
Ketika Lucas yang merasa sangat kesal sekali dengan sikap keluarga nya.
" Mereka menginginkan ku bisa bersama dengan Bianca itu karena mereka hanya menginginkan harta kekayaan Bianca saja, mereka tidak tulus dan buku karena rasa cinta."
Lucas masuk ke dalam mobil dia ingin menenangkan pikiran nya.
Di saat Lucas yang merasa pusing dengan keluarga nya, Tiara pun dia bimbingan dengan keadaan Ayah yang tidak ada perubahan.
Setiap uang yang dia dapatkan dari hasil pemotretan itu habis untuk biaya pengobatan Ayah nya.
" Aku harus bagaimana sekarang yaa, aku sudah sampai harus foto seksi seperti ini. Tapi tetep aja tidak mencukupi pengobatan untuk Ayah, aku tidak tahu harus bagaimana lagi."
Tiara yang sedang berada di dalam kamar nya dia melihat ada pesan masuk dari Meneger nya.
" Mbak Vera ada apa yaa, di saat aku sedang seperti ini. Mbak Vera seperti mengerti perasaan aku, apa ya isi pesan nya."
* Tiara, lelaki yang menginginkan foto-foto seksi mu dia ternyata sangat menyukai mu. Dia sampai berani memberikan uang berapapun yang kamu inginkan asal kamu mau menjadi wanita simpanan nya*
Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika sekarang harga dirinya yang mau di bayar.
* Maksudnya aku sebagai pemuas nafsu nya,? aku tidak mau mbak*
* Tiara ingat orang tua mu, sekarang kamu sampai harus menjadi model seksi pun tidak bisa membawa Ayah mu pergi ke luar negeri untuk biaya pengobatan nya. Jika kamu mau menjadi simpanan lelaki itu, kamu minta uang 500 juta pun pasti di berikan. Belum lagi kamu akan di manjakan dengan fasilitas jika kamu menginginkan rumah pun pasti akan di berikan*
__ADS_1
Tangan Tiara pun bergetar ketika dia membaca pesan dari Meneger nya, Tiara menangis tanpa henti-hentinya.
" Apakah aku sampai harus menjual mahkota kehidupan ku, apa aku sampai harus melakukan seperti ini. Karena aku tidak mungkin meminjam uang, aku meminjam uang kepada siapa. Tidak mungkin ada yang mau meminjamkan uang untuk ku, ahhhhhhhhh."
Tiara merasa sangat frustasi sekali dia pun sampai menjambak rambut panjang nya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang."
Ketika Tiara sedang menangis handphone pun berdering kencang.
" Ibu, ada apa ya dengan Ayah."
Tiara dengan cepat menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Ibu*
Tiara mendengar suara tangisan Ibu yang begitu sangat kencang sekali.
* Aku akan membawa Ayah pengobatan ke Singapura, agar Ayah bisa segera sembuh seperti sedia kala*
* Tiara itu sangat mahal sekali, bagaimana kamu bisa mendapatkan uang sebanyak itu Nak*
* Ibu tidak usah hawatir selama aku masih hidup di dunia ini, aku akan selalu bertanggung jawab semua nya*
__ADS_1
Tiara mengakhiri panggilan telephone nya dan dia pun keluar dari kamar nya, dia akan pergi ke Apartemen Meneger nya.
Tiara terpaksa melakukan ini semua, karena dia yang tidak punya pilihan lagi.
" Maafkan aku Lucas, aku sampai harus melakukan ini semua."
Tiara pun menyalakan mesin mobil dan menuju ke Apartemen Meneger nya.
" Aku sudah tidak lagi mempunyai pilihan dan mungkin di saat Lucas mengetahui nya, dia pun pasti akan meninggalkan ku. Dan itu harus aku terima karena resiko dari keputusan yang sudah aku ambil, aku sudah sangat frustasi sekali."
Tiara pun akhirnya sampai di Apartemen.
Tiara berjalan seperti melayang dia seperti sudah tidak bisa berjalan lurus.
" Tiara ini adalah pilihan mu, kamu jangan kelihatan lemah seperti ini."
Tiara pun menekan tombol bell dan Vera pun langsung membuka pintu Apartemen nya.
Dia melihat Tiara dengan rambut terurai yang acak-acakan, mata yang lebam karena kebanyakan menangis membuat Meneger kaget.
" Tiara kamu baik-baik saja kan,?"
Tiara pun tiba-tiba langsung pingsan di depan Meneger nya.
__ADS_1
" Astaga Tiara kenapa sampai bisa seperti ini,? seperti kamu yang banyak pikiran."
Meneger nya pun langsung membawa Tiara ke kamar nya, walaupun badan Tiara kecil tapi sangat berat sekali ketika di angkat.