Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode (166)


__ADS_3

Daniel tidak keluar dari mobil nya mereka pun langsung masuk ke dalam mobil Daniel, Bianca pun membuka kaca mata hitam dia tersenyum melihat kepanikan Daniel dan juga Tiara.


" Mereka sangat lucu sekali yaa, mencoba untuk mengindariku tapi kenyataannya aku yang berada di belakang mereka."


Bianca melihat seperti mobil Lucas yang menghampiri nya.


" Lucas, Astaga seperti nya dia menunggu kedatangan ku yang lama sampai dia memilih untuk menjemput ku."


Lucas keluar dari mobil dia tersenyum manis kepada Bianca.


" Kamu tidak usah membawa mobil yaa, biarkan aku saja yang mengantarkan jemput kamu ke kantor."


Bianca merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Lucas.


" Sudahlah ayo kita masuk ke dalam mobil."


Lucas menarik tangan Bianca dan dia melihat Bianca yang masih memakai cincin berlian.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Bianca merasa sangat senang sekali.


" Apakah aku harus menaikkan gajih mu, karena sekarang kamu yang menjadi supir pribadi ku."

__ADS_1


Lucas tertawa mendengar perkataan Bianca.


" Kenapa sampai harus berkata seperti itu,? Bianca aku melakukan ini semua kepada mu karena aku yang ingin menebus sikap ku yang pernah menyakiti mu selama ini. Dulu kamu yang sangat baik hati sekali, tapi aku yakin begitu jahat tidak mempunyai hati."


Bianca tersenyum manis kepada Lucas, ketika Lucas yang sedang mengulang kembali masa-masanya indah bersama dengan nya.


" Sudahlah jangan di bahas lagi yaa, semuanya sudah berlalu yaa dan aku sekarang yang tidak ingin bahagia bersama dengan mu."


Bianca tersenyum manis kepada Lucas.


" Aku yang akan membahagiakan mu Bianca, kenapa aku baru menyadari jika selama ini aku berpacaran dengan wanita yang hanya memanfaatkan aku saja. Aku merasa sangat menyesal sekali tidak mengikuti apa yang di katakan oleh Mama, dan ternyata perkataan orang tua itu memang yang terbaik."


Bianca tidak mau membuat Lucas menjadi sedih dia mencoba untuk mencari pembahasan baru.


" Hmm Lucas, boleh aku bertanya. Keluarga kamu itu mempunyai Apartemen tidak,? atau villa tempat kalian sekeluarga menginap di saat liburan."


Bianca ingin mengetahui karena mungkin saja Daniel membawa Tiara dan keluarga ke salah satu tempat tersebut.


" Kita punya villa di puncak, dan kita mempunyai dua Apartemen di kota ini. Tapi memang jarang di pakai sih, tapi ada satu Apartemen yang sering di pakai oleh Daniel. Apartemen tersebut dekat dengan kantor Papa, jika Daniel merasa lelah dia lebih suka pulang ke sana."


Bianca pun seketika dia berpikir jika Tiara dan keluarga di bawa ke Apartemen itu, Bianca tidak menyangka bisa dengan mudahnya untuk mengetahui tempat persembunyian Tiara.

__ADS_1


" Oh iya kamu bilang kan tadi di pesan jika Tiara sekarang pindah dari Apartemen nya, kenapa dia seperti itu apakah Tiara yang sudah bertemu dengan mu?."


Bianca mulai bercerita kepada Lucas.


" Tiara pergi karena dia yang mengetahui Bapak nya bekerja di perusahaan Ayah, dan seperti Tiara merasa malu jika aku sampai mengetahui nya. Mungkin ini adalah alasan Tiara membawa pergi orang tua nya, aku lebih kasihan sekali dengan orang tua nya yang harus mengikuti apa yang di inginkan oleh Tiara."


Lucas merasa kasihan, semua Tiara lakukan karena dia yang menahan gengsi yang sangat tinggi sekali.


Tiara akan malu jika Bianca mengetahui semuanya, padahal Bianca yang mempunyai niat baik untuk bisa membantu perekonomian keluarga nya.


" Kenapa Tiara harus berpura-pura kaya raya, kenapa dia harus malu menunjukkan keluarga nya kepada ku. Padahal aku tidak pernah mempermasalahkan jika Tiara yang terlahir dari keluarga sederhana, yang penting Tiara yang bisa jujur."


Bianca melihat wajah Lucas yang sangat sedih sekali.


" Dan apakah kamu sekarang menyesal sudah putus dengan Tiara,? apakah kamu sekarang sedang membayangkan kembali bersama dengan Tiara? kamu mencoba untuk memaafkan Tiara asalkan Tiara mau jujur kepada mu?."


Pandangan mata Bianca begitu sangat sinis sekali kepada kepada Lucas, Lucas merasa jika Bianca yang merasa cemburu mendengar perkataan nya.


" Akhirnya kita sudah sampai kantor yaa, walaupun sebenarnya niat kita berdua ingin mengobrol di kantin pagi-pagi dengan sarapan pagi tapi ternyata hal yang lebih menyenangkan tiba. Kita bisa mengobrol di sepanjang jalan bersama yaa."


Bianca langsung membuka pintu mobil tersebut pandangan mata Bianca yang masih saja sinis kepada Lucas membuat Lucas merasa sangat panik sekali melihat Bianca yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2