
Pertemuan kedua keluarga sangat mengejutkan sekali Daniel pun Ong ikut serta membantu Bianca merasa tidak suka walau di mengetahui jika Daniel itu nanti nya akan menjadi Kakak ipar nya.
Lucas memegang tangan Bianca dengan sangat erat sekali, dia tidak mau Bianca sampai emosional tidak bisa mengendalikan emosi nya karena ada Daniel.
Semuanya duduk dan Sebastian pun langsung bicara.
" Pertemuan kita ini ingin bertanya kapan akan di adakan nya hubungan serius antara Lucas dan Bianca, karena jika kita lihat mereka berdua sudah sangat akrab sekali."
Pertanyaan Sebastian pun langsung di jawab oleh Venna Belinda.
" Bagaimana jika secepatnya saja, kita tidak usah menunggu lama. Minggu depan kita lakukan resepsi pernikahan, Karena Lucas adalah anak terakhir sedang kan Bianca anak tunggal kita semua nya adalah pernikahan terakhir."
Sebastian melirikan mata nya kepada Lucas dan Bianca.
" Aku setuju saja dengan apa yang di katakan oleh Tante Venna, aku siap menikah secepatnya dengan Lucas.'
Lucas tersenyum dia kelihatan sangat senang sekali.
" Yasudah Ibu berharap kalian berdua bisa bahagia selalu yaa, walaupun dari umur kalian berdua yang masih sangat muda tapi ibu yakin kalian berdua bisa melewatinya."
Daniel hanya terdiam saja karena dia tidak tahu harus bicara apalagi kehadiran nya tanpa Tiara membuat dirinya merasa hawatir.
__ADS_1
" Papa, aku pulang dulu yaa Pap. Kasih Tiara di Apartemen sendirian, apalagi kondisi nya yang sedang hamil."
Daniel hanya berpamitan dengan Papa nya saja karena dia tahu jika Mama nya yang masih cuek kepada nya.
" Iya Daniel, kamu hati-hati yaa dan titipkan salam Papa untuk Tiara."
Daniel tersenyum dia pun langsung pergi.
Kepergian Daniel membuat Venna merasa sangat bersalah sekali, Venna begitu sayang Daniel tapi dia yang belum bisa menerima kehadiran Tiara.
Laura melihat wajah Venna yang seperti sedang memikirkan Daniel.
Laura mencoba peruntungan mengalihkan pembicaraan mereka.
Bianca seketika mengingat jika dia yang menyuruh Lucas melakukan pemotretan dengan model yang lain bukan dengan dirinya.
Bianca melirikan mata nya kepada Lucas dengan sangat sinis.
" Untuk pemotretan aku sudah memilih Lucas dengan model yang lain, bukan dengan aku."
Laura begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Bianca.
__ADS_1
" Kenapa Bianca,? Kenapa harus dengan model wanita yang lain. Kenapa tidak kamu dan Lucas saja, bukan kah kamu itu sangat cemburuan sekali."
Lucas menahan rasa tawanya sedangkan Bianca semakin merasa kesal.
" Ya, mau gimana lagi Bu. Semua sudah terjadi, besok aku tidak akan ikut campur dalam pemotretan dan promosi. Aku akan tetap di perusahaan sekarang, sampai Perusahaan kembali seperti dulu lagi."
Bianca mencoba untuk tetap tenang dia tidak mau sampai kelihatan emosional atau pun kesal.
" Baiklah Bianca, jika ini adalah keinginan mu. Besok Lucas akan bersama dengan Ibu, kamu fokus saja yaa bekerja jangan berpikiran negatif terhadap Lucas."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum paksa, sedangkan Lucas seperti tidak percaya jika Bianca akan mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu nya.
" Memang tidak bisa di batalkan yaa, aku ingin bersama dengan Bianca. Jika bersama dengan model aku rasa pasti sangat gugup sekali, tidak nyaman."
Lucas tidak mau sampai bertengkar dengan Bianca.
" Seperti nya tidak bisa Lucas, karena Bianca yang sudah sepakat dan menandatangani kontrak nya."
Sebastian melihat Bianca yang seperti sangat menyesal sekali.
" Yasudah, sekarang kita fokus makan malam yaa."
__ADS_1
Sebastian tidak mau Bianca sampai meluapkan emosi nya kepada Lucas.
Karena bagaimana pun juga walaupun Bianca yang salah Lucas yang harus lebih peka dan bahkan harus meminta maaf kepada Bianca.