdua merasa nyaman dan jauh dari media yang menyoroti tentang keluarga ku."


Vera hanya bisa mendukung apa yang di inginkan oleh Tiara, karena dia yang sekarang mempunyai penghasilan yang luar biasa di saat dia belum melakukan kesalahan nya.


" Yasudah yaa Mbak Verra, aku pergi yaa untuk mencari Apartemen untuk keluarga ku."


Ketika Tiara akan pergi Verra memegang tangan Tiara.


" Kamu tetap tinggal di sini yaa, karena tidak mungkin kamu pergi dari Apartemen mu untuk. Sudah ada tiga orang lelaki muda yang ingin bermain-main dengan mu nanti malam dengan tarif 50 juta, kamu sudah tidak akan pernah lagi mendapatkan tarif 90 juta lagi yaa."


Tiara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, dia pun langsung pergi dengan menggunakan mobil pribadi Meneger nya.

__ADS_1


__ADS_2