
Tiara dan orang tua masuk ke dalam Apartemen tersebut dan Verra pun merasa sangat bahagia sekali.
" Ayah dan ibu bisa beristirahat di sini yaa, aku akan memilih untuk tinggal bersama dengan Mbak Verra agar tidak terlalu jauh bekerja nya."
Kedua orang Tiara pun menghargai apa yang di inginkan oleh Tiara.
" Tapi untuk satu hari ini aku ingin bersama dengan kalian, satu hari aku meminta libur da besok nya aku bekerja kembali."
Tiara memeluk erat kedua orang tuanya.
" Tiara, seperti nya aku harus pergi dulu yaa. Kamu bahagia yaa di sini bersama dengan Ayah dan Ibu, dan ini bucket bunga nya."
Orang tua Tiara langsung menghampiri Verra.
" Terimakasih Nak Verra, sangat baik sekali kepada Tiara sudah mencarikan pekerjaan yang terbaik untuk Tiara sampai bisa membuat Ayah sembuh pengobatan di luar negeri dan sekarang bisa memberikan Apartemen untuk kita tinggal bersama di ini."
Verra merasa sangat malu sekali, andaikan ke dua orang tua Tiara mengetahui pekerjaan Tiara sekarang sebagai apa.
__ADS_1
" Iya Bu, saya pergi dulu yaa."
Verra memilih untuk langsung pergi dia tidak mau berlama-lama bersama dengan keluarga Tiara. Verra yang merasa sangat malu sekali, ketika mendengar perkataan orang tua nya Tiara.
Tiara memilih Apartemen yang jauh dari tempat nya bekerja, Tiara menghindari Raffi dia tidak mau Raffi yang tiba-tiba saja datang ke orang tua Tiara dan berbicara yang macam-macam dengan orang tua nya.
Verra pun masuk ke dalam mobil nya, dan besok dia baru akan menjemput Tiara.
Tiara yang masih merasa sangat kangen dengan orang tua nya dia terus saja memeluk erat tubuh ibu nya.
Seketika Tiara pun langsung terkejut ketika Ibu nya menanyakan tentang Sebastian Gunawan.
" Memang nya kenapa Bu,? apakah ibu bertemu dengan nya di Singapura?."
Wajah Tiara mulai kelihatan sangat panik sekali.
" Dia pengusaha sukses yang baik hati sekali, Ibu dan Ayah memperpanjang waktu satu hari itu karena Bapak Sebastian yang ingin memastikan kondisi Ayah mu, dia juga yang membiayai Ibu dan Ayah selama satu hari tersebut."
__ADS_1
Tiara seketika dia pun langsung terdiam mendengar perkataan Ibu nya, dan Tiara berpikir andai saja Sebastian Gunawan mengetahui jika orang tua yang dia biayain itu orang tua yang sudah berkata jahat kepada anak nya.
" Sudahlah yaa Buu, lebih baik kita tidak harus mengenal nya Bu. Karena dia orang kaya raya yang berbeda dengan kita, hmmmmm."
Suara Tiara yang terdengar gemetar mencoba untuk tetap tenang di hadapan orang tua nya.
Tiara tidak mau jika orang tua sampai tahu permasalahan dirinya bersama dengan Beryl Bianca.
" Bu, seperti nya untuk sementara waktu kita tidak bisa menonton televisi yaa. Aku lupa ada satu kabel yang putus, aku tidak tahu bagaimana membenarkan nya."
Karena sudah siang, Tiara mengajak orang tua nya untuk makan siang bersama dengan nya.
" Ibu dan Ayah, Kita keluar yuu untuk mencari makan siang di depan Apartemen ada Restoran."
Tiara mengajak orang tua nya untuk keluar dari Apartemen agar tidak lagi membicarakan tentang Sebastian Gunawan, karena membicarakan tentang dia hanya membuat Tiara merasa sangat ketakutan sekali.
Orang tua Tiara pun merasa sangat senang sekali ketika melihat kesuksesan Tiara yang sudah bisa membahagiakan mereka berdua.
__ADS_1