Cinta Pertama Bianca

Cinta Pertama Bianca
Episode 78.


__ADS_3

Bianca berjalan menuju ke ruangan Lucas dia berhenti sejenak dan melihat Lucas yang belum datang ke kantor.



Padahal Lucas yang bersembunyi dia memperhatikan Bianca yang ternyata adalah pemimpin perusahaan ini.



" Aku tertipu dengan semua ini, ini memang bukan perusahaan Sebastian Gunawan tapi ternyata ini adalah perusahaan milik Beryl Bianca."


Laura berada di belakang Lucas tanpa sepengetahuan Lucas.


" Lalu kenapa jika perusahaan ini milik Beryl Bianca, apakah kamu akan pergi dari perusahaan ini?. Jangan bodoh kamu membutuhkan pekerjaan ini, agar bisa menunjukkan bahwa kamu bisa sukses bukan karena kamu yang bekerja di perusahaan milik keluarga mu sendiri."


Lucas terdiam ketika mendengar suara Laura dan dia juga menundukkan kepalanya.


" Bekerja saja secara profesional, karena Bianca tidak akan menggangu kehidupan mu. Jadi kamu jangan takut yaa, kalian berdua sebenarnya adalah anak-anak yang luar biasa sekali."


Laura pun berjalan menuju ke ruangan Bianca dan Lucas di buat diam oleh perkataan Laura.


" Apa yang harus aku lakukan yaa, benar perkataan Bu Laura aku yang menginginkan pekerjaan ini dan aku juga harus profesional dalam bekerja tapi bagaimana dengan Tiara ketika dia mengetahui jika Bianca adalah pemimpin perusahaan ini."


Bianca duduk dan dia pun mulai fokus pada pekerjaan nya, Bianca kelihatan sangat serius sekali.


" Bianca, tadi ibu bertemu dengan Lucas dia memperhatikan mu."


Bianca menutup kembali berkas-berkas nya dan dia mencoba untuk fokus pada perkataan Ibunya.


" Lalu bagaimana Bu,? apakah dia membenci ku dia kesal atau bagaimana."


Bianca kelihatan sangat penasaran sekali.

__ADS_1


" Tidak tahu karena di saat ibu bicara dia hanya diam dan menundukkan kepalanya, mungkin sekarang dia sedang berpikir."


Bianca pun merasa jika Lucas akan mengundurkan diri nya.


" Seperti dia akan mengundurkan diri, yasudah Bu jika dia mengundurkan diri kita tidak usah mempersulit dia biarkan saja dia pergi."


Laura melihat Bianca yang sudah mempunyai rasa lelah terhadap Lucas.


" Ya, mungkin dia akan bergabung dengan perusahaan milik keluarga nya."


Bianca pun kembali fokus pada pekerjaan dia seperti sudah tidak mau lagi memikirkan hal-hal yang menurut nya hanya membuat nya menambah beban kehidupan nya.


Lucas tidak bisa konsentrasi dalam bekerja dia yang masih saja merasa kaget ternyata pemimpin nya itu adalah Beryl Bianca.


Lucas pun memilih untuk pergi ke toilet dia seperti ingin menenangkan pikiran nya.


Lucas mencuci wajah nya sampai berkali-kali dia pun mengeluarkan handphone nya.


" Kenapa handphone Tiara tidak aktif yaa, apakah dia belum bangun. Atau memang sedang bekerja dan tidak mau di ganggu, Tiara dia semakin sibuk."


Lucas pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Tiara.


* Tiara aku mempunyai kabar yang mungkin sangat tidak nyaman untuk kamu ketahui, ternyata pemimpin perusahaan ku ini adalah Beryl Bianca. Aku berniat untuk keluar tapi aku butuh pekerjaan ini, aku akan bekerja profesional*


Setelah mengirimkan pesan kepada Tiara, Lucas merasa sangat tenang sekali.


" Ayo Lucas kamu harus bekerja dengan professional, kamu pasti bisa."


Lucas pun akhirnya keluar dari toilet dan ternyata ketika Lucas keluar dari toilet dia bertemu dengan Bianca.


Bianca pun berdiri sampai memandangi wajah Lucas yang basah.

__ADS_1


Lucas menundukkan kepalanya dia pun seketika langsung pergi begitu saja.


" Haruskah aku mengatakan jika dia sangat tidak sopan sekali kepada ku, tapi biarlah mungkin dia memang belum terbiasa untuk menerima kenyataan jika aku ini adalah pemimpin nya."


Bianca di perintahkan oleh Laura untuk pergi ke perusahaan pusat yang dulu nya dia sering berada di sana bersama dengan Ayah nya.


Sedangkan Laura dia menggantikan posisi Bianca.


Laura memilih untuk keluar dari ruangan nya, dia ingin melihat langsung hasil dari pekerjaan para pegawai nya.


Laura pun akhirnya sampai di ruangan Lucas, dia melihat Lucas yang seperti tidak bisa berkonsentrasi.


" Lucas Aditya, ikut ke ruangan saya sekarang juga."


Lucas yang begitu sangat terkejut sekali dia pun langsung berlari dan mengikuti perintah Laura kepada nya.


Lucas merasa jika dia akan di berhentikan secara tidak hormat oleh Laura, Lucu juga menyadari jika dia sering berkata tidak sopan kepada Bianca.


" Ayo masuk dan duduk lah, saya melihat kamu tidak konsentrasi dalam bekerja apa yang sedang kamu pikirkan."


Lucas tidak berani menjawab pertanyaan dari Laura dia melihat jika dia sedang di bawa ke ruangan Bianca.


" Kamu tenang saja tidak akan ada Bianca yaa, dia sedang berada di kantor Papa nya saya ingin dia lebih berani lagi karena menurut saya dia sudah berhasil dengan perusahaan ini."


Lucas mulai memberanikan diri untuk menatap wajah Laura.


" Duduk di kursi Bianca, kerja kan pekerjaan Bianca. Jika kamu tidak mengerti, kamu bisa tanyakan kepada saya."


Lucas pun mengikuti apa yang di katakan oleh Laura, dia tidak menyangka jika sampai di berikan kesempatan untuk bisa duduk di kursi seorang pemimpin.


" Seharusnya Papa kamu juga melakukan hal yang sama, memberikan kesempatan kepada putranya. Karena saya melihat jika Daniel itu sangat pintar sekali, dia sebenarnya ingin meluapkan pendapat nya tapi merasa tidak nyaman dengan Papa nya."

__ADS_1


Lucas merasa sangat malu sekali dengan diri nya sendiri, ketika dia yang membenci perusahaan Sebastian. Tapi dia malah di perlakukan sangat baik oleh istrinya, Lucas pun harus meminta maaf kepada Bianca.


__ADS_2