
Daniel dan Mama nya sampai di sebuah Restoran, mereka berdua duduk dan Daniel memesan makanan.
" Daniel, waktu istirahat mu sudah habis hanya untuk sampai di tempat ini."
Daniel tersenyum manis kepada Mama nya.
" Aku sudah meminta ijin kepada Papa, jika aku ingin mengajak Mama makan siang dan mungkin aku akan telat masuk ke kantor."
Daniel ternyata sudah menyiapkan semuanya untuk rencana nya ini, setelah selesai memesan makanan. Daniel pun mulai fokus pada rencana nya, dia ingin sekali Mama nya mendukung nya.
" Bu, aku merasa sangat mendukung sekali jika hubungan Lucas berakhir dengan Tiara. Aku merasa jika Lucas itu memang lebih cocok dengan Bianca, apalagi Bianca itu sangat baik sekali."
Venna tidak menyangka jika Daniel sekarang lebih mendukung hubungan Lucas dengan Bianca.
" Tidak semudah itu Daniel, karena Lucas begitu sangat cinta dengan Tiara dan Mama pun binggung apa yang membuat Lucas sangat mencintai Tiara padahal jelas-jelas Bianca itu jauh lebih baik dari Tiara."
Daniel melihat Mama nya yang tidak menyukai Tiara, sedangkan dirinya sekarang sedang berhubungan dengan Tiara.
" Yasudah ya Mam, sekarang kita fokus pada Bianca saja yaa lupakan sejenak Tiara yaa."
Daniel harus bisa menahan emosi Mama nya dan akhirnya makan dan minum pun datang, Daniel langsung memberikan minuman dingin untuk Mama nya.
" Minumlah Mam, agar Mama tenang dan tidak emosional."
Venna mengikuti apa yang di katakan oleh Daniel dia yang benar-benar merasa sangat emosional sekali setiap membicarakan tentang Tiara.
Setelah menghabiskan minuman nya, Venna kembali kepada pembicaraan mereka berdua.
" Daniel, apa yang ingin kamu lakukan kepada Lucas. Apakah kamu akan mencoba untuk mendekati Lucas dengan Bianca secara langsung,? Mama akan selalu mendukungmu."
Daniel pun terdiam dan dia pun mencoba untuk berpikir.
" Seperti nya aku yang akan mendekati diriku dengan Bianca, aku harus bisa menyakinkan Bianca jika dia mempunyai peluang untuk bisa mendapatkan Lucas. Walaupun aku mengetahui yaa, seperti nya Bianca sudah putus asa dengan cintanya karena Lucas yang sudah terlalu cinta kepada Tiara."
Venna merasa sangat setuju sekali dengan apa yang akan di lakukan oleh Daniel kepada Bianca, bahkan Venna juga merasa setuju jika Bianca tidak bisa bersama dengan Lucas dia bersama dengan Daniel sangat bersyukur sekali.
" Daniel apakah kamu tidak tertarik dengan kecantikan Bianca,? dia sangat cantik sekali loh."
__ADS_1
Daniel langsung menghentikan makannya setelah mendengar pertanyaan Mama nya.
" Aku mengakui kesempurnaan kecantikan Bianca, tapi merasa Bianca lebih cocok menjadi adik ipar ku."
Daniel mencoba untuk tetep bersikap tenang di hadapan Mama nya dia melanjutkan makannya.
" Jika kamu yang bersama dengan Bianca pun, Mama setuju saja tidak harus dengan Lucas."
Wajah Daniel kelihatan sangat tegang sekali tapi dia masih saja tetap berusaha tenang di hadapan Mama nya.
" Apakah kamu yang sudah mempunyai kekasih,? sampai kamu kelihatan sangat tidak nyaman sekali ketika Mama mengatakan hal tersebut kepada mu."
Pertanyaan yang membuat Daniel merasa terjebak sekali, seharusnya pertemuan mereka berdua yang fokus membicarakan tentang Lucas dan Bianca.
Tapi sekarang Mama yang seperti menyudut kan Daniel untuk bisa bersama dengan Bianca.
Daniel memilih untuk diam saja dia tidak berani menjawab pertanyaan dari Mama nya.
" Jika kamu sekarang sedang menjalin hubungan dengan wanita yang kamu cintai, ingat yaa Daniel carilah wanita yang baik-baik jangan sembarang mencari wanita yaa. Jangan seperti Lucas, sudah sangat kelihatan jelas jika Tiara itu bukan wanita baik-baik terlihat dari pakaian yang tidak pernah sopan."
" Iya Mam aku mengerti."
Daniel dengan terpaksa menjawab apa yang di katakan oleh Mama nya, padahal wanita yang di sebut tidak baik itu adalah wanita yang bisa menemani hari-hari nya.
Daniel sekarang hanya tinggal menunggu Mama nya selesai makan dan setelah itu dia akan mengajak Mama nya untuk pulang.
Venna begitu sangat menikmati makanan dan juga yang di pesankan oleh Daniel. Melihat Mama nya yang sangat lahap sekali, Daniel pun tersenyum puas.
" Aku bahagia sekali melihat Mama yang sangat lahap makan nya, Mama yang sekarang total menjadi ibu rumah tangga di murah dan aku merasa sangat kagum sekali dengan Mama."
Venna begitu sangat terharu sekali ketika mempunyai anak lelaki yang sangat perhatian sekali dengan nya, anak lelaki yang cinta kepada nya.
" Terimakasih banyak Daniel, walaupun kamu lelaki tapi kamu begitu sangat perhatian sekali dengan Mama sayang kamu tidak malu menunjukkan rasa cinta kamu kepada Mama."
Daniel pun tersenyum tipis dia hanya Bu menahan air mata nya.
Setelah selesai makan Daniel ingin sekali membelikan bunga untuk Mama nya.
__ADS_1
" Mama sudah selesai kan makan nya, sekarang kita pulang yaa."
Daniel mengandeng tangan Mama nya tapi tanpa sepengetahuan Tiara ternyata dia masuk ke Restoran yang sama.
Di saat Daniel dan Mama nya mau keluar dari Restoran, Tiara yang baru saja datang bersama dengan Meneger nya.
Seketika Daniel dan Tiara pun langsung terdiam sedangkan Venna dia langsung melihat sinis di arah wajah Tiara.
Daniel hanya bisa menundukkan kepalanya dia tidak mau sampai salah bicara.
" Hai Tiara Lestari, semakin hari semakin kurang bahan yaa pakaian nya. Apakah kamu sekarang masih berhubungan dengan Lucas,? kamu masih ingin bersama dengan Lucas."
Vera memegang tangan Tiara, dia tidak mau Tiara sampai emosional terhadap orang tua Daniel dan Lucas.
" Saya sudah tidak lagi mempunyai hubungan dengan Lucas, hubungan saya dengan Lucas sudah berakhir dan itu yang di inginkan oleh Tante kan."
Suara Tiara terdengar sangat bergetar sekali dan dia pun juga menatap ke arah Daniel.
Daniel merasa tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.
" Baguslah jika seperti itu akhirnya kamu sadar diri, karena kamu memang tidak pantas berhubungan dengan anak saya."
Tiara sampai meneteskan air mata dia seperti di pandang sangat rendah sekali oleh Venna.
" Ayo Mam kita pulang saja."
Daniel tidak mau mendengar perkataan Mama nya yang sangat menyakiti perasaan Tiara.
Ketika Daniel dan Mama nya pergi, Tiara pun langsung memeluk erat Meneger nya.
Tiara menangis tersedu-sedu di pelukan Menger nya.
" Kenapa sangat jahat sekali, kenapa harus selalu berkata seperti itu."
Meneger Tiara tidak bisa membayangkan jika keluarga Daniel mengetahui pekerjaan Tiara sebelum bersama dengan Daniel.
Tiara akan benar-benar di rendahkan, bahkan mungkin orang tua Tiara sendiri pun akan sangat kecewa sekali dengan Tiara.
__ADS_1