Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode *211*


__ADS_3

Daniel tidak bisa beristirahat dia masih saja memikirkan Lucas yang membuat nya bertanya-tanya.


" Apakah tadi yang mencoba untuk menghubungi nomer handphone Lucas adalah Tiara, Tiara mencoba untuk kembali menghubungi Lucas."


Daniel duduk dan memikirkan nya, sambil memegang handphone nya.


" Haruskah aku sekarang menghubungi nomer handphone Tiara, dan menanyakan kan nya."


Daniel mulai merasa sangat gelisah sekali.


" Aku sudah terlalu cinta kepada Tiara, aku tidak mau Tiara sampai menghianati cinta ku ini. Aku tidak mau Tiara kembali kepada Lucas, dan aku menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua."


Daniel mulai merasa jika dirinya tidak percaya lagi terhadap Tiara.


" Tiara aku mohon jangan seperti ini, jangan membuat aku kecewa karena sekarang aku begitu sangat cinta kepada mu Tiara."


Daniel menyimpan banyak nya dia mencoba untuk tetap berpikiran positif terhadap Tiara.


Daniel membaringkan tubuhnya di atas kasur dia mematikan lampu kamar nya dan berharap akan bisa tidur nyenyak di malam ini.


***


Keesokan harinya di hotel Tiara dan Raffi.


Tiara terbangun dari tidurnya dan ternyata mereka berdua hanya melakukan sekali saja.


" Tidur mu sangat nyenyak sekali, sebenarnya aku masih ingin bersama dengan mu Tiara tetapi aku tidak tega melihat mu."


Tiara mengambil pakaian nya, dan dia pun seperti baru merasakan tidur yang cukup.


" Aku harus pergi ke kantor hari ini lebih awal, dan ini terimakasih banyak kamu sudah mau tidur bersama dengan ku."


Tiara di berikan uang 150 juta rupiah.


" Banyak sekali uang nya, aku sudah tidak akan lagi tidur bersama dengan mu."


Raffi tersenyum tipis kepada Tiara.


" Sudahlah tidak apa-apa ambil saja uang itu."


Tiara pun langsung mengambil nya.


" Raffi, kamu tidak akan pernah datang ke Apartemen Daniel kan?. Apakah aku sudah memenuhi keinginan mu ? sehingga kamu sudah tidak akan lagi mengganggu ku."


Raffi tersenyum tipis kepada Tiara.


" Aku tidak akan pernah menganggu mu lagi Tiara, tapi kemungkinan besar kamu yang akan menghampiri ku kembali."


Raffi menghampiri Tiara dia mencium kening Tiara.


" Aku pergi dulu yaa istriku."


Tiara pun mengabaikan perkataan Raffi.


" Untuk apa aku menghampirinya lagi, aku akan lebih bahagia bersama dengan Daniel."


Tiara pergi ke kamar mandi dia membersihkan tubuh nya.


" Aku harus membersihkan tubuh ku ini dengan bersih, agar tidak ada lagi aroma tubuh Raffi yang menempel di tubuh ku."


Setelah selesai mandi, Tiara yang tidak bisa mengeringkan rambut basah nya.


" Ahhhhhh, sangat menyebalkan sekali."


Tiara pun membiarkan rambut nya basah dan dia pun keluar dari kamar hotel tersebut.


Tiara memilih untuk kembali ke Apartemen Daniel karena dia tidak tahu lagi harus tinggal di mana.


Tiara tidak mungkin tinggal bersama dengan Meneger nya.


" Mumpung masih pagi, aku harus sampai sebelum Daniel pergi ke kantor."


Tiara tidak mengetahui jika Daniel yang lebih memilih untuk tidur di rumah nya bukan di Apartemen.


Di saat Tiara yang sedang menunggu taksi di tempat yang lain Lucas dan Daniel harus duduk bersama di tempat makan.


Daniel mencoba untuk menenangkan perasaan nya, karena dia yang akan meninggalkan rumah orang tua nya dan fokus pada pekerjaan nya dan tinggal di Apartemen.

__ADS_1


Daniel memilih untuk diam di saat sarapan keluarga.


" Selamat pagi semuanya.'


Lucas kelihatan sangat ceria sekali dan pagi ini dia memilih untuk duduk di sebelah Daniel.


Daniel merasa tidak nyaman sekali ketika Lucas yang memilih duduk di sebelah nya.


" Selamat pagi juga Lucas, Mama melihat kamu yang sangat bersemangat sekali lagi ini."


Lucas pun tersenyum manis kepada Mama nya.


" Aku sangat bersemangat sekali karena pagi ini aku akan bertemu dengan Tiara."


Daniel seketika langsung tersedak ketika Lucas mengatakan dia akan bertemu dengan Tiara.


" Astaga maksud ku Beryl Bianca."


Lucas sengaja ingin membuat Daniel panik.


" Kamu membuat Mama kaget, tapi lihat saja yaa Lucas jika sampai kamu bertemu kembali dengan Tiara hmmmm Mama akan sangat marah. Kamu yang sudah membuktikan Mama bahagia, ketika kamu bersama dengan Bianca sudah yaa Bianca sudah pasti yang terbaik."


Karena sudah merasa sangat tidak mungkin Daniel pun memilih untuk tidak menghabiskan sarapan pagi nya.


" Mama seperti nya aku harus berangkat sekarang, aku mau ke Apartemen dulu dan seperti nya aku akan pulang ke rumah seminggu sekali saja. Maafkan aku yaa Mam, tapi aku ingin belajar untuk lebih mandiri."


Daniel kelihatan sangat terburu-buru sekali dia pun langsung bersalaman dengan orang tua nya.


" Hati-hati yaa sayang."


Daniel pun langsung pergi dan Venna merasa sangat sedih sekali.


Lucas melihat Mama nya yang sedih dia merasa kasihan melihat Mama nya.


" Sudahlah Mama nggak usah sedih, bagaimana jika Mama memberikan kejutan kepada Daniel untuk datang ke Apartemen nya tanpa sepengetahuan Daniel terlebih dahulu."


Benny langsung berteriak kencang.


" Jangan, Mama jangan seperti itu lebih baik Mama ber bicarakan dengan Daniel sebelum Mama pergi."


Dan Papa juga mengetahui jika Tiara tinggal bersama dengan Daniel di Apartemen.


Lucas merasa sangat kecewa sekali dengan Papa nya yang ternyata lebih berpihak pada Daniel.


" Yasudah Mama tidak akan main ke Apartemen Daniel, Mama ingin membiarkan Daniel sendirian saja."


Lucas benar-benar merasa sakit dan dia pun langsung berpamitan dengan Mama nya saja.


" Aku pergi dulu yaa, doakan aku menjadi seorang yang sukses yang bisa membuat Mama bahagia selalu."


Lucas memeluk erat tubuh Mama nya.


" Lucas berjanji jika Lucas sukses akan membuat Mama bahagia, karena hanya Mama yang mendukung Lucas."


Lucas melepaskan pelukan erat nya dan dia pun langsung mencium tangan Mama nya.


" Dia terbaik Mama untuk mu sayang, hati-hati berangkat kerja nya yaa dan juga selalu semangat untuk bekerja. Jangan pernah kamu menghianati Beryl Bianca, karena dia adalah mutiara yang sudah kamu dapatkan."


Lucas menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung pergi.


Lucas mengabaikan Papa nya bahkan dia tidak bersalaman.


Benny pun merasa jika sikap Lucas yang berbeda membuat dirinya merasa hawatir jika Lucas mengetahui semuanya.


Melihat Lucas yang sudah pergi, giliran Benny yang berpamitan pergi.


Benny mencium kening istrinya.


" Hati-hati di rumah yaa Mam."


Venna tersenyum manis kepada suaminya.


" Iya Papa."


Venna melambaikan tangan nya kepada suaminya yang pergi.


" Semuanya sudah pergi untuk bekerja dan sekarang waktunya aku udah membereskan semuanya."

__ADS_1


Venna membersihkan tempat makan setelah selesai Venna pun masuk ke dalam kamar Daniel.


Kamar Daniel yang ternyata sudah sangat rapih sekali.


" Daniel memang sangat rapih sekali, aku tidak hawatir jika Daniel yang memilih untuk tinggal sendirian di Apartment."


Ketika Venna berniat untuk meninggalkan kamar Daniel, dia melihat ada botol Parfume di meja.


Venna melihat bentuk botol Parfume yang sangat unik sekali sehingga dia mengambil nya.


" Seperti nya ini Parfume untuk wanita deh."


Venna pun langsung membuka tutup botol Parfume dan menyemprotkan ke tubuhnya.


" Wah harum sekali yaa, aku sangat menyukai aroma Parfume ini. Seperti ini bukan milik Daniel, karena aku tahu Daniel tidak memakai aroma Parfume seperti ini. Hmmmm seperti nya ini milik kekasih nya, aku ambil saja deh lumayan dan aku sangat suka sekali."


Venna mengambil botol Parfume tersebut dia menyimpan di dalam kamar nya.


Venna pun melanjutkan perjalanan nya kembali.


***


Tiara sampai di depan pintu Apartemen, dia yang sangat lama sekali menunggu taksi tapi ternyata Daniel berada di belakang nya.


Daniel melihat rambut panjang Tiara yang kelihatan setengah kering seperti habis di keramas.


" Rambut mu basah."


Tiara begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar suara tersebut dan dia pun langsung membalikkan badannya.


Tiara memegang rambut panjang nya dia pun kelihatan sedikit panik.


" Hmmmm iya Daniel, tadi pagi aku keramas tapi di rumah ibu tidak ada pengering rambut jadi aku biarkan saja rambut ku ini kering dengan sendirinya."


Daniel membuka pintu Apartemen nya, dan Tiara pun langsung masuk dengan cepat.


Tiara berharap Daniel tidak memperpanjang pertanyaan tentang rambut basah nya.


" Tiara seperti aku sudah mulai tidak nyaman tinggal bersama dengan Lucas di rumah, dan aku memilih untuk tinggal di Apartemen saja."


Daniel duduk di seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Apakah Lucas membuka kamu emosi dengan perkataan nya,? karena semenjak Lucas bersama dengan Bianca dia memang sangat keterlaluan sekali. Maksud ku mereka berdua sangat kompak menyebalkan, aku sangat tidak suka mereka berdua."


Melihat dari perkataan Tiara seperti nya waktu malam itu bukan Tiara yang menghubungi Lucas.


Daniel mulai mencoba untuk tidak berpikiran negatif terhadap Tiara.


" Tiara, aku sangat mencintaimu. Aku berharap kamu tidak membuat ku kecewa, karena jika kamu sampai melakukan nya aku tidak akan pernah mau untuk mengenal kamu lagi."


Tiara merasa sangat bersalah sekali dengan Daniel, karena dia yang sudah menghianati cinta Daniel kepada nya.


Tiara pun langsung menangis dan membuat Daniel menghampiri nya.


" Tiara kenapa kamu menagis Tiara, kamu jangan membuat aku panik."


Tiara pun memeluk erat Daniel.


" Aku juga sangat cinta kepada mu Daniel, aku tidak mau kita berdua harus berpisah. Walaupun aku mengetahui jika keluarga mu yang pasti tidak akan pernah bisa menerima kehadiran ku, tapi aku selalu yakin akan ada keajaiban di kisah cinta kita berdua."


Daniel pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Tiara yang kenyataan memang seperti itu.


Daniel yang mengetahui jika Mama nya yang sampai sekarang sangat benci sekali dengan nya.


Daniel pun melepaskan pelukan erat nya dan memandangi wajah Tiara.


" Jika kita berdua bersama, kita tinggalkan rumah itu yaa. Kita tinggal seperti ini saja, karena aku adalah seorang lelaki yang bisa saja menikah walaupun orang tua ku tidak setuju."


Daniel memegang erat tangan Tiara.


" Hanya Mama saja yang tidak setuju, aku yakin Papa pasti akan setuju pada pernikahan kita ini. Sekarang aku pergi ke kantor dulu yaa, kamu baik-baik di Apartemen."


Daniel meninggalkan Tiara walaupun sebenarnya dia masih ingin bersama dengan Tiara.


" Hati-hati yaa Daniel, aku akan selalu menunggu mu di sini."


Daniel pun tersenyum manis kepada Tiara dan dia segera pergi karena sudah hampir telat masuk ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2